Renungan Harian Youth, Sabtu 12 Juli 2025
Ayat Pokok: Yakobus 5:16b
Shalom, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya hari ini, rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Pada suatu ketika, ada seorang pendeta yang mengumpulkan jemaatnya untuk berdoa bersama agar klub malam di dekat gereja mereka ditutup. Beberapa minggu kemudian, petir menyambar klub malam itu sehingga terbakar habis. Pemilik klub malam mendengar tentang doa yang dipanjatkan oleh jemaat gereja, sehingga pemilik klub malam itu mengguguat gereja itu. Pada hari pengadilan, pemilik klub malam itu dengan berapi-api menceritakan bagaimana Tuhan telah membakar habis klub malam miliknya karena orang-orang di gereja. Sebagai pembelaan, pendeta dari gereja itu mengatakan bahwa benar mereka berdoa, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh berpikir bahwa sebuah petir akan menyambar dan membakar habis klub malam tersebut. Sang hakim memasang raut wajah yang penuh dengan kebingungan serta mengatakan,”Aku tidak percaya denga napa yang sedang aku saksikan. Didepanku ada seorang pemilik klub malam yang percaya akan kuasa doa, dan ada seorang pendeta yang tidak percaya.” Ini adalah sebuah kisah cukup terkenal di internet, dan melalui cerita ini, kita diingatkan untuk menjadi pendoa yang sejati, yaitu bukan pendoa yang asal berdoa, melainkan yang sungguh-sungguh percaya bahwa ada kuasa dibalik ucapan doa.
Yakobus 5:16b mengatakan: “Doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Ketika kita berdoa, ada sesuatu yang dahsyat terjadi dalam roh ketika kita berdoa. Prayer is a powerful weapon. Doa dapat mengubah sesuatu dalam kehidupan kita.
Namun banyak juga orang Kristen yang mengeluh mengapa doanya tidak memperoleh jawaban? Ketika kita kembali melihat ayat firman Tuhan ini menyatakan bahwa doa yang sangat besar kuasanya ini adalah doa yang diucapkan dan didoakan oleh orang yang benar. Berarti disini kita harus hidup benar dihadapan Tuhan. Orang benar adalah orang yang bersekutu dengan Firman dan hidupnya berkenan dihadapan Tuhan, serta tidak jadi batu sandungan bagi orang lain. Doa yang besar kuasanya juga berbicara tentang doa yang diucapkan dengan yakin dan percaya bahwa doa kita akan dijawab Tuhan.
Banyak sekali cerita-cerita didalam Alkitab yang menunjukkan kuasa dari ucapan doa :
Hanna berdoa kepada Tuhan ketika sedang mandul, dan akhirnya rahimnya dibukakan oleh Tuhan sehingga ia memiliki anak ( I Samuel 1).
Raja Hizkia berdoa kepada Tuhan ketika ia sudah hamper mati, sehingga Tuhan memperpanjang hidupnya beberapa tahun (II Raja-raja 20).
Para jemaat yang berdoa untuk Petrus, ketika ia dipenjara, sehingga Tuhan mengirimkan malaikat untuk membebaskannya (Kisah Para Rasul 12).
Nabi Elisa berdoa agar musuh-musuhnya dibutakan oleh Tuhan, sehingga Tuhan mengabulkannya dan kemenangan terjadi (II Raja-raja 6).
Nabi Elia berdoa agar hujan turun ketika sudah lama hujan tidak pernah turun, sehingga Tuhan menurunkan hujan secara Ajaib (I Raja-raja 18).
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, ada kuasa dibalik doa yang kita panjatkan. Pasti dari kita pernah mengalami kesembuhan dari penyakit, perlindungan dari kecelakaan, kekuatan ditengah masalah, hikmat ditengah kebingungan dan jawaban ditengah pergumulan.
Percayalah kepada Tuhan bahwa Tuhan mendengar dan berkuasa menjawab setiap doa-doa kita menurut kehendak-Nya. Oleh sebab itu, jangan bosan-bosan kita mencari wajah Tuhan selalu dalam kehidupan kita. “Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! (I Tawarikh 16:11).
Marthin Luther – “To be a Christian without prayer is no more possible than to be alive without breathing.”
Tuhan memberkati.
PENGUMUMAN
Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth yang akan diadakan nanti sore SABTU, 12 Juli 2025 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu

Tema youth celebration kita sore ini adalah ~ “Jiwa Korsa” ~
Kita hidup dalam zaman yang menuntut banyak hal: performa, pencapaian, penilaian, dan eksistensi. Tidak heran jika banyak anak muda merasa mudah lelah secara mental dan emosional. Namun, melalui tema “Jiwa Korsa”, kita diajak untuk bangkit dengan semangat baru, bahwa kita tidak berjalan sendirian. Seperti seorang prajurit yang punya solidaritas dan semangat setia kawan yang kuat, demikian juga anak-anak Tuhan dipanggil untuk memiliki mental pejuang dalam menghadapi kehidupan—karena kita punya Tuhan yang menjadi sumber kekuatan sejati.
Filipi 4:13 menjadi dasar yang kuat dalam tema ini: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ini bukan sekadar kalimat motivasi, tetapi pernyataan iman yang lahir dari relasi yang mendalam dengan Kristus. Rasul Paulus menulis ayat ini saat ia dalam penjara, bukan dalam kenyamanan. Tapi justru di tengah tekanan, ia menyatakan bahwa kekuatannya tidak berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Kristus.
Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim batu
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan