Renungan Harian, Selasa 18 Maret 2025
Bacaan : 2Petrus 1:19-21
Nats : 2Petrus 1:21, Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah
Syalom bapak ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . . .
Ada sumbangan yang luar biasa dari para penyampai pesan terhadap kemenangan dalam Perang Dunia II, tetapi hanya sedikit orang yang mengenal mereka. Pada tahun 1942, Angkatan Bersenjata AS merekrut dan melatih 29 pemuda Indian Navajo dan mengirim mereka ke pangkalan yang amat dijaga kerahasiaannya. Orang-orang ini disebut “penyampai pesan”. Mereka diminta untuk memikirkan sebuah sandi khusus dalam bahasa asli mereka yang tidak dapat dipecahkan musuh. Mereka berhasil, sandi itu tak pernah dapat dipecahkan. Sandi itu menjaga keamanan pesan dan sangat mempermudah komunikasi di medan perang. Dua puluh tiga tahun setelah perang berakhir, sandi rahasia itu tetap tersimpan aman, untuk berjaga-jaga seandainya dibutuhkan lagi.
Namun tidak demikian dengan Alkitab. Alkitab tidak diberikan dalam bentuk sandi yang mustahil untuk dimengerti. Meskipun terdiri dari banyak perumpamaan, kata kiasan yang detail, dan juga catatan mengenai penglihatan yang luar biasa, Injil ditulis oleh manusia untuk diberikan kepada manusia.
Pesan tentang kasih dan penyelamatan Allah sangatlah jelas dan tidak mungkin salah. Para penulis Alkitab digerakkan Roh Allah untuk mencatat dengan tepat semua yang Dia ingin kita ketahui. Selama berabad-abad manusia telah dibebaskan dari dosa dan rasa bersalah mereka karena mempercayai pesan-Nya. Kita semua berutang besar kepada para penyampai pesan ini. Kita bahkan berutang lebih besar lagi kepada para penulis Kitab Suci, yang menerima firman Allah dan menuliskannya. Oleh sebab itu, marilah kita sering-sering membacanya –Dave Egner
Bapak ibu sekalian, mari terapkan ini dalam kehidupan kita sehari-hari seperti Musa juga memiliki beberapa petunjuk yang bijak bagi umat Israel. Mempelajari dan merenungkan perintah-perintah Allah harus mereka jadikan bagian dari hidup. Musa berkata, Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring, dan apabila engkau bangun (Ulangan 6:7). Secara singkat, firman Allah harus merasuk ke dalam setiap aspek hidup mereka.
Alkitab merupakan petunjuk dari Allah sendiri bagi kita untuk mengarahkan bahtera hidup. Akan tetapi, memiliki Alkitab saja tidak cukup. Alkitab harus dipelajari, diterapkan, dan dibagikan kepada sesama. Sadarilah betapa penting bekal kebenaran Firman Tuhan dalam kita mendasari berbagai aspek dalam hidup ini. Saat dalam keluarga, dalam rumah tangga, anak-anak kita, bisnis kita, saat Firman mendajadi dasarnya maka akan ada kebenaran dan tuntunan Tuhan.
Sama seperti kita selalu menengok ke belakang pada saat akan berpindah jalur di jalan raya, menerapkan firman Allah pun harus menjadi respons alami kita pada saat menghadapi permasalahan hidup. Hal itu akan membantu kita terhindar dari kecelakaan rohani – HDF
BANYAK ORANG YANG SEAKAN-AKAN BUTA DAN MENCARI-CARI AKAN KEBENARAN TAPI AKAN TERBUKALAH MATA ROHANI SAAT MEMBACA ALKITAB
Tuhan Memberkati
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan