Elohim Ministry umum Hidup yang Berkenan kepada-Nya

Hidup yang Berkenan kepada-Nya



Renungan Harian Rabu, 03 September 2025

Ayat Pokok : Mazmur 37:23-24, “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Syalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Dalam perjalanan kehidupan di dalam dunia ini, kita belajar untuk hidup di antara pijakan demi pijakan kaki kita atau dengan kata lain selangkah demi selangkah. Dan kita tak pernah tahu apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir kita atau tidak. Karena keterbatasan kita sebagai manusia kita tidak bisa menentukan kapan hari atau waktu kita dipanggil pulang ke Rumah Bapa. 

Tatkala kita mengangkat dan memijakkan kaki kita, marilah kita lakukan itu dengan penuh ucapan syukur. Anggap saja setiap langkah yang kita ayunkan merupakan sebuah dunia baru dengan harapan yang baru.

‎Kadang kita bangga dengan segala rencana hebat yang telah kita buat. Prestasi-prestasi besar yang sudah tercapai, kemudian prestasi tersebut ‎membuat kita menjadi terlena, cepat berpuas diri, dan menganggap diri kita hebat,‎ seperti anak kecil, ‎kita sering lupa bahwa tanpa TUHANlah menuntun dan memimpin langkah kita, yang memberikan kesuksesan dan prestasi. Jika demikian, maka itu semua prestasi dan pencapaian kita adalah sia-sia.

Yesus berkata dalam Yohanes 15:5, demikian; “Akulah pokok anggur & kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”.

TUHAN Yesus mengingatkan murid-murid-NYA agar tetap tinggal di dalam DIA, sehingga disituasi dan kondisi seperti apapun murid-murid tidak goyah imannya dan tetap produktif [berbuah]. Demikian juga dengan kita murid-murid-NYA di akhir zaman, kita harus terus melekat dengan TUHAN, karena tanpa TUHAN dan diluar TUHAN kita tidak dapat berbuat apa-apa. Bersama dengan TUHAN yang memimpin dan menuntun kita, ‎maka sesederhana apapun yang kita lakukan, ‎akan menjadi hebat dan baik, ‎bukan saja untuk kita sendiri, tapi untuk orang di sekitar kita juga.

Sukses dalam hidup tidak di tentukan oleh berapa banyak prestasi yang telah kita raih dan harta yang telah kita kumpulkan, namun sejauh mana kita telah menjalani kehidupan yang bermakna dan bermanfaat bagi orang lain.

Nilai manusia tidak ditentukan oleh apa yang ia miliki dan apa yang telah dicapai melainkan bagaimana ia telah hidup dan telah menjadi berkat. Kekayaan manusia bukan pada apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan.

Rasul Paulus berkata dalam surat 2 Korintus 9:12-14 demikian; “Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, sedangkan di dalam DOA mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu.”

Paulus melihat potensi persatuan yang kuat ditengah jemaat Korintus dibalik perpecahan yang ada karena favoritisms atau kultus pada pribadi. Kasih dan kepedulian satu sama lain yang terjadi di jemaat pada akhirnya melahirkan ucapan syukur kepada TUHAN karena pemeliharaan-NYA yang sempurna.

‎Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Adalah kehendak TUHAN agar setiap kita sebagai orang percaya mengekpresikan kasih dalam tindakan nyata kepada orang lain. Sebelum Yesus disalibkan, DIA memberikan perintah baru yaitu; Supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” [Yohanes 13:34-35].

Hidup yang berkenan kepada Tuhan bukan ditentukan oleh banyaknya prestasi, harta, atau rencana besar yang kita capai, melainkan oleh sejauh mana kita berjalan bersama-Nya dalam setiap langkah.

Mazmur 37:23-24 menegaskan bahwa langkah orang benar ditetapkan oleh Tuhan, dan sekalipun ia jatuh, ia tidak akan tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya; karena itu prestasi dan keberhasilan hanya berarti bila dilakukan dalam penyertaan Kristus, sebab di luar Dia semua adalah sia-sia (Yohanes 15:5). Hidup yang melekat kepada Kristus akan menghasilkan buah dalam kasih, menjadi berkat nyata bagi sesama, dan memuliakan Allah melalui pelayanan yang penuh kasih sebagaimana dinasihatkan Rasul Paulus (2 Korintus 9:12-14). Maka, mari kita jalani hidup dengan ucapan syukur, melekat pada Tuhan, dan melayani sesama dengan kasih Kristus, sebab inilah makna sejati hidup yang berkenan kepada-Nya.

Mengasihi orang lain seperti Yesus mengasihi kita bukan sesuatu yang mudah. Ada standar kasih TUHAN yang bertentangan dengan standard dunia. Namun kiranya Roh Kudus menolong kita, supaya sebagai orang yang telah dibenarkan kita hidup dalam standard kebenaran firman bukan sebagai kewajiban namun sebagai bentuk ucapan syukur atas pembenaran yang TUHAN kerjakan bagi kita.

💡 Hikmat Hari Ini:
“Hidup yang berkenan kepada Tuhan bukan diukur dari apa yang kita miliki, tetapi dari kasih yang kita bagikan dan jejak berkat yang kita tinggalkan.”

Kiranya Roh Kudus menolong kita. Amin.

Tuhan memberkati.

DS

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *