Elohim Ministry youth PERSEMBAHAN TERBAIK ORANG MAJUS

PERSEMBAHAN TERBAIK ORANG MAJUS



Renungan Harian Youth, Selasa 24 Desember 2024
Matius 2:11, maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Setelah Tuhan Yesus lahir, sambutan yang dicatat di dalam Injil Matius adalah sambutan dari orang-orang Majus. Mereka ini adalah orang-orang yang ahli di dalam perbintangan. Mereka berasal dari daerah sungai Efrat yang mendapatkan pengaruh dari ilmu nujum dan astrologi warisan budaya Babel dan Persia. Tetapi entah mengapa, pengaruh dari ilmu kafir itu ternyata membuat mereka mengambil kesimpulan bahwa ada raja agung yang akan lahir.
Orang-orang Majus, ahli perbintangan itu, dipengaruhi oleh kebudayaan Babel dan Persia, tetapi ternyata ilmu mereka mengarah kepada kelahiran Tuhan Yesus. Namun walaupun setiap kebudayaan manusia akan mengarahkan orang kepada kebenaran, tetapi selalu gagal mencapai garis finis. Ayat 4 dan 5 mengatakan bahwa untuk tiba kepada kebenaran yang final harus melalui firman Tuhan.
Para majus tahu ada “raja” akan lahir, tetapi hanya Taurat yang mengatakan di mana “Sang Raja” akan lahir.
Tetapi sebelum mereka mempersembahkan apa yang mereka telah siapkan itu, mereka sujud menyembah-Nya sebagai Raja. Ini adalah suatu sikap yang menyatakan bahwa mereka mau merendahkan diri di hadapan Tuhan sebagai tanda ketidaklayakan di hadapan hadirat-Nya yang suci dan kudus. Mereka membawa persembahan sebagai tanda dan rasa hormat sekaligus ungkapan sukacita. Yakni emas, kemenyan dan mur, untuk Yesus,
Rekan-rekan youth, ayat emas kita hari ini menyampaikan tiga hal.
Pertama, orang-orang Majus itu tidak datang ke kandang dan menemukan bayi Yesus di dalam palungan. Tidak, ayat ini mencatat bahwa mereka datang ke “rumah itu”. Memang tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Alkitab bahwa Tuhan Yesus dilahirkan di kandang domba. Hanya karena bayi Yesus dibaringkan di dalam palungan yang seringkali membuat orang menggambarkannya bahwa Yesus lahir di kandang ternak.

Kiranya masing-masing kita mengikuti teladan mereka, berani punya niatan yang mulia untuk bertemu dan menyembah Yesus. Segala halangan tak akan menghentikan niatan mulia itu dilaksanakan.
Kedua, orang-orang Majus sujud menyembah Yesus. Penyembahan kita hendaklah membawa seluruh bagian diri dan hidup kita hanya untuk menyembah Yesus. Hati kita sungguh menghormati Dia. Membaktikan jiwa raga untuk meninggikan nama Yesus. Memang tinggi langit tak terukur tapi jiwa harus tetap dilatih dan diatur untuk sujud menyembah-Nya.
Ketiga, orang-orang Majus mempersembahkan harta yang mereka miliki sebagai tanda hormat dan syukur mereka kepada Yesus. Mari kita persiapkan sebagian harta kita untuk memuliakan Yesus dengan jalan menjadi saluran kasih-Nya kepada orang-orang yang membutuhkan.
Apa yang dilakukan Orang-Orang Majus Memberi Kita Pelajaran Bahwa Iman Percaya Mereka Kepada Yesus Sungguh Besar, Mampu Melampaui Segala Tantangan Yang Dihadapi. Karena Iman, Mereka Datang Dari Negeri Jauh Pergi Untuk Menyembah Bayi Yesus Dan Memberikan Seluruh Jiwa Raga Kepada-Nya Melalui Penghormatan Dan Persembahan Yang Terbaik.
Orang-orang Majus ini menjadi contoh yang mempermalukan semua golongan Israel yang merasa diri lebih dekat dengan Tuhan dari siapa pun. Para majus menyelidiki dengan saksama ketika ada fenomena langit yang tidak biasa. Mereka akhirnya memutuskan untuk berangkat dan tanpa mengenal lelah terus mencari tempat di mana Kristus dilahirkan.
Di sisi lain, Kelahiran Yesus saat itu memang menjadi kegelisahan yang teramat dalam bagi Herodes. Ia takut jika Yesus menggantikan posisinya sebagai raja yang akan disembah oleh rakyat Yahudi. Herodes pun mulai meminta keterangan imam kepala dan ahli Taurat (ay. 4) bahkan menyuruh orang-orang majus menyelidiki keberadaan bayi Yesus (ay. 8). Perjumpaan orang-orang majus dengan Yesus inilah yang membawa mereka mendapat sukacita, sujud menyembah dan mempersembahkan harta (ay. 10-11).
Perjumpaan dengan Yesus inilah yang membuat mereka berpengharapan tentang hadirnya pemimpin dan gembala Israel.
Pengalaman berjumpa dengan Yesus tidak akan dibatasi oleh apa pun karena itu lahir saat kita haus dan rindu bertemu dengan-Nya. Renungan kita hari ini seakan mendorong pribadi kita untuk lebih dekat lagi dengan Tuhan; mari kita terus serius dengan Tuhan dan mempersilahkan DIA untuk terus bertambah-tambah dalam hidup kita. Dengan terus hidup sepenuh hati dan meneladani Pribadi Yesus, kita mempermuliakan DIA lewat hidup kita karena itulah persembahan terbaik yang harus kita berikan untuk Raja diatas segala raja.
Rekan-rekan youth, marilah bersama para Majus kita memiliki niatan yang kudus untuk datang ke hadirat Tuhan Yesus dalam pujian penyembahan dan persembahan yang terbaik. Hendaklah iman kita semakin bertumbuh kepada Yesus dengan rajin melatih kepercayaan kita kepada Yesus, dengan membina relasi yang semakin dekat kepada-Nya.

BERILAH PERSEMBAHAN YANG TERBAIK KEPADA YESUS, KARENA HANYA DIA-LAH YANG LAYAK DISEMBAH DAN DIMULIAKAN.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati

RM – DOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *