Renungan Harian Youth, Kamis 03 Juli 2025
Mazmur 23 : 4 – 5
Kita dipanggil untuk tinggal dalam rumah Tuhan, bukan sebagai tamu, tetapi sebagai hamba yang setia melayani-Nya selamanya. Bila kebaikan Tuhan bagi kita terus bertambah seperti terang fajar yang makin bersinar hingga siang hari penuh, maka jangan biarkan balasan kasih kita kepada-Nya seperti kabut atau embun pagi yang cepat menghilang. Jika kita telah dipuaskan oleh kelimpahan dari rumah Allah, maka kita pun harus hidup dalam tanggung jawab untuk menggunakan kelimpahan itu demi kemuliaan-Nya.
Betapa kuatnya tekad untuk terus setia kepada Allah, meskipun hidup membawa kita melewati bahaya yang dalam dan menakutkan seperti lembah kekelaman. Wajar jika orang yang sedang sakit atau sudah lanjut usia merasa seperti berjalan dalam kegelapan yang menakutkan. Kata “maut” menjadi sesuatu yang menakutkan, karena pada akhirnya, setiap orang akan menghadapinya. Tidak ada yang kebal dalam pertempuran melawan kematian. Namun, dalam bayang-bayang ketakutan itu, ada satu kebenaran yang memberi kekuatan: Percaya saja kepada Allah. Ingatlah, yang kita hadapi hanyalah “bayang-bayang maut” — bukan maut itu sendiri. Bahaya yang sesungguhnya telah dikalahkan, karena Allah, melalui Yesus Kristus di kayu salib, telah menang atas maut. Maka kita tidak perlu gentar, sebab Tuhan menyertai kita bahkan di lembah tergelap sekalipun. Jika kita sudah percaya kepada Allah dengan iman yang sungguh maka dengan bangga bisa kita katakan bahwa “saya sudah penuh dengan berkelimpahan karena Allah.
Di lembah kekelaman ini, kita hanya melewatinya—berjalan perlahan dengan tenang. Bukan berlari dalam ketakutan, tetapi melangkah dengan keyakinan. Orang fasik mungkin terhempas tiba-tiba dari dunia ini, jiwanya dituntut tanpa persiapan. Tapi orang-orang kudus, anak-anak Allah, berpindah dari dunia ini menuju kekekalan dengan penuh damai, seolah sedang berjalan menuju rumah yang penuh sukacita. Lembah ini bukan akhir—hanya jalan menuju gunung sukacita, tempat Allah menanti.
Bahaya dan maut tidak lagi memiliki kuasa menakutkan. Meskipun maut disebut sebagai “raja kengerian”, itu tidak berlaku bagi domba-domba Kristus. Mereka tidak gentar menghadapinya, sama seperti domba yang tenang saat digiring ke tempat penyembelihan. Seperti Daud berkata, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya.” Anak-anak Tuhan mampu menghadapi maut dengan tenang, bahkan menyambutnya dengan damai dalam keyakinan akan janji-Nya. Bagi orang percaya, maut bukanlah sengatan yang menyakitkan, melainkan pintu menuju kehidupan sejati. Seperti anak kecil yang bermain dekat sarang ular karena tahu ia dilindungi, demikian juga orang percaya yang telah disapih dari dunia ini bisa berkata dengan iman, “Hai maut, di manakah sengatmu?” Karena maut tidak bisa memisahkan kita dari kasih Allah di dalam Kristus Yesus. Itulah sebabnya, maut tidak dapat menyakiti kita—karena kasih-Nya yang kekal memegang dan memelihara kita sampai selamanya.
It is impossible to be forgiven by God if we don’t forgive others wholeheartedly and completely. We may not be able to forget what others have done to us. But we can certainly refuse to think about the evil they did, whenever we are tempted to do so.
Maut memang bisa membunuh tubuh, tetapi tidak dapat menyentuh jiwa. Maka, mengapa kita harus takut jika maut tidak memiliki kuasa untuk benar-benar menyakiti kita? Bagi orang percaya, ada penghiburan besar: hadirat Allah selalu menyertai, bahkan di saat kita menghadapi maut sekalipun. Di momen yang paling gelap dan genting, Tuhan berdiri di sisi kita—Dia tidak pernah meninggalkan. Gembala yang baik bukan hanya memimpin kita di jalan yang benar, tetapi juga mengawal dan melindungi kita saat kita berjalan melalui lembah kekelaman, tempat bahaya mengintai dan ketakutan bisa menghampiri. Dia sendiri berjalan bersama kita, dan lebih dari itu, Dia menghibur kita. Kehadiran-Nya memberikan kekuatan: “Engkau besertaku.”
Firman dan Roh-Nya—diumpamakan sebagai gada dan tongkat—menjadi alat penghiburan kita. Tongkat gembala melambangkan pengawasan, perlindungan, dan pemeliharaan. Dengan tongkat itu, domba-domba dihitung dan dijaga dari serangan binatang buas. Begitu pun dengan kita: ketika rasa takut dan penderitaan datang seperti serigala yang mengintai, Tuhan siap mengusir semua yang hendak mencelakakan kita. Inilah penghiburan bagi setiap orang percaya: Allah memperhatikan dan menolong kita. Tidak ada lembah yang terlalu gelap, tidak ada maut yang terlalu kuat—selama Tuhan ada di sisi kita.
Perhaps someone has harmed you so badly that you really find it difficult to forgive him wholeheartedly. Ask God to help you to forgive; and you’ll find that He is more than willing to give you both the desire and the power to forgive anyone
Allah sendiri yang menjadi pembela umat-Nya. Dia akan menghardik musuh-musuh mereka, menuntun mereka dengan tongkat-Nya, dan melindungi mereka dengan gada-Nya. Dalam Alkitab, Injil disebut sebagai tongkat kekuatan Kristus—dan tongkat inilah yang menjadi sumber penghiburan yang dalam bagi orang-orang percaya, terutama saat menghadapi kematian. Di bawah mereka selalu tersedia lengan-lengan kekal yang menopang dan menjaga. Melalui segala pemberian yang baik dan limpah yang Allah curahkan saat ini, kita bisa menyimpulkan bahwa kasih setia dan kemurahan-Nya tidak akan pernah habis, melainkan akan terus berlanjut sampai selama-lamanya. Dari sini, kita dapat melihat betapa dalam dan luasnya kasih karunia Allah bagi hidup kita.
Allah menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan—baik untuk kehidupan jasmani maupun rohani, baik untuk kebutuhan saat ini maupun yang bersifat kekal. Dia tidak memberi dengan setengah hati, atau secukupnya saja, tetapi memberi dengan berkelimpahan dan penuh sukacita. Karena itu, sebagai orang percaya, sudah sepantasnya kita menyatakan dengan sungguh-sungguh syukur dan pujian atas kemurahan-Nya yang besar. Kita dapat berkata dengan penuh keyakinan seperti pemazmur:
“Pialaku penuh melimpah—cukup bagiku, dan bahkan meluap untuk memberkati orang lain di sekitarku.”
Tuhan Yesus memberkati
LW – SCW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan