Kitab Yeremia pasal 19-20
Yeremia 19 berisi perumpamaan tentang buli-buli tanah yang dihancurkan sebagai simbol hukuman Tuhan atas Yehuda. Tuhan memerintahkan Yeremia untuk membeli buli-buli tanah dan memecahkannya di Lembah Ben-Hinom, tempat di mana bangsa itu melakukan penyembahan berhala dan pengorbanan anak. Hal ini menggambarkan bahwa hukuman Tuhan atas Yehuda akan bersifat final dan tidak dapat diperbaiki, seperti buli-buli yang sudah pecah. Kota ini akan menjadi tempat kehancuran dan kengerian karena dosa-dosa mereka.
Yeremia 20 menceritakan penderitaan Yeremia karena pelayanannya sebagai nabi. Pashur, seorang imam, menangkap dan menyiksa Yeremia karena nubuat-nubuatnya tentang kehancuran Yehuda. Namun, Yeremia tetap menyampaikan bahwa Pashur dan keluarganya akan mengalami pembuangan dan penderitaan. Dalam bagian lain, Yeremia mengungkapkan pergumulannya dengan Tuhan, merasa putus asa karena banyak orang menolaknya dan mengolok-oloknya. Meskipun begitu, ia tetap mengandalkan Tuhan sebagai pembelanya.

Kesimpulan:
Dosa yang terus-menerus tanpa pertobatan akan membawa kehancuran yang tidak bisa diperbaiki. Ketika manusia menolak Tuhan dan hidup dalam kejahatan, mereka akan menuai konsekuensi yang mengerikan.
Mengikuti Tuhan bisa membawa penderitaan dan perlawanan, tetapi Tuhan selalu menyertai dan membela hamba-hamba-Nya. Bahkan dalam pergumulan dan keputusasaan, tetaplah percaya bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan dan keadilan.
Lanjutkan di Link Membaca :