Kitab Yeremia pasal 31-32
Yeremia 31 berisi tentang pemulihan orang Israel di zaman akhir, Rahel yang sedang meratap dihiburkan, Efraim yang menyesal dibawa pulang kembali, Kristus dijanjikan. Perhatian-Nya atas umat-Nya dengan memberikan perjanjian yang baru. Allah di akhir zaman akan membawa Israel lagi ke dalam hubungan perjanjian yang baru dengan diri-Nya, yang darinya selama ribuan tahun mereka terputus karena pemberontakan terhadap Firman-Nya. Saat itu, semua akan mengakui Allah, dan bumi akan dipenuhi dengan nyanyian sukacita.
Yeremia 32 menggambarkan bagaimana Yeremia, meskipun sedang dipenjara, membeli sebidang tanah di Anathot sebagai tanda bahwa Tuhan akan memulihkan Israel. Barukh harus menyimpan surat pembelian itu, sebagai tanda dari kembalinya orang-orang. Yeremia dalam doanya mengeluh kepada TUHAN. TUHAN menegaskan bahwa pembuangan disebabkan oleh dosa mereka dan menjanjikan kepulangan yang penuh kasih setia. Ketika kita bingung dengan cara pemeliharaan Allah, adalah baik untuk berdoa kepada Dia, yang dengan itu kita akan diajar bahwa tidak satu katapun dari rencana-Nya yang akan gagal.

Kesimpulan:
Tuhan penuh kasih setia dan berjanji untuk memulihkan umat-Nya. Dalam perjanjian baru, hubungan dengan Tuhan tidak hanya berdasarkan hukum tertulis, tetapi pada hati yang diubahkan oleh-Nya.
Meskipun umat Tuhan mengalami penghukuman, pemulihan tetap menjadi bagian dari rencana-Nya. Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya untuk memulihkan mereka yang bertobat.
Lanjutkan di Link Membaca :