Renungan Harian Youth, Sabtu 22 Februari 2025
Shalom, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya hari ini, rekan-rekan youth-Youth? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Sebuah ilustrasi,.. Dua ekor kambing berjalan dengan gagahnya dari arah yang berlawanan di sebuah pegunungan yang curam, saat itu secara kebetulan mereka secara bersamaan masing-masing tiba di tepi jurang yang dibawahnya mengalir air sungai yang sangat deras. Sebuah pohon yang jatuh, telah dijadikan jembatan untuk menyebrangi jurang tersebut. Pohon yang dijadikan jembatan tersebut sangatlah kecil sehingga hanya dapat dilalui oleh seekor kambing saja. Jembatan yang sangat kecil itu akan membuat orang yang paling berani pun akan menjadi ketakutan. Tetapi kedua kambing tersebut tidak merasa ketakutan. Rasa sombong dan harga diri mereka tidak membiarkan mereka untuk mengalah dan memberikan jalan terlebih dahulu kepada kambing lainnya.
Saat salah satu kambing menapakkan kakinya ke jembatan itu, kambing yang lainnya pun tidak mau mengalah dan juga menapakkan kakinya ke jembatan tersebut. Akhirnya keduanya bertemu di tengah-tengah jembatan. Jika keduanya masih tidak mau mengalah dan saling mendorong dengan tanduk mereka, maka kedua kambing tersebut akan jatuh ke dalam jurang dan tersapu oleh aliran air yang sangat deras di bawahnya. Akhirnya yang seekor memutuskan untuk menundukkan badannya dan membiarkan yang lain lewat di atasnya. Dan mereka berdua sampai ke tempat tujuan masing-masing dengan selamat. Ilustrasi singkat dan sederhana ini mengingatkan kita akan pentingnya kerendahan hati dan tidak perlu “ngotot-ngototan”.
Rasul Paulus menuliskan dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Filipi 2 : 3b -11 “…Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
Sebagai murid Yesus, sikap kerendahan hati sangatlah diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, Tuhan Yesus sudah lebih dulu memberikan contoh didalam kehidupan kita untuk mengikuti-Nya.
Teladan kerendahan hati dari Tuhan Yesus, bukan hanya dari ucapan saja, melainkan Tuhan Yesus juga melakukannya. Oleh sebab itu kita wajib menaruh pikiran dan perasaan kita didalam Kristus Yesus. (Filipi 2:5). David Brooks, seorang penulis New York Times mengatakan: “Kerendahan hati itu bukan berpikir bahwa kita itu rendah, tetapi berpikir secara akurat tentang diri kita sendiri.”
Hidup dengan kerendahan hati artinya adalah hidup sedemikian rupa didalam konteksnya Tuhan, Bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk kemuliaan Tuhan. Seperti Tuhan Yesus, “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada dilangit, dan yang ada diatas bumi, dan yang ada dibawah bumi, dan segala lidah mengaku :Yesus Kristus Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.” (Filipi 2:6-11).
Yesus sudah meninggalkan teladan bagi kita, dengan meninggalkan kemuliaan-Nya untuk menjadi manusia sama seperti kita dan mati diatas kayu salib, sehingga kita dapat beroleh hidup yang kekal. Kerendahan hati bukan tanda kelemahan, namun bukti sifat yang diteladankan oleh Kristus.
”Kerendahan hati merupakan ibu dari semua sifat baik. Kerendahan hati merupakan sikap paling damai yang memiliki makna dan dampak luar biasa serta kasih yang menjadi nyata.” – Mother Theresa
Rekan-rekan Youth yang dikasihi Tuhan, merilah kita hidup dengan kerendahan hati, bukan dengan kesombongan dan ngotot-ngototan. Tapi biarlah hidup kita menjadi teladan, karena Yesus sendiri telah lebih dahulu memberikan teladan kerendahan hati kepada kita, muris-murid-Nya.
Tuhan memberkati,
MW – AdS
PENGUMUMAN
Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 22 Februari 2025 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu

Tema youth celebration kita sore ini adalah ~ ” Indah Pada Waktunya”~ ~
Pengkhotbah 3:11 (TB) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktu yang tepat. Bahkan, Dia menaruh kekekalan dalam hati kita. Kita seringkali merasa tidak sabar, ingin segala sesuatu terjadi sesuai dengan keinginan kita. Tapi, pernahkah kita merenungkan bahwa Tuhanpunya rencana yang jauh lebih indah dari apa yang bisa kita bayangkan? Mari kita bersama-sama merenungkan firman Tuhan dan membuka hati untuk menerima hikmatNya. Kita akan belajar bahwa setiap peristiwa, setiap pertemuan, setiap tantangan, memiliki tujuan yang indah dalam rencana Tuhan…
Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu