Kitab Yehezkiel pasal 1-2
Yehezkiel 1 menggambarkan penglihatan luar biasa yang diterima nabi Yehezkiel ketika ia berada di pembuangan di Babel. Yehezkiel melihat langit terbuka dan menyaksikan takhta Tuhan dengan kemuliaan-Nya yang penuh keagungan. Ia melihat empat makhluk hidup dengan empat wajah (manusia, singa, lembu, dan rajawali), serta roda-roda berkilauan yang bergerak ke segala arah. Di atas semuanya, ia melihat kemuliaan Tuhan yang tidak terbayangkan. Penglihatan ini menunjukkan kehadiran Tuhan yang tidak terbatas pada Bait Suci di Yerusalem, tetapi juga menyertai umat-Nya di pembuangan.
Yehezkiel 2 Tuhan memanggil Yehezkiel untuk menjadi nabi bagi bangsa Israel yang memberontak. Tuhan memperingatkan bahwa tugasnya tidak akan mudah karena umat ini keras kepala dan menolak firman-Nya. Namun, Yehezkiel diperintahkan untuk tidak takut, melainkan tetap setia menyampaikan pesan Tuhan, apakah mereka mau mendengar atau tidak. Tuhan juga memberi gulungan kitab kepada Yehezkiel, yang berisi pesan tentang hukuman dan kesedihan yang akan datang.

Kesimpulan:
Tuhan berdaulat dan hadir di mana saja, bahkan di pembuangan. Kemuliaan-Nya tidak terbatas oleh tempat fisik, dan Dia tetap memimpin umat-Nya dalam segala situasi.
Tuhan memanggil hamba-Nya untuk berbicara kebenaran, meskipun banyak yang menolak mendengarkan. Tugas seorang nabi adalah tetap setia kepada Tuhan, bukan mencari penerimaan dari manusia.
Lanjutkan di Link Membaca :