Elohim Ministry umum Sumber Kuat-ku

Sumber Kuat-ku



Renungan Harian, Selasa 8 Juli 2023

Bacaan : Roma 7:13-20

Nats: Filipi 4:13, Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku

Syalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .

            Salah satu pahlawan olahraga terbaik di Fiji bernama Waisale Serevi, yang dikenal sebagai salah satu dari tujuh pemain rugby terbaik yang pernah ada. Pernah dianggap terlalu kecil untuk bermain rugby, nyatanya Serevi terkenal akan sepatu boots atau gelang tangannya yang selalu ia tulisi “Phil 4:13” setiap kali ia bermain. Ketika diwawancara oleh media, Serevi mengaitkan kesuksesannya dengan Tuhan dan mengutip ayat favoritnya.

Ketika kariernya sebagai pemain rugby berakhir, Serevi mengalami masa-masa yang sulit. Bersamaan dengan permasalahan ekonomi, ia juga bergumul dengan depresi dan kecanduan alkohol. Sebuah buku yang mengisahkan hidup Serevi menceritakan apa yang ia lewati selama masa-masa kelam itu. Serevi mengatakan ia merasakan kesendirian, “berjalan dalam lembah kematian,” dengan hanya Allah yang ada disisinya.

            Banyak orang menyukai ayat ini. Seringkali, ayat ini dipakai sebagai motivasi yang meyakinkan bahwa kita bisa meraih apapun, dengan kekuatan Allah. Cara berpikir ini sangatlah mudah dipercaya dan diikuti saat kita sedang sukses di mata dunia.

Namun bagaimana ceritanya ketika hidup tidak berjalan sesuai dengan kehendak kita?

Seperti yang telah dialami oleh Paulus, yang mengatakan pada jemaat Filipi bagaimana rasanya hidup dalam kekurangan dan kelimpahan (ayat 12). Ia tahu bagaimana rasanya “menang” dalam hidup, dan juga “kalah”. Lalu, Paulus mengisahkan cerita yang berbeda di Makedonia dan Tesalonika saat hidup tidaklah mudah, namun Allah datang dan memberikan padanya apa yang ia butuhkan (Filipi 4:15-16). Melalui pengalaman-pengalamannya itu, Paulus menyadari semuanya ini dapat ia lakukan karena Yesus yang menopangnya.

            Sangatlah penting untuk menyadari Kristus sebagai sumber kekuatan kita. Saat kita merasa diberkati dengan berlimpah. Namun, penting juga untuk bersandar pada Yesus ketika kita mengalami hal-hal sulit agar Ia menuntun dan memperkuat kita dalam kondisi sulit yang kita hadapi.

Bagi Severi, ia secara terbuka berterima kasih pada Allah karena memberikannya kekuatan untuk keluar dari depresi dan kecanduan alkohol yang dialaminya. Sejak saat itu, ia berkesempatan untuk membuka sekolah pelatihan rugby di Amerika, di mana ia mengajari orang-orang mengenai olahraga yang ia cintai bersamaan dengan nilai-nilai yang menopangnya.

            Filipi 4:13 tidak menjanjikan kita kehidupan bahagia di dunia. Paulus dan rekan-rekan dalam Kristusnya, pada akhirnya hidup tersiksa. Sejarah gereja mengatakan pada kita bahwa Paulus dipenggal di Roma sekitar tahun 64M. Walaupun kita tidak mengetahui secara pasti, aku percaya bahwa Paulus berpegang pada keyakinannya bahwa ia dapat menanggung segala perkara dalam Kristus, meminta kekuatan pada Juruselamatnya dalam momen-momen terakhirnya.

            Jadi entah kita merasa sedang berada pada puncak kesuksesan, atau dalam titik terendah dalam hidup, kita dapat dengan percaya diri mengatakan bahwa kita dapat melewati segala perkara dengan kekuatan yang diberikan oleh Juruselamat yang Mahakasih dan Mahakuasa. Hal ini tidak berarti kita akan selalu merasa “menang” setiap saat, tetapi kita dapat meyakini bahwa

Yesus akan selalu ada bersama kita di setiap langkah kita, dan Ia akan memberikan kita kekuatan agar dapat menjalankan kehidupan dengan iman sampai pada akhirnya.— Caleb Young, Selandia Baru

BERPIKIRLAH LEBIH SEDIKIT TENTANG KUASA YANG MENGALAHKAN ANDA

DAN BERPIKIRLAH LEBIH BANYAK TENTANG KUASA KRISTUS DI DALAM ANDA

Tuhan Yesus Memberkati

TC

2 thoughts on “Sumber Kuat-ku”

  1. Terberkati oleh Firman Tuhan Yesus Kristus yang bangkit dari antara orang mati AMIN😇🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *