Renungan Harian Youth, Selasa 05 Agustus 2025
Ibrani 11:30, Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya
Jika kita ingin melihat benteng-benteng kejahatan runtuh, melihat kuasa kegelapan dihancurkan, dan melihat pengaruh jahat di dunia ini dihentikan, kita harus mendengar firman Tuhan, mempercayainya, dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya. Inilah pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Yosua dan bangsa Israel saat menghadapi tembok Yerikho.
Peristiwa runtuhnya tembok Yerikho adalah hasil dari iman, bukan dari kekuatan manusia.
Kota Yerikho bukanlah kota yang lemah, sebab kota tersebut dikelilingi oleh tembok yang tebal, sehingga bukan pekerjaan yang mudah bagi bangsa-bangsa lain untuk dapat menaklukkan dan mendudukinya. Mustahil bagi manusia, tapi tidak ada perkara yang mustahil bagi setiap orang yang hidup mengandalkan Tuhan dan beriman kepada-Nya. Inilah buktinya: ketika bangsa Israel mau taat melakukan kehendak Tuhan, sekalipun perintah Tuhan itu tidak masuk di akal, tidak logis, mereka berhasil menduduki kota itu. Bukan karena kekuatan militernya, bukan pula karena kemahiran Yosua dalam mengatur strategi perang, tapi karena mereka mau memraktekkan apa yang diperintahkan Tuhan.
Ketika bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian, mereka tiba di kota Yerikho yang sangat penting secara strategis. Kota ini terkunci rapat; tidak ada yang bisa masuk atau keluar (Yosua 6:1). Secara manusiawi, Yerikho tampak mustahil untuk ditembus. Namun, Tuhan berkata kepada Yosua, “Lihatlah, Aku telah menyerahkan Yerikho ke dalam tanganmu, beserta rajanya dan para prajuritnya yang gagah perkasa” (Yosua 6:2). Cara Tuhan memberikan kemenangan kepada Israel sangatlah unik: mereka harus mengelilingi kota selama enam hari, dan pada hari ketujuh, mereka harus mengelilinginya tujuh kali sambil meniup terompet.

Rekan-rekan youth, Mengapa mereka mau melakukan hal yang tampaknya aneh ini? Jawabannya hanya satu: mereka mendengar firman Tuhan, percaya bahwa itu benar, dan bertindak dengan taat. Jika rencana ini tidak berasal dari Tuhan, tentu hal itu akan terlihat tidak masuk akal. Jika mereka mendengarnya tetapi tidak benar-benar percaya, mereka tidak akan pernah melaksanakannya. Namun, karena mereka percaya pada janji Tuhan, mereka taat, dan akhirnya tembok Yerikho runtuh.
Runtuhnya tembok Yerikho adalah peristiwa yang luar biasa dan menunjukkan kuasa Allah yang bekerja melalui iman umat-Nya.
Waktu tujuh hari itu bersangkut paut dengan iman orang Israel. Artinya, Allah memang berkuasa menumbangkan Yerikho secepat Dia mau, tetapi Dia memutuskan untuk memberi jangka waktu yang agak panjang untuk melatih iman umat-Nya. Jadi, setiap kali orang Israel berjalan keliling dalam tujuh hari itu, tembok-tembok Yerikho yang masih berdiri kokoh menantang iman mereka: Benarkah Allah akan merobohkannya? Syukurlah mereka bersabar dan tidak undur. Tembok-tembok tebal akhirnya runtuh dan penulis Ibrani di kemudian hari dapat bersaksi bahwa itu terjadi “karena iman”.
Tuhan sering bekerja dengan cara seperti ini—Dia memberi janji dan sekaligus perintah yang tanpa janji tersebut mungkin tampak tidak masuk akal. Dia berjanji kepada Nuh bahwa akan ada air bah dan memerintahkannya untuk membangun bahtera. Dia berjanji kepada Abraham bahwa dia akan memiliki keturunan yang banyak dan tanah yang luas, lalu memintanya meninggalkan segala sesuatu yang sudah ia kenal. Dia berjanji kepada Musa bahwa Dia akan membebaskan Israel dari Mesir, lalu memerintahkannya untuk menghadapi Firaun, raja yang paling berkuasa saat itu.
Rekan-rekan youth, kalau kita mengarahkan pandangan kepada Tuhan yang ajaib segala perbuatan-Nya, maka masalah sebesar apa pun tidak ada arti apa-apa di hadapan Tuhan. Namun seringkali kita tidak mau taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan, dan memilih mengandalkan kekuatan sendiri, menggunakan cara sendiri mengatasi masalah. Berjalan dengan iman berarti mempercayai Allah yang kita sembah, percaya dengan apa yang difirmankan-Nya, dengan apa yang sudah dan akan diperbuat-Nya bagi kita.
Iman sejati mendengar janji Tuhan, mendengar perintah-Nya, percaya pada keduanya, dan kemudian bertindak dengan taat.
Iman akan teruji dan semakin bertumbuh pada saat persoalan terjadi dalam perjalanan hidup. Di tengah tekanan yang sulit, kita diingatkan untuk tetap berdiri teguh, mempercayai kuasa Tuhan dan janji-Nya. Jika kita ingin iman kita bertumbuh seperti otot yang semakin kuat, kita harus terus tinggal dalam firman Tuhan. Kita perlu membaca Alkitab dan bertanya, “Apa janji yang Tuhan berikan kepada saya? Apa yang Tuhan perintahkan kepada saya? Bagaimana saya bisa taat hari ini?” Ketika kita terus bersekutu dengan Tuhan melalui firman-Nya, iman kita akan dikuatkan. Dan saat kita tetap taat dalam menghadapi tantangan hidup, Tuhan berjanji, “Aku yang akan meruntuhkan temboknya.”
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – DOT
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan