Renungan Harian Youth, Sabtu 25 Juli 2026
I Raja-raja 15 :9 -24
Salam Sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Apa kabarnya rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Raja Asa adalah salah satu dari Raja Yehuda yang takut akan Tuhan. Dia dikenang sebagai raja yang takut akan Tuhan. Ia memulai pelayanannya dengan sangat baik. Namun jika kita membaca dalam Alkitab, diakhir hidupnya, ada beberapa Keputusan yang menunjukkan bahwa ia tidak lagi sepenuhnya mengandalkan Tuhan. Begitu juga dalam kehidupan kita orang-orang yang percaya kepada Tuhan.
Hidup bukan saja tentang mengawali atau start yang baik saja, namun juga mengakhiri dengan baik dan menyelesaikannya dengan setia.
“sebab yang bertahan pada kesudahannya akan selamat.” (matius 24:13). Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari mengenai Raja Asa, yang juga dapat membangun kehidupan kita didalam Tuhan :
1. Hati yang benar di hadapan Tuhan (ayat 11 – 15)
Firman Tuhan mengatakan bahwa Asa melalukan apa yang benar dimata Tuhan, seperti Daud, bapa leluhurnya. Asa tidak mengikuti ayahnya Abiam. Keduanya justru bertolak belakang. Abiam hidup dengan segala dosa yang dilakukan ayahnya. Sebaliknya, Asa melakukan apa yang benar dimata Tuhan. Ia menyingkirkan pelacuran dari negrinya, menjauhkan segala berhala yang dibuat oleh nenek moyangnya (ayat 11-12). Bahkan ia berani memecat neneknya dari jabatan ibu suri karena menyembah patung asyera. Raja Asa tidak mengikuti teladan keluarganya, dan ia tidak tenggelam dalam dosa yang terjadi di dalam keluarga dan lingkungannya. Dalam kehidupan Raja Asa ini, kita belajar bahwa kita juga harus menjauhi dosa dengan tegas. Jangan jadi anak-anak gampang yang menganggap remeh dosa. Tetapi sebaliknya kita harus memiliki hati yang benar dihadapan Tuhan. Mengasihi Tuhan berarti berani meninggalkan dosa, sekalipun menyangkut orang yang dekat dengan kita.
2. Keberhasilan tidak menjamin kebergantungan kepada Tuhan
Saat menghadapi ancaman dari raja Baesa, Asa tidak mencari Tuhan terlebih dahulu. Ia justru mengambil emas dan perak dari bait Allah lalu meminta bantuan Raja Benhadad dari Aram. Secara politik rencananya tersebut berhasil. Namun secara rohani, Asa sedang belajar mengandalkan manusia lebih daripada Tuhan. Tidak semua Keputusan yang berhasil adalah Keputusan yang berkenan dihadapan Tuhan. Banyak orang juga mengandalkan uang dan koneksi untuk mendapatkan sesuatu. Ada juga yang meminta nasehat teman sebelum mencari Tuhan. Namun kita tidak boleh mengandalkan orang lain untuk menyelamatkan kita, terutama mereka yang tidak mengenal Kristus. Jangan sama seperti Raja Asa, tetapi marilah kita mengandalkan Tuhan dengan sepenuhnya didalam kehidupan kita. Tuhan ingin kita bergantung pada-Nya baik dalam suka maupun duka.
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, Raja Asa menjadi sulit untuk taat diusia tuanya, dan raja Asa mengalami akhir yang menyedihkan. Ia tidak meninggal dengan baik. Ia menderita penyakit parah di kakinya dan bahkan masih menolak untuk mencari Tuhan. (II Tawarikh 16:12-13). Raja Asa memberikan Pelajaran penting bahwa ketika kita mulai dengan hati yang sungguh-sungguh mencari Tuhan, maka hiduplah dengan tetap mengandalkan Tuhan, bahkan ketika kita kuat dan berhasil dan akhirnya akhirilah hidup dengan setia kepada Tuhan. Tuhan tidak memanggil kita untuk memiliki awal yang baik saja, tetapi Tuhan ingin kita berjuang dan tetap setia sampai pada akhirnya.
Jangan hanya memulai dengan baik, tetapi tetaplah setia sampai akhir dengan terus mengandalkan Tuhan dalam setiap musim kehidupan.
“Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!” (Yeremia 17:7).
Refleksi Renungan
Sering kali kita bersemangat mengikuti Tuhan pada awal perjalanan iman, tetapi seiring berjalannya waktu kita mulai mengandalkan kemampuan, pengalaman, atau pertolongan manusia lebih daripada Tuhan. Melalui kisah Raja Asa, kita diingatkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan harus dijaga sepanjang hidup. Marilah kita terus memiliki hati yang benar di hadapan-Nya, menjauhi dosa, dan mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusan. Dengan demikian, kita tidak hanya memulai perjalanan iman dengan baik, tetapi juga mengakhirinya dengan setia dan tetap berkenan di hadapan Tuhan.
Hikmat Hari Ini
Memulai dengan baik adalah anugerah, tetapi mengakhiri dengan setia adalah bukti bahwa kita terus mengandalkan Tuhan.
Doa Meresponi Firman Tuhan Hari Ini
Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih dan penyertaan-Mu dalam hidup kami. Tolonglah kami untuk tidak hanya memulai perjalanan iman dengan penuh semangat, tetapi juga tetap setia sampai akhir. Jauhkan kami dari sikap yang mengandalkan kekuatan sendiri, dan ajarlah kami untuk selalu mencari kehendak-Mu dalam setiap keputusan. Bentuklah hati kami agar terus hidup dalam ketaatan dan tetap berharap kepada-Mu sampai akhir hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
MW – AdS

🔥✨ ELOHIM YOUTH CELEBRATION ✨🔥
📅 Sabtu, 25 Juli 2026 | 🕔 Jam 17.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu
🎯 Tema: 💔 BROKEN BUT UNSHAKEN 💪
Pernah merasa hidup terlalu berat? Pernah jatuh, kecewa, atau merasa ingin menyerah? 😔
Kamu boleh broken… Tapi bersama Tuhan, kamu tetap bisa unshaken! 🔥
Karena iman bukan berarti kita tidak pernah menangis atau merasa lemah. Iman berarti kita tetap memilih untuk percaya dan bangkit bersama Tuhan.
🙌 Yuk datang dan ajak temanmu!
Mari belajar bahwa bersama Tuhan, luka tidak harus menjadi akhir cerita.
💥 BROKEN? YES.
UNSHAKEN? ABSOLUTELY! 🔥
See you, Youth! ❤️🔥
JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>