Renungan Harian Kamis, 05 Desember 2024
Ayat Pokok : Ulangan 6:5, “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.”
Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Pada suatu kali ada seorang guru yang mengajar murid-muridnya dengan membawa alat peraga. Beliau membawa sebuah toples, pasir, batu kerikil dan bola golf. Yang pertama dia masukan kedalam toples tersebut adalah bola golf, kamudian dia memasukan kerikil dan yang terakhir dia memasukan pasir. Kemudian guru tersebut bertanya kepada murid-muridnya; “Pelajaran hidup apa yang dapat kalian pelajari dari ilustrasi melalui alat peraga tersebut???” Para murid terdiam. Kemudian guru tersebut menjelaskan bahwa ilustrasi itu adalah tentang prioritas. Jika kita melakukan langkah yang sebaliknya ketika mengisi toples tersebut, maka bola golf tidak bisa masuk ke dalam toples tersebut karena sudah dipenuhi dengan pasir dan batu kerikil.
Demikian juga dengan hidup ini, kita perlu untuk menata prioritasnya agar hidup kita maksimal dan jadi berkat, karena penataan prioritas yang buruk akan membuat kita membuang banyak waktu dan peluang untuk mengerjakan yang terbaik bagi orang-orang yang kita kasihi. Sejak semula Alkitab mengajarkan kita tentang menata prioritas dalam hidup. Teks pokok kita adalah bagian dari hukum terutama yang diajarkan yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan. Jadi KASIH menjadi motor dari prioritas kita. Ketika kasih kepada Tuhan menjadi dasar kita menata prioritas kita maka kita akan berkemenangan dalam penataan prioritas kita.
Kasih Menggerakkan Hidup Kita
Ketika kasih kepada Tuhan menjadi pusat hidup kita, maka semua hal lainnya akan menemukan tempat yang tepat. Kasih ini memampukan kita untuk menjalani hidup dengan arah yang jelas, tujuan yang benar, dan semangat yang teguh.
Tuhan Yesus kembali mengulangi hukum yang terutama ini dalam pengajaran-NYA. Matius 22:37-40 menyatakan bahwa hukum kedua adalah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Prioritas kita tidak akan salah ketika dasarnya adalah KASIH kepada Tuhan. Hikmat dan tuntunan Roh Kudus akan menolong kita untuk menetapkan prioritas dalam hidup dengan tepat.
Kasih Menuntun Kita dalam Pelayanan
Tuhan bukan hanya berarti beribadah secara rutin, tetapi juga mengalirkan kasih itu kepada sesama melalui pelayanan. Ketika kita memiliki kasih Tuhan, kita mampu melayani dengan tulus tanpa pamrih, memperhatikan kebutuhan orang lain, dan menjadi saluran berkat di tengah dunia.
Kasih Menggerakkan Hidup Kita
Ketika kasih kepada Tuhan menjadi pusat hidup kita, maka semua hal lainnya akan menemukan tempat yang tepat. Kasih ini memampukan kita untuk menjalani hidup dengan arah yang jelas, tujuan yang benar, dan semangat yang teguh.
Bagaimana KASIH kita kepada Tuhan menentukan bagaimana penataan prioritas dalam hidup ini. KASIH akan menolong kita mengerjakan pelayanan bagi orang lain dengan baik dan tepat. Surat Paulus kepada jemaat di Kolose mengatakan; “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kolose 3:14)
Sejak awal, Alkitab mengajarkan kita untuk menata prioritas hidup. Dalam Ulangan 6:5, kita diajarkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatan. Kasih kepada Tuhan adalah prioritas utama yang menjadi dasar dari segala keputusan dan tindakan kita. Ketika kasih kepada Tuhan menjadi motor penggerak hidup kita, semua aspek kehidupan kita akan berada dalam susunan yang benar. Tidak ada yang lebih penting daripada memiliki hubungan yang mendalam dengan Tuhan, karena hubungan inilah yang menentukan bagaimana kita menjalani hidup dan menata prioritas lainnya.
Ketika kasih kepada Tuhan menjadi prioritas hidup kita, maka semua hal lainnya akan berada dalam susunan yang tepat.
KASIH tidak pernah membawa seorang kepada hal yang salah, KASIH adalah pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Ketika KASIH menjadi motor dalam hidup kita dalam penataan prioritas hidup, maka hidup kita akan menjadi maksimal dan menjadi berkat. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
DS