Elohim Ministry umum Menjaga Hidup dari Pengaruh Dunia

Menjaga Hidup dari Pengaruh Dunia



Renungan Harian Rabu, 27 Agustus 2025

Syalom… Selamat pagi bapak ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita hidup di era zaman akhir atau orang Pantekosta biasa menyebut akhir dari pada akhir zaman. Yesus berkata; “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” [Matius 24:44]. Ini adalah bagian yang harus kita lakukan, bagian yang menjadi tanggungjawab kita menjelang kedatangannya yang semakin dekat.

Beberapa tahun kemudian, Rasul Paulus dalam suratnya kepada anak rohaninya yaitu Timotius, mengatakan bahwa ada pengaruh yang harus diwaspadai dan dijauhi, bahkan juga harus dilawan supaya jemaat dapat tetap menjadi orang-orang yang tetap berada dalam kehendak Allah sampai kedatanganNya yang kedua kali.

Beberapa pengaruh tersebut diantaranya;

1. Pengaruh Kuasa Kegelapan yaitu hal-hal yang berhubungan dengan mistis dan kuasa gelap.

Pesan Paulus sangat jelas dan transparan. “Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.” Terlihat dengan jelas nada tegas yang melarang jemaat untuk tidak melakukan diskusi spekulatif dengan guru-guru palsu yang keras keras kepala. Karena tujuan dari guru-guru palsu adalah memanipulasi dengan ajaran mereka yang menurut salah satu penafsir alkitab mengatakan implikasinya konyol dan tidak masuk akal. Sebaliknya Paulus mengajar untuk melatih diri untuk kehidupan yang beribadat [1 Timotius 4:7].

Kata “beribadah” dalam bahasa Yunani memakai kata “Eusebeian” yang artinya : kesalehan menuju kesamaan dengan Tuhan. Di zaman akhir ini kita harus benar-benar berhati-hati dan harus menjauhi guru-guru palsu dengan pengajarannya yang tidak murni. Jangan berikan celah sedikitpun di dalam hidup kita karena berpotensi untuk menkaburkan kebenaran yang telah diajarkan. Tetapi Paulus menasehati agar kita melatih diri untuk hidup dalam kesalehan dan mengejar keserupaan dengan KRISTUS. 

2. Pengaruh Cinta Uang yang melahirkan dorongan mengejar kekayaan dan menjadikan harta kekayaan segala-galanya [Gaya hidup hedonisme, konsumerisme, dsb]. 

Pengaruh ini begitu gencar dan terlihat jelas muncul dipermukaan lewat berbagai hal dan menyerang siapa saja tanpa memandang status dan jabatan seseorang. Dalam 1 Timotius 6:10-11, Paulus dengan tegas menyampaikan: “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Bukan hanya peringatan namun Paulus juga memberikan nasehat bagaimana menangkal serangan tersebut yaitu dengan mengejar dan melakukan dengan kesungguhan kehidupan yang benar senantiasa ada dalam pimpinan Roh kudus sehingga dengan sendirinya hidup kita mengalirkan buah Roh yang dapat dilihat dan dinikmati orang disekitar kita.

3. Nafsu Orang Muda yaitu perilaku yang tidak mau diatur / tidak mau dibatasi, maunya bebas tanpa aturan.

Manusia akhir zaman lebih mengutamakan kebebasan atau hak asasi manusia. Semua serba relatif dan tidak ada kebenaran yang mutlak. Hal ini juga luar biasa pengaruhnya di akhir zaman ini. Oleh sebab itu Paulus berkata ; “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” [2 Timotius 2:22].

4. Legalistik yaitu kemunafikan agama dan aturan-aturannya yang hanya dijadikan topeng.

Hati-hati agar jangan sampai kekristenan kita hanya dijadikan ritual agamawi yang tidak menyentuh pada kedewasaan manusia rohani. Pelayanan kita hanya dijadikan sebagai panggung aktualisasi diri dll. Dalam 2 Timotius 3:5  Paulus memberikan peringatan untuk berhati-hati dengan berkata:  “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, pengaruh-pengaruh diatas sangat terasa kuasanya di akhir-akhir ini, oleh sebab itu kita harus terus waspada atau berhati-hati. Tetaplah berfokus pada kekekalan dan terus menjalin keintiman dengan Roh Kudus dan senantiasa memiliki haus dan lapar akan kebenaran yaitu Firman Tuhan.

Hari ini kita belajar Bersama Kita hidup di akhir zaman di mana banyak pengaruh dunia berusaha menjauhkan orang percaya dari Tuhan, seperti kuasa kegelapan dan ajaran sesat, cinta uang yang menjerat, nafsu orang muda yang mengejar kebebasan tanpa batas, serta legalisme yang menjadikan ibadah hanya sebagai ritual tanpa kuasa rohani. Rasul Paulus mengingatkan agar kita menjauhi semua itu dan sebaliknya melatih diri dalam kesalehan, mengejar keadilan, kasih, kesetiaan, kelembutan, dan damai. Karena itu, kita harus senantiasa waspada, membangun keintiman dengan Roh Kudus, serta hidup haus dan lapar akan firman Tuhan agar tetap setia dan siap menyambut kedatangan Kristus.

 Amin.

Tuhan Yesus Memberkati.

DS

2 thoughts on “Menjaga Hidup dari Pengaruh Dunia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *