Bacaan: Pengkhotbah 9
Nats: Pengkhotbah 9:10 , “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.”
Syalom Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus . . . .
Efisien dan efektif, dua kata ini sering dipakai bersama bahkan sering disamakan. Padahal keduanya beda. Saat krisis datang, kita sering mendengar atau mengatakan jika perusahaan harus melakukan efisiensi. Arti efisiensi yang kerap kita pahami adalah melakukan penghematan atau mengurangi pengeluaran yang dirasa tak perlu. Bagaimana dengan efektivitas? Sebagian orang menganggap. jika langkah-langkah efisiensi sudah dilakukan, otomatis pekerjaan jadi lebih efektif.
Nyatanya tak selalu demikian. Efisiensi tidak menjamin kita jadi lebih efektif. Peter Drucker memberi definisi bagus: “Efficiency is doing things right, effectiveness is doing the right thìngs”. Efisien itu melakukan dengan tepat sedang efektif itu melakukan yang tepat. Memangkas biaya-biaya tak perlu. itu tepat dilakukan, apalagi di masa krisis. Tapi, jika tidak diikuti strategi dan langkah yang tepat, kita belum bekerja efektif. Orang menjadi kaya bukan karena sedikit mengeluarkan uang, tapi karena memakai uang untuk hal yang tepat (efektif) dan tahu kapan harus mengeluarkan uang dan kapan menyimpannya (efisien).
Dalam menghadapi krisis, kita harus efisien dan efektif. Pakai sumber daya yang ada secara efektif yaitu untuk hal yang tepat (bukan yang sia-sia atau yang tak berdampak apa-apa). Kelolalah sumber yang ada agar bisa optimal menghasilkan yang terbaik. Dalam bahasa Alkitab, efisien adalah memanfaatkan apa yang ada pada kita (waktu, tenaga, uang, dll) dengan sebaik-baiknya (Ef, 5:15- 16), Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Ukurannya adalah apakah kita sudah memakai hal-hal itu secara optimal atau belum? Sedangkan efektif adalah mengenai melakukan yang terbaik (Pkh. 9:10). Untuk bertindak efektif, kita perlu tahu tujuan kita melakukan apa yang kita lakukan.
Pengkhotbah 9:11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
Maksimalkan Kesempatan Hidup: Ayat ini mengingatkan bahwa hidup adalah kesempatan terbatas yang harus digunakan untuk berkarya. Kematian adalah kepastian, dan setelah itu, tidak ada lagi peluang untuk melakukan pekerjaan atau rencana di bumi.
Etos Kerja yang Sungguh-sungguh: “Kerjakanlah sekuat tenaga” berarti bekerja dengan maksimal, jujur, dan penuh tanggung jawab. Apapun profesi atau tugas saat ini, lakukanlah sebagai ibadah dan persembahan terbaik bagi Tuhan, bukan sekadar menyenangkan manusia.
Hidup Produktif dan Takut akan Tuhan: Hikmat sejati adalah menggunakan waktu yang ada untuk melakukan kebaikan dan pekerjaan yang bermanfaat, bukan menjadi pemalas. Ini adalah panggilan untuk hidup efektif dan efisien, meninggalkan warisan yang baik.
Aplikasi:
Jadikan pekerjaan hari ini sebagai bagian dari ibadah. Kerjakan setiap tugas dengan maksimal, jujur, dan bersyukur selagi masih diberi kesempatan bernapas.
Pada akhirnya lakukan yang tepat dan terbaik karena kita semua diberi waktu yang tidak tahu sampai kapan, lakukan semua baik pekerjaan dan pelayanan kita dengan tepak dan terbaik. Supaya jangan sampai kita menyesal dikemudian hari kerena tidak melakukannya dengan tepat dan terbaik
Tuhan Yesus Memberkati
-TC-
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan