Renungan Harian Anak, Jumat 26 September 2025
Halo teman-teman Elohim Kids semuanya ! Pernahkah kalian merasa jengkel setelah menolong teman, tapi ternyata dia tidak berterima kasih? Yuk, kita belajar bagaimana menolong dengan hati yang tulus seperti yang Tuhan Yesus mau.
Setiap hari, kita punya banyak kesempatan untuk berbuat baik—menolong teman, berbagi makanan, atau memberi senyuman. Tapi, tahukah teman-teman bahwa yang Tuhan lihat bukan hanya perbuatan baik kita, melainkan juga hati kita? Tuhan Yesus mengajarkan agar kita melakukan kebaikan bukan untuk mencari pujian atau balasan, melainkan dengan ketulusan hati.
Aku punya sebuah cerita …
Di ruang kelas yang ramai, Nana duduk sambil cemberut. Tangannya menopang dagu, matanya melirik ke arah Dina yang sedang tersenyum bahagia menerima nilai ulangannya.
“Ah, aku kesal sama !” keluh Nana dengan suara pelan namun kesal.
“Kenapa, Na?” tanya Reni yang duduk di sebelahnya.
“Aku sudah capek-capek bantuin dia belajar bahasa Inggris. Malam-malam aku sampai kurang tidur, tapi sekarang… lihat! Nilainya bagus banget! Dan dia nggak bilang terima kasih sama sekali. Huh, kalau tahu gitu, aku malas bantu dia lagi!” kata Nana sambil melipat tangannya dengan dongkol.
Reni menatap Nana dengan lembut, lalu berkata, “Nana, coba pikir deh. Kalau kita menolong hanya supaya dipuji atau dibalas, itu namanya bukan tulus. Menolong itu harus dari hati. Kalau kamu tulus, kamu justru ikut bahagia karena Dina berhasil, meski dia lupa berterima kasih.” Nana terdiam. Wajahnya mulai melunak, lalu ia menarik napas panjang. “Iya juga ya, Ren. Mungkin aku terlalu mikirin diriku sendiri.”

Nah teman-teman, sering kali orang melakukan kebaikan supaya dipuji atau diingat jasanya. Tetapi Tuhan Yesus berkata: 📖 Matius 6:4 – “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Artinya, Tuhan ingin kita berbuat baik dengan hati yang rela dan tulus. Kalau kita tulus, kita tidak akan kecewa atau marah saat tidak mendapat ucapan terima kasih. Karena yang terpenting adalah Tuhan melihat dan berkenan kepada hati kita.
Nah hari ini kita belajar Bagaimana kita Bisa Menghidupi Ketulusan
1. Menolong tanpa pamrih
Kalau kamu menolong teman, jangan berharap hadiah atau pujian. Menolong itu untuk membuat orang lain senang, bukan supaya kamu dipuji.
2. Belajar bersyukur
Senanglah karena kamu sudah bisa jadi berkat bagi orang lain. Walaupun tidak ada ucapan terima kasih, Tuhan melihat kebaikanmu.
3. Mengikuti teladan Yesus
Yesus sering menolong banyak orang, tapi tidak semua kembali berterima kasih. Namun Yesus tetap menolong dengan tulus. Kita pun harus belajar seperti Dia.
Teman-teman menolong dengan ketulusan hati berarti kita melakukannya dengan rela, tanpa mengharapkan pujian atau balasan. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kebaikan yang sungguh-sungguh berharga adalah yang lahir dari hati yang ikhlas. Jadi, setiap kali kita membantu teman, berbagi, atau berbuat baik, ingatlah bahwa Tuhan melihat dan senang dengan ketulusan kita. Yuk, mulai dari hal kecil kita belajar menolong dengan tulus, supaya hidup kita semakin memancarkan kasih Yesus.
Ayat Hafalan 📖 Matius 6:4 – “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Komitmenku Hari Ini
Hari ini aku mau menolong dengan hati yang tulus, tanpa marah atau kecewa jika tidak ada ucapan terima kasih.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah mengajarkan aku untuk berbuat baik dengan tulus. Tolong aku supaya selalu menolong teman-temanku tanpa pamrih, hanya untuk menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
Hikmat Hari Ini
Ketulusan hati membuat kebaikan kita berharga di mata Tuhan.
YNP – DA
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
trimakasih untuk pelayanan Elohim yang selalu menyediakan renungan. kami sebagai pelayan anak, sangat terbantu. Tuhan terus memperlengkapi teman2 semua🙏🙏🙏