Renungan Harian Youth, Sabtu 04 April 2026
I Korintus 15 :13 -17
Salam Sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Setiap manusia pasti memiliki iman. Itu bukanlah sekedar pernyataan, tetapi merupakan suatu kenyataan. Karena setiap manusia di bumi ini pasti mempunyai suatu iman yang sadar atau tidak sadar mereka miliki. Contoh sederhana, yaitu duduk. Setiap hari kita pasti duduk, entah itu di sofa rumah, di kursi kantor, di bangku kampus, di bangku sekolah, di kursi ruang tunggu dokter, di kursi restoran, dan sebagainya. Bagaimana kita bisa yakin bahwa sofa, kursi, atau bangku yang akan kita duduki tersebut tidak akan roboh atau patah saat kita duduk? Mungkin kalau kursi itu kita beli sendiri, kita dapat melakukan quality check terlebih dulu terhadap kursi itu. Tetapi bagaimana bila kursi yang akan kita duduki tersebut sudah tersedia dan kita tidak tahu siapa yang membelinya? Kita tidak tahu apakah si pembeli telah melakukan quality check terhadap kursi itu seteliti seperti yang akan kita lakukan sendiri, atau bahkan orang yang membeli kursi tersebut bukan saja tidak mau repot-repot mengecek kekuatan kursi itu, bahkan untuk menghemat biaya dia membeli kursi yang murah dan memang mutunya tidak bagus. Namun, ketika kita duduk di sebuah kursi, kita yakin kursi terbebut kuat menanggung beban kita ketika duduk. Demikian juga dengan iman kita.
Dalam iman Kristen, kita percaya bahwa Kristus yang kita sembah, telah mati untuk menebus dosa-dosa kita, bahkan bangkit pada hari ketiga.
Namun jemaat di Korintus kesulitan untuk memahami kebangkitan orang mati terutama dari sisi material. Filsafat dualism Yunani kuno tidak mengakui adanya kebangkitan tubuh. Anggapan mereka, tubuh (material) jahat, sedangkan jiwa atau roh (non material) adalah baik. Kematian berarti membebaskan yang baik dari yang jahat. Ditengah kebingungan diatas, Rasul Paulus berusaha menunjukkan bahwa penyangkalan terhadap kebangkitan orang mati tidak selaras dengan injil yang berisi kematian dan kebangkitan Kristus (I Kor. 15:3-4). Jika Kristus sungguh-sungguh dibangkitkan dari orang mati, ini merupakan konsep yang tidak sukar untuk dimengerti. Rasul Paulus menjelaskan, 1 Korintus 15:13 (TB) berbunyi: “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.” Rasul Paulus menggunakan argumen logis untuk melawan pandangan jemaat Korintus yang meragukan kebangkitan tubuh. Bahkan 2 kali Paulus menegaskan bahwa jika orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. (ayat 13,16) Jika hal ini terjadi, maka konsekwuensi bagi kekristenan sangatlah fatal.
Konsekuensi buruk yang akan terjadi jika Kristus tidak dibangkitkan :
1. Pemberitaan injil menjadi sia-sia (ayat 14)
Rasul Paulus meletakkan kata sia-sia (kenos) yang berarti “kosong” yang memiliki arti bahwa pemberitaan apapun yang tidak mengandung kebangkitan Kristus, tidak memiliki kekuatan Ilahi apa-apa. Injil Yesus Kristus adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (roma 1:19). Tetapi tanpa kebangkitan Yesus, maka tidak ada Injil, dan tidak aka nada kekuatan Allah yang mengubahkan. Kata “kenos” juga dimunculkan Paulus dalam ayat 10 dari I Korintus 15 ini. “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana akua da sekarang dan kasih karunia yang dianugrahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada ereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” Kasih karunia Allah itu tidak sia-sia bagi Paulus. Ada dampak yang nyata dari kasih karunia itu, yaitu perubahan hidup Paulus dan semangatnya untuk elayani Tuhan.” Jadi kata sia-sia lebih mengarah pada : “tidak ada dampak sama sekali.”
2. Iman kita menjadi sia-sia
Kesalahan yang fatal, adalah banyak orang menyamakan iman dengan keyakinan yang buta. Kamus Merriam webster mendefinisikan iman,”keyakinan yang teguh terhadap sesuatau walaupun tidak ada bukti.” Parahnya orang Kristen ada yang justru membanggakan imannya yang tidak rasional. Semakin tidak ada bukti, semakiin dianggap murni imannya. Konsep iman ini bertentangan dengan pemahaman Paulus. Iman bukan sekedar perasaan, Iman juga merengkuh kenyataan dan pengertian, dan iman bersifat logis dan historis. Tanpa sebuah fakta historis, yaitu kebangkitan Yesus diantara orang mati, makai man kita akan sia-sia.
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, kebangkitan Kristus adalah fondasi mutlak iman kita. Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sia pemberitaan Injil, sia-sia iman kita, dan manusia tetap terbelunggu dalam dosa. Kebangkitan-Nya menjamin pengampunan dosa dan memberikan pengharapan baik dalam hidup ini sampai kepada kekekalan. Kebangkitan Yesus juga membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan yang mengalahkan maut. Karena itu, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan kekal. Oleh sebab itu,
Jadikan kebangkitan Kristus sebagai dasar pengharapan dan motivasi kita untuk hidup kudus dan berbuah bagi Tuhan, karena hidup kita tidak berakhir di kubur.
Refleksi Renungan
Ketika kita merenungkan tentang iman, kita menyadari bahwa setiap hari sebenarnya kita hidup dengan iman, bahkan dalam hal-hal sederhana. Namun sebagai orang percaya, iman kita tidak boleh hanya menjadi keyakinan tanpa dasar. Kita percaya kepada Kristus yang telah mati dan bangkit, dan itulah fondasi iman kita. Jika kebangkitan Kristus adalah nyata, maka iman kita juga memiliki dasar yang kuat dan tidak sia-sia. Kita tidak hidup dalam keyakinan kosong, tetapi dalam kebenaran yang nyata dan hidup. Karena itu, kita diajak untuk tetap berpegang pada iman kepada Kristus, hidup dalam kebenaran-Nya, dan menjadikan kebangkitan-Nya sebagai sumber pengharapan serta kekuatan dalam menjalani hidup setiap hari.
Hikmat Hari Ini
Iman kita tidak sia-sia, karena kita percaya kepada Kristus yang hidup dan telah mengalahkan maut. ✨
Tuhan memberkati.
YNP – AdS

🔥✨ ELOHIM YOUTH CELEBRATION ✨🔥
📅 Sabtu, 04 April 2026
🕔 Pukul 17.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu
🎯 Tema: ⚡ “S.I.K.T.A — Do It Now!” ⚡
📖 Efesus 5:16 “Pergunakanlah waktu yang ada…”
Pernah bilang:
👉 “Nanti dulu…”
👉 “Sik ta…”
👉 “Tunggu sebentar…” Tanpa sadar… itu jadi kebiasaan menunda 😬
Padahal, setiap penundaan bisa bikin kita ❌ Kehilangan kesempatan ❌ Melewatkan momentum ❌ Gagal melangkah dalam rencana Tuhan
🔥 Youth, ini waktunya berubah! Kalau Tuhan sudah gerakkan hatimu — jangan tunggu lagi, jangan Tunda dan Lakukan sekarang! Karena momentum tidak datang dua kali.
🎉 Ajak temanmu & jangan sampai ketinggalan!
Let’s stop saying “SIKTA”… and start living “DO IT NOW!” 🚀
ElohimYouth #SIKTA #DoItNow #Efesus516 #YouthOnFire
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>