Renungan Harian Senin, 18 September 2023
Penyembahan itu sangat penting karena menyangkut kehidupan kita secara utuh, kualitas hidup kita ditentukan oleh bagaimana penyembahan kita kepada Allah

Kenapa August L tidak memberikan hormat? Karena dia adalah mencintai seorang gadis Yahudi yang adalah musuh dari Nazi. Akibatnya dia dipenjara selama 3 tahun dan dikirim kegaris depan dalam pertempuran dan meninggal
Didalam Alkitab juga mengisahkan 3 orang pemuda Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang memilih untuk tidak menyembah Patung Nebukadnezar. Ketika kita menyembah Tuhan Yesus, namun mau tidak mau kita harus siap bahwa Dunia juga sedang menarik kita untuk tidak menyembah Allah, sistem dunia juga menuntut penyembahan.
Daniel 3:12, “Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan.”
Sadrakh, Mesakh dan Abednego meskipun orang buangan tetapi menduduki kedudukan yang startegis, namun mereka melawan titah Raja soal PENYEMBAHAN
Daniel 3:13-14, Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja, berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?”
Dalam Daniel Pasal 3 kata Penyembahan muncul 11x dan patung 10x, jika kata ini muncul berulang berarti ada pesan khusus dan utama tentang PENYEMBAHAN. Jika hubungan kita dengan ALLAH itu belum beres maka ada banyak hal dalam kehidupan kita juga belum beres. Sayangnya kita gagal memahami ap aitu penyembahan.
Penyembahan seringkali disalahpahami sebagai sesuatu yang muncul dari perasaan, namun sesungguhnya penting untuk kita memahami bahwa penyembahan itu berakar pada kehendak yang diwujudkan ke dalam tindakan,untuk melayani dan menaati Tuhan Yesus Kristus. – Graham Kendrick –
Penyembahan bukan tentang nyanyian saja, rasa atau perasaan kita namun sesungguhnya penyembahan adalah bagaimana kita melakukan kehendak Tuhan dalam kehidupan kita setiap hari. Penyembahan adalah paling nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, ketika kita sedang ditempat kerja, apa yang kita katakan dan lakukan. [worship is about what we do]
Apa yang paling kita utamakan, sebenarnya itulah penyembahan kita. Jika pekerjaan, kesenangan, hobi, cita-cita, melebihi keutamaan dari Tuhan itulah berhala dalam kehidupan kita.
Daniel 3:16-18 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.
Mereka memiliki ketetapan untuk menjaga hati mereka kepada Penyembahan kepada Allah, dan ketika hidup penyembahan mereka diuji, mereka tetap berani untuk berdiri diatas kebenaran. Mereka tidak memikirkan Allah yang sanggup menolong atau tidak, tetapi hati yang sadar bahwa Tuhan yang memiliki kedaulatan, jika Tuhan berkenana maka Dia akan bertindak
SIKAP HATI YANG MENYEMBAH ADALAH TETAP PERCAYA KEPADA KEDAULATAN ALLAH
- Kadang Ia melepaskan kita dari api tapi
- kadang Ia menyertai kita melalui api.
Penyembahan yang sejati adalah kita ada dibawah kontrol dan kehendak Allah, namun penyembahan yang salah adalah ketika kita memanipulasi Allah untuk keinginannya sendiri.
Mengapa mereka tetap memilih menyembah Allah walaupun hidup dan mati diperhadapkan, karena sikap hati itu sudah kokoh. Maka apapun yang terjadi, ada mujizat atau tidak ada hati kita tetap percaya dan terarah kepada Tuhan. Karena kita percaya bahwa Penyertaan Allah itu sempurna.
Daniel 3:24-25 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: “Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?” Jawab mereka kepada raja: “Benar, ya raja!” Katanya: “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!”
Daniel 3:28, Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka.”
Bahkan dalam Daniel 3:29-30, kita melihat melalui peristiwa ini, Allah diagungkan dan dimuliakan melalui kehidupan mereka. Adakah kita mau menjadi Penyembah-penyembah Allah yang sejati dan Tuhan mau memakai kehidupan kita untuk alat kemuliaan-Nya
Tuhan Yesus memberkati
Pdt. Soerono