Elohim Ministry umum Bijaksana Menghitung Hari

Bijaksana Menghitung Hari



Renungan harian Rabu, 16 Juni 2026

Ayat Pokok : Mazmur 90:12, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Syalom . . . Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Setiap hari yang kita jalani adalah hari baru dimana satu hari hanya dapat kita jalani satu kali saja. Kita tidak bisa mengulang waktu dan mengulang kembali hari yang telah kita lalui. Kemudian hari tersebut berganti dengan hari berikutnya. Yang sama adalah durasi waktu yang ada yaitu dua puluh empat jam, tetapi yang berbeda adalah  keadaannya. Hari yang telah kita lalui itu sudah menjadi masa lalu dan yang tertinggal hanyalah kenangan. Hari ini adalah hari yang baru, kesempatan bagi kita untuk berkarya dan menjadi lebih baik, sedangkan esok dan hari-hari yang akan datang menjadi suatu pengharapan bagi kita.

Waktu adalah satu-satunya aset paling berharga dalam hidup yang tidak bisa diambil, diputar kembali, maupun diulang. Karena setiap detiknya hilang dan berubah menjadi masa lalu, setiap momen menjadi sangat berharga untuk dijalani dengan penuh makna. Oleh karena begitu berharganya waktu, maka Musa berdoa kepada Tuhan agar DIA mengajarinya menghitung hari-hati yang telah berlalu agar ia diberi hati yang bijaksana. Musa menyadari kefanaan hidup selama masih ada di dunia ini, oleh sebab itu oleh pertolongan TUHAN, ia berharap agar dapat melewati setiap waktu yang berlalu dengan baik dan supaya tidak ada satu hari pun yang terlewatkan dengan percuma.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Demikian juga kita yang telah dikaruniai Tuhan dengan banyak talenta, pastilah kita tidak akan merelakan waktu berlalu begitu saja sebab kita tidak tahu apakah esok kita masih punya kesempatan menyambut matahari menyingsing. Dan bagi kita orang Kristen, waktu juga adalah kesempatan bagi kita untuk berjaga-jaga, mempersiapakan diri untuk menyambut kedatangan-NYA yang kedua kali. sebab tentang hari kedatangan-NYA tidak ada seorangpun yang tahu.

Wahyu 3:3 mencatat; “Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.”

Perihal berjaga-jaga ini juga disampaikan rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, demikian; “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:15-17).  Jadi, setiap kita harus selalu waspada dan tidak lengah sedetik pun! 

Kita harus bertanggung jawab menjalani hidup sepanjang waktu yang diberikan Tuhan, sebab waktu yang kita jalani ini sedang bergerak menuju kekekalan, dan hidup yang kita jalani sekarang ini memiliki dampak ke kekekalan.

Kesimpulan

Waktu adalah anugerah Tuhan yang sangat berharga dan tidak dapat diulang kembali. Melalui Mazmur 90:12, kita belajar bahwa menghitung hari bukan sekadar menyadari berapa lama kita hidup, tetapi menyadari bagaimana kita menjalani setiap hari dengan hikmat dan sesuai kehendak Tuhan. Setiap kesempatan yang Tuhan berikan adalah panggilan untuk bertumbuh, melayani, hidup dalam kekudusan, dan mempersiapkan diri menyambut rencana kekal-Nya. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna, tetapi gunakan setiap hari sebagai kesempatan untuk memuliakan Tuhan, sebab hidup kita ada dalam tangan-Nya dan setiap langkah memiliki arti di hadapan kekekalan. Saat ini adalah waktu yang tepat  untuk hidup kudus dan melakukan kehendak Tuhan! Pertanyaan yang perlu kita renungkan bersama adalah; Apakah hari-hari yang kita jalani sekarang ini sejalan dengan kehendak  Tuhan? Karena apa pun yang kita lakukan sekarang sangat menentukan status kita di hadapan Tuhan kelak. Maka dari itu “…waktu yang ada ini, jangan kita pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah” (1 Petrus 4:2).

Refleksi Diri

Kita perlu belajar melihat setiap hari sebagai pemberian Tuhan yang tidak boleh disia-siakan. Kita tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi kita dapat menyerahkan hari ini kepada Tuhan dan menjalani hari esok dengan pengharapan kepada-Nya. Mari kita bertanya dalam hati, apakah waktu yang Tuhan percayakan kepada kita sudah digunakan untuk melakukan kehendak-Nya, membangun hubungan yang benar dengan Tuhan, serta menjadi berkat bagi orang lain. Kita menyadari bahwa hidup ini singkat, sehingga kita membutuhkan hati yang bijaksana agar setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita semakin selaras dengan tujuan Tuhan dalam hidup kita.

Hikmat Hari Ini

Doa Meresponi Firman Tuhan Hari Ini

Tuhan Yesus yang kami kasihi, kami bersyukur untuk setiap hari dan kesempatan hidup yang Engkau berikan kepada kami. Ajarlah kami untuk menghitung hari-hari kami dengan bijaksana, sehingga kami tidak menjalani hidup dengan sia-sia, tetapi menggunakan setiap waktu untuk memuliakan nama-Mu. Tolong kami agar mampu meninggalkan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Mu, memahami kehendak-Mu, dan setia melakukan panggilan yang Engkau percayakan. Biarlah setiap langkah, pekerjaan, pelayanan, dan keputusan kami menjadi persembahan yang menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Tuhan Yesus memberkati

DS

JOIN GRUP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on “Bijaksana Menghitung Hari”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *