Elohim Ministry umum HATI-HATI DENGAN TINGGI HATI

HATI-HATI DENGAN TINGGI HATI



Renungan Harian Kamis, 06 Februari 2025

Ayat Pokok : Amsal 18:12 (TB)  “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”

Shalom.. Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Teks pokok kita hari ini merupakan salah satu bagian dari kumpulan amsal-amsal dari Salomo. Salah satu arti dari amsal adalah pembelajaran dan hal ini nampak sangat jelas dalam amsal tulisan dari Salomo ini. Salomo menyatakan sebuah kebenaran yang harus selalu dipegang bahwa tinggi hati (sombong) mendahului kehancuran.

1. Kesombongan Membawa Kehancuran: Kejatuhan Lucifer

Kesombongan adalah dosa yang membuat Lucifer jatuh dari kemuliaan Allah. Yesaya 14 menceritakan bagaimana Lucifer, yang awalnya adalah malaikat terang, menjadi iblis karena kesombongannya. Ia berkata dalam hatinya: “Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah… Aku hendak menyamai Yang Mahatinggi.”Yesaya 14:13-14. Lucifer ingin menyamai Allah, tetapi justru dihukum dan dilemparkan ke dalam kehancuran. Ini menunjukkan bahwa kesombongan bukan hanya membuat seseorang jatuh, tetapi juga menjauhkannya dari Tuhan.

Pelajaran bagi kita: Jangan pernah membiarkan kesombongan meracuni hati kita. Keberhasilan, pencapaian, dan pujian dari manusia tidak boleh membuat kita merasa lebih tinggi dari yang lain. Semua yang kita miliki adalah anugerah Tuhan, dan hanya Dialah yang layak dimuliakan.

2. Menara Babel: Kesombongan Manusia Melawan Tuhan

Salah satu contoh lain dari kesombongan manusia adalah pembangunan Menara Babel.

Kejadian 11:1-9 mencatat bagaimana manusia berusaha membangun sebuah menara yang mencapai langit dengan tujuan “membuat nama bagi diri mereka sendiri” (Kejadian 11:4). Namun, Tuhan menggagalkan rencana mereka dengan mengacaukan bahasa mereka, sehingga mereka tidak dapat bekerja sama dan akhirnya tersebar ke seluruh bumi.

Ketika kita mencoba membangun ambisi pribadi tanpa melibatkan Tuhan, usaha kita akan sia-sia. Tuhan menentang kesombongan, tetapi memberikan kasih karunia kepada mereka yang rendah hati (Yakobus 4:6).

Amsal 19:21 menuliskan; “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.” Allah menggagalkan rencana proyek mereka dengan mengacaukan bahasa mereka, dengan ini Tuhan memaksa mereka untuk menyebar ke seluruh bumi sesuai dengan kehendak-Nya.

Charles Spurgeon dalam bukunya “Morning and Evening Devotions” mengingatkan, “Kita tidak boleh membangun menara untuk diri sendiri, tetapi kita harus membangun menara untuk Tuhan.” Ini menegaskan bahwa segala usaha kita harus ditujukan untuk kemuliaan Allah, bukan diri sendiri (1 Korintus 10:31 (TB)  Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Di era sekarang ini,  ada banyak orang yang masih berusaha “membangun nama” bagi diri sendiri. Mereka mencari ketenaran dan kekuasaan dengan mengorbankan kehendak Allah. Namun, syukur kepada Allah yang memberikan Firman-NYA yang mengingatkan kita agar kita tidak tinggi hari dan sombong, karena “Setiap orang yang meninggikan diri akan direndahkan dan setiap orang yang merendahkan diri akan ditinggikan” (Lukas 14:11). Yesus adalah teladan terbesar kerendahan hati. DIA yang memiliki rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan-NYA dengan Allah sebagai milik harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba. Dalam keadaan sebagai manusia, IA telah merendahkan diri-NYA dan taat sampai mati, bahkan mati diatas kayu salib (Filipi 2:6-7).

Kesombongan adalah jalan menuju kehancuran, tetapi kerendahan hati akan membawa kita kepada kehormatan sejati di mata Tuhan. Belajarlah dari kejatuhan Lucifer dan kehancuran Menara Babel—kesombongan selalu berakhir dengan kegagalan. Sebaliknya, belajarlah dari Yesus yang mengajarkan bahwa kehormatan sejati datang dari hati yang rendah dan penuh kasih.

Apakah kita masih sering mencari pujian bagi diri sendiri? Mari kita memperbaiki hati kita dan membangun hidup yang memuliakan Tuhan, bukan ambisi pribadi. Jangan tinggi hati, tetapi jadilah rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama. Seperti nasehat Paulus bagi kita; “Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku” (2 Korintus 11:30). Dengan kerendahan hati dan ketaatan pada kehendak Allah, kita dapat menjadi saluran berkat bagi dunia. Amin.

“Jika engkau ingin meninggikan diri, maka bersiaplah untuk direndahkan. Tetapi jika engkau merendahkan diri, Tuhan sendiri yang akan meninggikanmu.”

Tuhan Yesus memberkati!

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *