Elohim Ministry youth When Life Feels Uncertain

When Life Feels Uncertain



Renungan Harian Youth, Senin 05 Januari 2026

Not everyone enters a new year with clarity and confidence
You can make many plans, but the Lord’s purpose will prevail – Proverbs 19:21 (NLT)

 “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana,” (TB)

Ketika kita tidak tahu tentang kehidupan ini apa yang harus kita lakukan

📖 Yosua 3:15-17
Konteks singkat: Bangsa Israel akhirnya sampai di perbatasan Tanah Perjanjian, Tapi di depan mereka ada Sungai Yordan yang sedang meluap, Tidak ada jembatan, Tidak ada jalan alternatif, Belum ada tanda air akan terbelah. Secara manusia: waktunya nggak ideal, kondisinya nggak mendukung.
Tetapi yang Tuhan perintahkan: Para imam yang membawa tabut melangkah dulu ke air, Bukan menunggu air surut atau Bukan menunggu mukjizat dulu. “Yang menarik, airnya belum terbelah waktu Tuhan menyuruh mereka melangkah tetapi Mukjizatnya terjadi setelah mereka taat.”
Mari kita bandingkan dengan Perjalanan Musa:

Kadang kita mau iman seperti di Laut Merah — jalan dibuka dulu, baru kita berani. Tapi ada musim di mana Tuhan bekerja seperti di Yordan — kita diminta melangkah sebelum semuanya jelas.”

📖 Matius 14:28–31
Konteks singkat: Petrus sudah berani melangkah keluar dari perahu, tetapi Angin dan ombak datang sehingga Petrus takut dan Petrus mulai tenggelam

Momen penting dalam kisah ini Adalah Petrus berseru: “Tuhan, tolong aku!”dan Yesus langsung mengulurkan tangan-Nya. Dari kisah ini kita melihat Yesus menolong dulu, baru menegur dengan kasih. “Petrus sudah melangkah, dia sudah mencoba, tetapi di tengah jalan, angin dan ombak membuat dia takut, dan Petrus mulai tenggelam.”

“Perhatikan respon Yesus.” “Alkitab bilang, Yesus segera mengulurkan tangan-Nya, bukan marah dulu, bukan menghakimi dulu. Tapi menolong dulu.”

“Iman bukan berarti kita tidak pernah takut. Iman bukan berarti kita tidak pernah tenggelam. Iman berarti kita tahu kepada siapa kita berseru saat mulai tenggelam.”

📖 1 Raja-raja 19:4-5
Konteks singkat: Elia baru saja menang besar (di Gunung Karmel) membunuh 450 Nabi Baal, Tapi setelah itu dia menerima ancaman dari Izebel mau dibunuh. Yang dialami oleh Elia adalah takut, capek, ingin menyerah dan akhirnya dia lari

Uncertainty itu biasanya membuat orang ingin kabur, berhenti dan mau menunda Tuhan sampai hidup jelas. Yang Elia hadapi adalah ancaman, ketakutan, masa depan tidak jelas bahkan dia merasa sendirian. Tetapi kita melihat bagaimana Respons Tuhan? Tuhan tidak menyuruh Elia kabur, Tuhan tidak menyuruh Elia langsung kuat tetapi Tuhan meminta Elia tinggal untuk dipulihkan Kembali dan diarahkan kepada Panggilan yang diperbaharui. Menata ulang panggilan dari Allah kepada Elia.

STAY memberi ruang bagi kejelasan datang belakangan.
Sometimes staying doesn’t look spiritual.
Sometimes staying looks like resting instead of giving up.
Faith sometimes looks like staying when leaving feels easier

Tetap bertahan memberi ruang bagi kejelasan yang mungkin datang kemudian; kadang bertahan tidak terlihat rohani, karena sering kali bertahan berarti beristirahat, bukan menyerah — sebab iman terkadang justru tampak dalam keputusan untuk tetap tinggal ketika pergi terasa lebih mudah.

Hari ini kita belajar Ketika kita menghadapi sebuah ketidakpastian
STEP — Yosua: melangkah sebelum jelas
TRUST — Petrus: Tuhan meraih saat goyah
STAY — Elia: Tuhan hadir saat lelah

“Faith is not having it all together.”
“Faith is not feeling strong all the time.”
“Faith is choosing God even when life feels uncertain.”

Life may feel uncertain, but God’s purpose will prevail

EYC030126 HP – YDK

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *