Renungan Harian Rabu, 10 Desember 2025
Ayat Pokok : 2 Korintus 7:9 “namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami.”
Syalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Pada tahun 1931, pencetak traktat penginjilan mengadakan kontes penulisan buku. Hasil dari kontes tersebut, seluruh juri menentukan pemenangnya adalah seorang gembala jemaat, judul bukunya adalah ; “Jikalau anda tidak bertobat.” Salah satu kutipannya tertulis demikian; “Saya sangat yakin bahwa doktrin tentang pertobatan itu adalah sebuah catatan penting yang terhilang dibanyak gereja ortodok, saya menulis buku ini dengan sepenuh hati.”
Kenyataannya memang demikian bahwa tidak banyak gereja memberitakan tentang pertobatan. Apasih yang dimaksud dengan pertobatan??? Pertobatan dalam bahasa yunani adalah metanoia yang memiliki arti “perubahan pikiran” dan mencakup gagasan tentang perubahan hati, penyesalan yang mendalam, serta perubahan arah hidup yang radikal.
Beberapa alasan yang menjadi kemungkinan tersebut, diantaranya;
1. Berita tentang pertobatan sensitif.
Mengapa demikian??? Karena tingkat kedewasaan rohani dannpemikiran orang berbeda-beda oleh sebab itu menghasilkan respons yang berbeda. Berita pertobatan yang tulus sering kali memerlukan penggalian detail pribadi dan menyakitkan dari masa lalu seseorang. Sehingga
2. Berita tentang pertobatan bertentangan dengan kasih karunia.
Karena sifat dari berita tersebut yang menegor dosa dan mengorek luka masa lalu sehingga berpotensi menimbulkan luka baru. Sedangkan berita kasih karunia membebat dan mengobati luka.
3. Hanya cocok utk ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani
artinya berita tentang pertobatan hanya untuk orang-orang yang telah jauh dan meninggalkan Tuhan. Namun, ternyata pesan tentang pertobatan merupakan tema utama sepanjang alkitab. Nabi-nabi dalam Perjanjian Lama memanggil umat Tuhan untuk kembali dalam pertobatan kepada Allah yang benar.
Dalam Perjanjian Baru juga, contohnya;
- Yohanes pembaptis [Yohanes 1:21]
- Yesus [Markus 1:15, Lukas 5, 24:47]
- Para murid [Mark 6:12]
- Petrus [Kisah Para Rasul 3, 2 Petrus 3:9, Kisah Para Rasul 17:30].
Pertobatan adalah kehendak dan ketetapan Allah,
maka jika jemaat menyambut baik berita tersebut dengan respons yang benar maka koreksi tersebut akan membawa kita pada level baru dalam perjalanan iman Kristen kita. Pertobatan yang tulus merupakan hasil dari dukacita yang sesuai dengan kehendak Allah, yang mengarah pada perubahan hati, pikiran, dan tindakan untuk menjauhi dosa dan mendekatkan diri kepada-Nya. Pertobatan adalah sebuah keputusan yang tidak akan pernah kita sesali.
# Pertobatan bukan…
- Sekedar berduka karena dosa. Memang pertobatan menimbulkan duka karena dosa yang telah dilakukan, namun itu tdk cukup.
- Sekedar berjanji untuk menjadi lebih baik. Pertobatan itu tidak sama dengan “self reformation”
G.I Packer : “Pertobatan berarti terus menerus berbalik dari dosa saat engkau menyadari dosa- dosamu supaya engkau dapat terus menerus memberi dirimu kpd Allah.”
Pertobatan adalah “Karunia Allah”.
Mengapa demikian??? Karena memang natur kita sebagai manusia yang berdosa, secara alamiah membuat kita mencari Allah. Harus Allah yang bekerja melalui Roh Kudus yang menginsafkan manusia atas dosa dan penghakiman [Yohanes 16:8].
Paket pertobatan manyatakan dua sisi ; Di satu sisi mengatakan “tidak kepada dosa” dan disisi lain “Ya” kepada kehendak Allah. Contoh; kisah bedanya moralitas dan kekristenan. Moralitas adalah menghindari kejahatan namun kekristenan tidak berhenti sampai disitu saja, tetapi berkata “tdk kpd dosa” dan berkata “Ya” kepada kehendak Allah, terwujud dalam kehidupan berjalan bersama Allah dan melayani DIA. [1 Tes 1:9, Roma 6:13, 1 Tim 6:11, “Jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan.”
Bapak, ibu dan saudara terkasih. Allah menghendaki dan memerintahkan kita utk bertobat. Marilah kita tanggalkan manusia lama kita dan mengenakan manusia baru. Tinggalkan semua dosa dan berikan hidup kepada Allah untuk melayani DIA. Belajarlah terus menerus untuk berkata tidak kepada Dosa.
Marilah kita ubah paradigma kita, berita tentang pertobatan Berita adalah kabar baik bagi kita dan Keputusan untuk bertobat adalah langkah yang tidak akan pernah kita sesali. Jadi, marilah kita buka hati dan jangan berhenti pada kesedihan karena dosa tetapi jadikan kehendak Allah juga sebagai prioritas hidup kita.
Allah tidak pernah menolak hati yang mau berbalik kepada-Nya. Ketika kita sungguh-sungguh bertobat, kita bukan hanya menolak dosa, tetapi juga berkata “Ya” kepada kehendak Allah. Seperti kendaraan yang berputar balik di jalan yang salah, demikian pula hidup kita menemukan arah baru ketika kita memilih untuk taat dan berjalan bersama Tuhan. Maka, jangan menunda pertobatan. Gunakan setiap momen dukacita karena dosa sebagai titik balik menuju pemulihan dan kehidupan yang berkenan di hadapan-Nya.
Hikmat Hari Ini
“Pertobatan sejati bukan sekadar merasa bersalah, tetapi berani berbalik dari jalan dosa dan melangkah menuju kasih karunia Allah.”
U-Turn menuju Tuhan adalah satu-satunya jalan menuju kehidupan sejati.
Tuhan memberkati.
DS
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan