Renungan harian Youth, Sabtu 17 Januari 2026
Salam Sejahtera dalam kasih tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Sebuah frase Latin yang sangat terkenal adalah “Ora et Labora” yang berarti berdoa dan bekerja, sebuah prinsip hidup dari Santo benediktus yang menekankan keseimbangan antara kehidupan rohani dan pekerjaan secara fisik. Hal ini menegaskan bahwa Tuhan hadir baik dalam doa maupun dalam pekerjaan yang dilakukan. Dalam suatu pertemuan doa, biasanya ditutup dengan doa bersama, dimana setiap orang dapat mengajukan pokok-pokok doa untuk didoakan bersama. Suatu ketika seorang Wanita berkata kepada temannya,”Tolong doakan saya, beberapa waktu lalu saya menderita sakit dan perlu menurunkan asam urat dan kolesterol saya.” Mendengar permintaan doa tersebut, ada yang tersenyum, tetapi ada juga yang tertawa, sambil berkomentar,”O,,itu perlu memperhatikan makanan yang dimakan.” Tetapi teman-temannya juga mendoakan Wanita tersebut. Dari contoh tersebut, kitapun menyadari bahwa disamping berdoa, ada juga bagian yang harus kita kerjakan.
Terkadang kita melihat doa seperti permintaan kepada Tuhan untuk melakukan apa yang kita mau, misalnya kesembuhan, pemulihan, berkat keuangan, kenaikan jabatan dan lainnya.
Seakan doa adalah kegiatan pasif yang hanya menunggu dan melihat apa yang akan Tuhan lakukan. Yakobus menuliskan dalam kitabnya; Yakobus 2:17 “Demikian juga halnya dengan iman: jika iman itu tidak disertai perbuatan, makai man itu pada hakekatnya adalah mati.” Iman lebih dari sekedar pengetahuan dan ilmu. Iman adalah sesuatu yang kita lakukan dan jalani.
Iman itu aktif dan melibatkan komitmen kita kepada Tuhan Yesus. Keyakinan dan komitmen kita kepada Tuhan Yesus haruslah tercermin dalam perbuatan kita.
Apa yang kita imani harus disertai dengan perbuatan dalam iman tersebut. Sebagai contoh bangsa Israel ketika berada di padang gurun. Tuhan memberikan manna kepada bangsa Israel untuk dimakan. Namun manna tidaklah dapat mereka nikmati tanpa mereka harus bangun pagi-pagi dan keluar dari tenda untuk memungutnya. Ada tindakan yang dilakukan untuk mengerjakan jawaban doa mereka ketika berada di padang gurun. Begitu juga dengan Nuh. Ia tidak hanya menunggu datangnya hujan lebat dan banjir. Namun Nuh bergerak untuk membangun sebuah bahtera untuk dirinya dan keluarganya serta Binatang-binatang yang hidup. Yesus sendiri juga tidak tinggal diam, tetapi Yesus memberikan contoh atau teladan kepada kita bagaimana berdoa dan juga bekerja, Seperti Paulus dan Silas juga Ketika di penjara, mereka memilih untuk menaikan puji-pujian kepada Allah dan berdoa (Kisah para rasul 16:25). Saat mereka dalam pergumulan, perbuatan mereka justru menunjukkan iman mereka kepada Tuhan. Iman tidak bisa di batasi dengan hal-hal sulit yang sedang dialami. Sama seperti tubuh tanpa roh adalah mati, iman tanpa perbuatanpun tidaklah memiliki kehidupan.
Yakobus memberikan contoh juga dalam kehidupan sehari-hari (Yakobus 2:15-16). Jika kita memiliki iman, namun kita tidak melakukan hal yang kita tahu untuk dikerjakan, maka iman tersebut dapat dikatakan iman yang mati. Ada sesuatu yang salah, jika kita mengaku percaya, berdoa, namun tidak menunjukkan perbedaan nyata dengan orang dunia tentang nilai-nilai kehidupan kita. Seperti halnya doa dan usaha, keduanya adalah kunci yang penting dalam kehidupan kita, dan harus sama-sama dilakukan. Yakobus juga memberikan contoh lagi mengenai Abraham dan Rahab. Abraham menunjukkan iman sejati melalui perbuatannya waktu mempersembahkan Ishak anaknya. Sementara Rahab, seorang pelacur, menunjukkan imannya dengan menyembunyikan pengintai israel dan menolong mereka melarikan diri, sehingga ia dan keluarganya selamat. Kedua tokoh ini dipakai Yakobus dalam suratnya ini untuk menunjukkan gambaran iman yang nyata dan terbukti melalui tindakan.
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, iman yang sejati diwujudkan dalam perbuatan dan tindakan kita, bukan sekedar pengetahuan saja. Iman yang disertai perbuatan atau tindakan nyata akan membuat iman itu menjadi sempurna. Jika tidak, iman itu menjadi sia-sia. Akobus 2:22,”Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan, dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.”
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, iman sejati bukan hanya sekadar kata-kata atau pengetahuan tentang Tuhan, melainkan tindakan nyata yang menunjukkan kepercayaan kita kepada-Nya.
Iman yang hidup selalu disertai dengan langkah-langkah ketaatan.
Ketika kita berdoa, Tuhan memang bekerja, tetapi Ia juga mengundang kita untuk ikut terlibat melalui tindakan iman. Seperti Abraham, Rahab, dan banyak tokoh iman lainnya, mereka tidak hanya berkata “percaya,” tetapi membuktikannya lewat tindakan mereka. Maka dari itu, marilah kita belajar untuk menyeimbangkan doa dan perbuatan — karena iman tanpa tindakan hanyalah teori, tetapi iman yang disertai perbuatan akan melahirkan mujizat dan memuliakan nama Tuhan.
Hikmat Hari Ini
“Iman yang sejati selalu melahirkan tindakan. Berdoalah dengan iman, dan bertindaklah dengan keyakinan bahwa Tuhan bekerja melalui langkah-langkahmu.”
Tuhan Yesus memberkati
MW – AdS
🔥 ELOHIM YOUTH CELEBRATION 🔥
📅 Sabtu, 17 Januari 2025
🕔 Pukul 17.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu

🎯 Tema minggu ini adalah ✨ “EXEMPLARY LIFE” ✨
1 Petrus 2:12 (TB) “Milikilah cara hidup yang baik… supaya mereka melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah.”
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus. Bukan cuma lewat kata-kata, tapi lewat cara hidup sehari-hari. Kadang orang tidak membaca Alkitab, tapi mereka membaca hidup kita. Dan sering kali, perbuatan berbicara lebih keras daripada perkataan.
🎉 Yuk datang & ajak teman-temanmu! Mari belajar bersama untuk membangun Exemplary Life —hidup yang mencerminkan Kristus dan membawa dampak nyata di mana pun kita berada.