Renungan Harian Youth, Selasa 18 Maret 2025
Pengkhotbah 11:5 sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.
Kita sering melintasi satu jalan yang biasanya lancar, tetapi suatu kali jalan itu sangat macet. Kita mungkin heran, bertanya-tanya, ada apa sih, kok bisa macet? Mobil maju sedikit demi sedikit, sampai kita melihat sebuah truk besar sedang mogok. Kita akhirnya tahu apa yang menjadi penyebab kemacetan.
Hidup manusia penuh dengan ketidakpastian. Kita sukar memprediksi kejadian besok. Hal yang menyenangkan dan yang buruk sama-sama berpeluang bisa terjadi.
Di dalam hidup, kita mungkin paham bahwa kita tidak mungkin mengendalikan semua hal, tetapi setidaknya kita juga bisa memahami, mengapa sesuatu hal terjadi pada diri kita? Apa penyebabnya? Kalau kita mengerti apa maksud dan bagaimana jalan hidup kita, kita bisa lebih tenang. Pendeknya, di dunia ini tak ada yang pasti kecuali ketidakpastian itu sendiri.
Masa muda adalah masa produktif, saat seseorang bisa mengembangkan segala kemampuan yang dimilikinya. Secara umum, kaum muda mempunyai masa hidup yang lebih panjang. Oleh karena itu, sayang bila kaum muda mengerjakan hal yang sia-sia. Yang paling menyedihkan adalah bila ada anak muda yang sengaja menyia-nyiakan hidupnya karena merasa bahwa dirinya masih muda dan masih memiliki banyak waktu dan kesempatan.
Rekan-rekan youth, “Bagaimana kita menyikapi ketidakpastian hidup ini?” Nas hari ini mengajarkan bahwa hidup dalam ketidakpastian ada risikonya, tetapi juga menyimpan kesempatan. Dengan begitu, antara dua tarikan ini kita perlu mempersiapkan kehidupan yang bijaksana.
Pengkhotbah mengatakan, “Lemparkanlah rotimu ke air, ” (1). Ini menggambarkan bahwa hidup ini merupakan sebuah kesempatan sehingga kita harus memanfaatkannya dengan baik dan bijak. Ketidakpastian hidup jangan sampai disikapi dengan cara bodoh, yaitu hanya menunggu dan berpangku tangan. Pengkhotbah menganjurkan agar kita mengobarkan semangat dan kepercayaan untuk menghadapi ketidakpastian dengan iman bersama Tuhan.
Pengkhotbah juga menasihati agar tidak menunggu kondisi sampai sempurna (4-6). Jangan menunggu masalah reda, baru kita menyongsong masa depan yang tidak pasti. Sebaliknya, kita dianjurkan untuk mempersiapkan masa depan (menabur dan bekerja) walau situasi tidak menentu. Ini adalah sikap yang bijak dalam menghadapi misteri kehidupan.
Pengkhotbah berkata, “Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.” (ay. 5a). Seluruh alam semesta penuh dengan misteri, mulai dari atom terdalam hingga bintang terjauh di angkasa dan segala sesuatu di antaranya. Apa yang Tuhan lakukan dalam hidup kita juga tidak kalah misteriusnya. Mengapa Dia mengambil sesuatu yang ingin kita simpan atau memberi kita sesuatu yang tidak pernah ingin kita miliki? Mengapa doa kita tidak terkabul dan impian kita tidak terwujud? Kita harus mengakui dengan segala kerendahan hari bahwa tidak semua pekerjaan Allah dapat dipahami. Terlalu besar dan tinggi jalan-jalan Allah untuk kita bisa tampung dengan keterbatasan diri kita.
Ketika diperhadapkan pada kekhawatiran terhadap masa depan, kita diminta agar mempersiapkannya dengan bijak sesuai dengan firman-Nya.
Besyukur masih ada misteri yang lebih membahagiakan, termasuk misteri keselamatan kita sendiri. Apa yang membuat Anak Allah rela menderita dan mati demi dosa-dosa kita, menanggung rasa bersalah dan malu kita di kayu salib? Mengapa Allah memilih kita dari semua orang, untuk percaya kepada Yesus dan menerima kehidupan dalam nama-Nya? Apa rencana Allah bagi banyak negara yang masih terhilang dalam dosa?Mengapa gereja yang menderita nampaknya menghasilkan lebih banyak buah rohani? Apa yang sedang Tuhan lakukan? Saat kita memikirkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita mendapati diri kita setuju dengan yang dikatakan pengkhotbah, “… demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.” Kita bisa memahami hal-hal tertentu, tetapi banyak pekerjaan Tuhan tidak terselami, percayalah selalu pada rancangan-Nya.
Jangan menunggu keadaan sempurna karena situasi itu mungkin tidak akan pernah ada. Keputusan ini penting untuk pertumbuhan rohani kita. Walaupun hidup dipenuhi ketidakpastian, kita mau menghadapinya dengan hati yang bijak.
Dia tetap memegang kendali dan otoritas, sekalipun di tengah ketidakpastian yang kita hadapi. Namun, Dia tidak ingin kita hanya berpangku tangan, melainkan agar tetap aktif dan produktif yakni dengan mengerjakan dan menyebarkan kebaikan selama kita di dunia ini.
Rekan-rekan youth, Ketidak pastian akan masa depan jangan membuat kita berhenti berkarya dan melakukan yang terbaik dalam hidup ini. Apa yang dapat kita kerjakan hari ini, kerjakanlah dengan baik. Apa yang akan kita kerjakan di depan, kita berserah kepada Tuhan, sebab Pengkhotbah berkata bahwa kita tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.
Rencanakan segala sesuatu dengan baik tanpa khawatir akan hasilnya; lakukan dan kerjakan apa yang dapat kita perbuat hari ini dengan sukacita. Tentang masa depan, kita serahkan kepada Tuhan yang menentukan hasilnya.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – DOT
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan