Renungan harian Rabu, 01 Mei 2026
Filipi 2:12-13 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
Syalom . . . Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam TUHAN Yesus Kristus. Jika kita perhatikan perjalanan perkembangan kekristenan sejak lahirnya ketika pertama kali disebut “Kristen” di Antoikhia [Kisah Para Rasul 11:26], kekristenan mengalami banyak sekali tantangan dan pergumulan serta penganiayaan. Namun alkitab menulis walaupun demikian kekristenan bekembang dengan begitu pesat. Dalam tekanan yang berat, jemaat semakin bertekun dalam iman mereka kepada Tuhan Yesus, seolah-olah tantangan, pergumulan dan aniaya yang mereka alami menjadi pendorong agar mereka semakin dekat dengan Tuhan.
Tantangan kekristenan tidak hanya dari penganiayaan secara fisik saja kepada jemaat, namun jika kita mambaca alkitab, kita juga akan menemukan bahwa iman jemaat juga mengalami tantangan dalam hal pengajaran. Ada banyak pengajaran-pengajaran sesat yang timbul dimana pengajaran tersebut bertujuan agar jemaat disesatkan dari kebenaran yang telah mereka terima dari pengajaran rasul-rasul.
Salah satu pengajaran sesat yang populer pada waktu itu adalah Antinomianisme, yaitu sebuah pengajaran yang menyatakan bahwa orang Kristen yang telah diselamatkan oleh Anugerah tidak terikat oleh hukum moral Allah. “Anti” yang artinya melawan dan “Nomos” yang artinya hukum, jadi secara harafiah berarti “melawan hukum”. Ajaran mereka menyalahgunakan konsep kasih karunia sebagai ijin untuk berbuat dosa, dengan asumsi ketaatan tidak lagi diperlukan karena dosa akan terus diampuni.
Tidak hanya populer di abad pertama, pengajaran ini juga kembali menonjol pada masa reformasi gereja. Doktrin pembenaran oleh iman saja yang merupakan dasar atau inti dari reformasi oleh beberapa individu dan kelompok tertentu dibawa terlalu jauh dengan menyatakan bahwa hukum moral tidak memiliki otoritas berkelanjutan atas orang Kristen.
Pada beberapa tahun yang lalu, ada pengajaran sesat yang disebut oleh gereja yaitu sekali selamat, tetap selamat atau dalam bahasa populernya predestinasi dimana paham tersebut mengajarkan bahwa ada orang-orang orang Kristen yang telah ditetapkan oleh Tuhan Yesus untuk selamat, jadi meskipun orang tersebut melakukan dosa, dia tetap diselamatkan.
Ini adalah tantangan besar gereja dari masa ke masa dari zaman ke zaman. Selalu ada usaha dari iblis untuk menjauhkan kita orang Kristen atau orang percaya dari Tuhan. Jika dengan aniaya dan kesulitan kehidupan tidak bisa maka usaha lain adalah dengan memelintir kebenaran melalui banyaknya pengajaran palsu yang ada disekitar kehidupan orang percaya.
Kepada jemaat yang ada di Filipi, Paulus menuliskan suratnya dan memberikan pujian kepada jemaat karena ketaatan mereka, terlebih lagi sekarang [saat ketika surat tersebut mereka terima] dimana Paulus sudah tidak lagi ada ditengah mereka, Paulus mendorong mereka untuk senantiasa taat dan berpegang kepada kebenaran yang telah mereka. Menarik jika kita membandingkan teks dalam filipi 2:12 dalam terjemahan Firman Allah Yang Hidup, disana tertulis demikian; “Saudara sekalian yang saya kasihi, ketika saya berada bersama dengan Saudara, Saudara selalu berusaha menaati petunjuk-petunjuk saya. Sekarang pada waktu saya jauh, Saudara harus lebih banyak berusaha untuk mengerjakan hal-hal yang baik sebagai buah-buah keselamatan, menaati Allah dengan penuh hormat serta takut akan segala sesuatu yang mungkin tidak menyenangkan hati-Nya.”
Frasa “kerjakan keselamatanmu . . . ”
menarik untuk kita perhatikan bersama. Dalam bahasa Yunani kata “kerjakan” memakai kata ; katergazesthe yang artinya menyelesaikan, mengerjakan sampai tuntas. Kata ini berasal dari akar kata katergazomai yang berarti mengerjakan, melakukan, menghasilkan, mewujudkan atau mengupayakan sesuatu sampai selesai. Katergazesthe merupakan kata kerja perintah yang menunjukkan tindakan aktif, berkelanjutan dan bersungguh-sungguh. Jadi yang Paulus maksudkan dari nasehat tersebut adalah agar jemaat menghidupi, mewujudkan dan mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari keselamatan yang telah mereka terima dengan hormat dan gentar hingga tuntas atau akhir kehidupan mereka. Apa yang Paulus harapkan seolah menjadi sebuah tanggungjawab yang sangat berat yang harus dikerjakan oleh jemaat, namun Paulus juga memberikan penghiburan dan kekuatan dengan berkata; “karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”
Kata “mengerjakan” dalam bahasa Yunani memakai kata “Energon” yang berasal dari akar kata “energeo” yang berarti bekerja, beroperasi, efektif atau mengeluarkan kekuatan. Kata energeo menggambarkan aktivitas yang menghasilkan dampak dimana seringkali digunakanbdalam konteks supranatural atau energi aktif yang bekerja di dalam diri seseorang. Dari kata energeo ini lahirlah kata energi dalam bahasa Indonesia. Dengan kata lain Paulus memghiburkan jemaat dengan berkata bahwa mereka mengerjakan tanggung jawab iman mereka tidak dengan kekuatan mereka sendiri namun dengan kekuatan Allah yang ada dalam diri mereka yaitu melalui Roh Kudus yang telah mereka terima.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Filipi mengingatkan bahwa keselamatan yang kita terima bukan hanya untuk diyakini, tetapi juga untuk dihidupi setiap hari. Orang percaya dipanggil untuk terus bertumbuh dalam ketaatan kepada Tuhan, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti penderitaan, godaan dunia, maupun pengajaran yang menyesatkan. Namun tanggung jawab ini tidak kita jalani dengan kekuatan sendiri. Tuhan sendiri bekerja di dalam hati kita melalui Roh Kudus, memberikan kemauan dan kemampuan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, marilah kita tetap setia menghidupi keselamatan yang telah kita terima sampai akhir hidup kita. Amin.
Refleksi Renungan
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa keselamatan yang kita terima di dalam Kristus adalah anugerah yang harus kita hidupi setiap hari. Kita tidak hanya dipanggil untuk percaya, tetapi juga untuk menunjukkan iman itu melalui kehidupan yang taat kepada Tuhan. Dalam perjalanan iman, kita pasti menghadapi berbagai tantangan, baik melalui kesulitan hidup maupun melalui pengajaran yang dapat menyesatkan kita dari kebenaran firman Tuhan. Namun kita tidak berjalan sendirian, karena Tuhan sendiri bekerja di dalam diri kita melalui Roh Kudus. Oleh sebab itu, marilah kita terus belajar setia, menghidupi firman Tuhan, dan menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya sampai akhir kehidupan kita.
Hikmat Hari Ini
Keselamatan adalah anugerah Tuhan, tetapi ketaatan adalah respons iman yang harus kita hidupi setiap hari.
Tuhan Memberkati.
DS
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>
Amin, terima kasih Tuhan untuk renungan pada pagi hari ini.