Renungan Harian Rabu, 11 Maret 2026
Ayat Pokok : Yosua 1:8 , “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”
Syalom. . . Selamat pagi bapak, ibu dan saudsra yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Dunia pernah mencatat tentang kisah orang-orang yang beruntung. Salah satu diantaranya adalah Tsutomu Yamaguchi, seorang insinyur kapal di Jepang. Pada 6 Agustus 1945, ketika Hiroshima hancur oleh “Litlte Boy” [sebutan untuk Bom Atom yang dijatuhkan oleh Amerika di Hiroshima], Yamaguchi sedang dinas kerja disana. Ia hanya berjarak tiga kilometer dari pusat ledakan. Tubuhnya terbakar, gendang telinganya rusak, tetapi ia selamat. Dua hari kemudian dia pulang ke kampung halamannya, Nagasaki. Pagi, 9 Agustus, saat menceritakan kedasyatan bom kepada atasannya, kilatan kedua muncul di langit, “Fat Man” dijatuhkan. Untuk kedua kalinya, ia berada dalam radius mematikan. Lagi-lagi ia selamat. Yamaguchi kemudian hidup hingga usia 93 tahun, menjadi simbol “niju hibakusha” korban dari dua bom atom yang diakui resmi pemerintah Jepang. Hidup Yamaguchi swperti potongan dokumenter yang sulit dipercaya, di tengah dua tragedi paling destruktif abad ke 20, dia berdiri sebagai saksi hidup ketahanan dan keberuntungan hidup manusia.

Bicara tentang kata beruntung, ini menjadi salah satu hal yang diinginkan oleh banyak orang. Selain berhasil mereka juga ingin menjadi orang-orang yang beruntung. Secara definitif, kata beruntung artinya bernasib baik, mujur dan bahagia. Beruntung juga dapat diartikan menerima hal baik secara tiba-tiba, salah satunya seperti yang dialami oleh Tsutomu Yamaguchi.
Menurut pandangan orang pada umumnya, beruntung sering dimaknai sebagai kondisi mendapatkan hasil yang positif, laba, atau nasib baik yang tak terduga, yang seringkali melebihi apa yang pantas diterima. Keberuntungan dianggap sebagai fenomena positif yang terjadi tanpa perencanaan langsung atau usaha yang logis.
Alkitab tidak anti dengan kata beruntung. Tuhan berfirman kepada Yosua demikian; Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. [Yosua 1:6-8]. Jika kita memperhatikan pesan tersebut kita akan menemukan 2 kali TUHAN berkata “beruntung” kepada Yosua.
Jika kita membandingkan kata “beruntung” dalam alkitab dengan “beruntung” dalam pandangan banyak orang pada umumnya, kita akan menemukan perbedaan yang tentunya jika kita memahaminya maka kita akan dapat memaknai
“beruntung” dalam terang kebenaran firman TUHAN.
Letak perbedaannya ada pada fokus dari beruntung tersebut. Pandangan umum melihat keberuntungan sebagai peristiwa acak yang bisa terjadi pada siapa saja dan orang memandang seseorang yang mengalami keberuntungan sebagai orang yang istimewa. Hal ini bisa membuat orang tersebut merasa diri istimewa dan lebih baik dari orang lain sehingga ia kemudian menjadi sombong. Namun jika kita melihat pesan TUHAN kepada Yosua, fokusnya adalah kepada Firman dan respon terhadap firman tersebut.Tuhan berkata; “Jangan lupa perkatakan Firman dan renungkan, supaya engkau bertindak hati-hati. . .” Jadi Firman bekerja dalam hidup seseorang menolong dia agar hidup hati-hati sesuai dengan yang tertulis di dalamnya sehingga dia berhasil dan beruntung. Firman yang terintegrasi dalam hidup dan terekspresi melalui karakter dan tindakan sehari-hari. Inilah hidup yang berkenan dihadapan TUHAN dan oleh perkenanan-NYA kita beroleh keberhasilan dan beruntung.
Jadi bukan karena siapa kita tetapi karena anugerah dan kasih karunia TUHAN bagi kita. Kita tidak layak untuk menjadi sombong dan memegahkan diri kita.
Bapak, ibu dan saudara terkasih. Firman TUHAN bukan hanya kepada Yosua tetapi pesan ini juga menjadi pesan yang relevan untuk kita, dimana keberhasilan dan keberuntungan kita terletak pada perkenanan Tuhan atas kita sehingga IA memberikan anugerah-NYA bagi kita. Anugerah-NYA menolong kita sehingga pikiran dan pemahaman kita dicerahkan. Anugerah-NYA menolong kita supaya kita bertindak hati-hati sesuai dengan Firman. Dan oleh anugerah-NYA, kita hidup sesuai dengan Firman. Ketika kita berhasil dan beruntung jangan menjadi sombong namun ingatlah selalu semua adalah anugerah TUHAN.
“Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.” [Mazmur 5:13] Amin.
Hikmat Hari Ini
Keberhasilan sejati bukanlah hasil dari keberuntungan semata, tetapi buah dari hidup yang berjalan seturut firman Tuhan.
Tuhan memberkati
DS
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>
Keberhasilan sejati bukanlah hasil dari keberuntungan semata, tetapi buah dari hidup yang berjalan seturut firman Tuhan. Amin terima kasih Tuhan. Berikan kami hikmat hari ini agar kamu tahu apa kehendak Mu. Hanya kehendak Mu yang jadi.
Terima kasih atas firman hari ini..sehingga kami tidak sombongkan diri ketika keberuntungan dan keberhasilan Tuhan Anugrahkan dalam hidupku dan keluargaku..Amin
Trima kasih atas firman ini,,biarlah apa yang menjadi renungan saat ini boleh menjadi motovasi,bahwa semua yg ada dalam kehidupan kita adalah milik Tuhan,jangan sombong,tetap rendah hati,karena anugerah Tuhan selalu nyata buat kita smua