Renungan Harian Anak, Senin 25 November 2024
Selamat pagi adik-adik Elohim Kids! Bagaimana kabarnya hari ini? Kakak harap semua dalam keadaan sehat, penuh sukacita, dan semangat untuk memulai aktivitas. Sebelum memulai hari ini, yuk kita renungkan Firman Tuhan tentang Tuhan Membarui Aku. Belajar dari Kisah Raja Yosia (2 Tawarikh 34)
Adik-adik, pernahkah kalian merasa bahwa ada kebiasaan buruk yang harus diubah dalam hidup kita? Mungkin seperti sering malas belajar, suka melawan orang tua, atau sering lupa berdoa. Nah, hari ini kita akan belajar dari kisah Raja Yosia, seorang raja muda yang dipakai Tuhan untuk memperbarui kehidupan bangsa Israel.
Siapa Raja Yosia? Yosia adalah raja Yehuda yang menjadi raja ketika masih sangat muda, yaitu pada usia delapan tahun. Walaupun ia masih kecil, Yosia sudah mengenal Tuhan dan menghormati hukum-hukum Tuhan yang diajarkan sejak kecil. Ketika ia tumbuh besar, Yosia menyadari bahwa bangsa Israel hidup jauh dari Tuhan. Mereka menyembah berhala dan melakukan banyak kejahatan yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Raja Yosia tahu bahwa kehidupan seperti itu tidak berkenan kepada Tuhan. Oleh karena itu, Yosia memutuskan untuk melakukan pembaruan agar bangsa Israel kembali menyembah Tuhan dengan setia.
Apa yang Dilakukan Raja Yosia?
1. Menghancurkan Berhala. Yosia memerintahkan untuk menghancurkan semua patung berhala, mezbah untuk para Baal, dan tempat-tempat penyembahan berhala lainnya di seluruh tanah Yehuda. Ia ingin membersihkan bangsa Israel dari dosa-dosa penyembahan berhala yang membuat Tuhan sakit hati.
2. Mengajarkan Hukum Tuhan. Yosia juga mengingatkan bangsa Israel untuk kembali kepada Firman Tuhan. Ia mengajak mereka untuk membaca dan menaati hukum-hukum Tuhan sebagai pedoman hidup. Yosia ingin agar bangsa Israel hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, karena hanya dengan ketaatan, mereka bisa mendapatkan berkat Tuhan.

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Raja Yosia? Adik-adik, seperti Raja Yosia, kita juga bisa melakukan pembaruan dalam hidup kita. Mungkin ada kebiasaan buruk yang harus kita ubah, seperti malas berdoa, terlalu sering bermain sampai lupa belajar, atau lebih mementingkan tontonan dan idola manusia daripada beribadah kepada Tuhan. Contohnya, ada anak-anak yang terlalu sibuk menonton acara favoritnya, seperti pertandingan sepak bola, film, atau konser idola, sampai mereka begadang hingga larut malam. Akibatnya, keesokan harinya mereka kesiangan dan tidak pergi ke gereja. Wah, ini tentu tidak baik, ya. Kita harus belajar untuk mendahulukan Tuhan dalam hidup kita.
Bagaimana Cara Membarui Hidup Kita? Utamakan Tuhan dalam Segala Hal. Pastikan kita tidak melupakan Tuhan, baik dalam doa, membaca Alkitab, maupun beribadah. Jika ada hal-hal yang membuat kita melupakan Tuhan, seperti terlalu sibuk dengan permainan atau tontonan, kita harus membatasinya agar tidak mengganggu waktu kita bersama Tuhan. Berusaha Menjadi Lebih Baik Setiap Hari Kita bisa memperbaiki sikap, belajar menjadi lebih rajin, menghormati orang tua, dan membantu sesama.
Adik-adik, Tuhan ingin kita menjalani hidup yang baru di dalam Dia. Sama seperti Raja Yosia yang membawa perubahan besar untuk bangsa Israel, kita juga bisa melakukan perubahan dalam hidup kita. Mulailah dengan hal-hal kecil, seperti rajin berdoa, membaca Alkitab, dan setia beribadah kepada Tuhan.
Ayat Hafalan:
“Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.” (2 Tawarikh 34:2)
Komitmen:
Aku mau mengijinkan Tuhan membarui hidupku, mau untuk meninggalkan segala kebiasaan yang tidak baik dan mengubahnya dengan kebiasaan yang baik seperti yang Tuhan inginkan. Aku mau berubah menjadi lebih baik lagi setiap hari.
Elkids 241124 – SP
Amen