Elohim Ministry umum Roh yang terus Menyala-nyala

Roh yang terus Menyala-nyala



Renungan Harian, Sabtu 23 Februari 2026

Roma 12 : 11 (TB) “ Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan “.

Rasul Paulus memperkenalkan Roma 12 : 11                                                         

Ayat ini sebagai bagian dari nasehatnya tentang hidup Kristen yang praktis setelah memahami anugerah Allah. Roma 12 : 1-2, Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Rasul Paulus memberikan perintah tegas untuk menghindari “ Kerajinan yang kendor “

( kemalasan atau kelambanan) dan sebaliknya mendorong “ roh yang menyala-nyala “ (semangat yang berkobar-kobar) dalam melayani Tuhan.

Kemalasan Rohani ; kemalasan rohani bukan hanya tidak melakukan apa-apa, tetapi seringkali, adalah keengganan untuk melakukan yang terbaik untuk Tuhan. Ini adalah kondisi dimana api rohani kita mulai redup, bahkan padam.

Mengenali tanda-tanda Kemalasan Rohani.

Ayat ini berbicara tentang tiga aspek : Kerajinan, Roh  dan pelayanan. Kemalasan rohani terlihat jelas ketika aspek ini terganggu yaitu : Kerajinan yang kendor (aspek disiplin pribadi ) kemalasan di sini berarti lambat, lesu dan menunda-nunda. contoh kemalasan rohani, malas berdoa dan membaca firman. Dari yang tadinya rajin saat teduh setiap pagi, kini hanya sesekali atau sekedar membaca satu ayat tanpa perenungan yang mendalam.

Dampaknya hubungan pribadi dengan Tuhan menjadi kering seperti ponsel yg kehabisan baterai. Roh yang padam (aspek semangat hati) Roma 12 : 11 mengatakan “ Biarlah rohmu menyala–nyala “ yaitu mempunyai semangat yg mendidih atau berapi-api. Kemalasan adalah lawan dari semangat yang membara.

Contoh kemalasan rohani ; Menjadi jemaat yang suam-suam kuku,artinya:

Datang ke ibadah hanya karena kebiasaan, bukan karena kerinduan bertemu dengan Tuhan. Tidak ada sukacita atau semangat dalam pujian, penyembahan, atau mendengarkan firman

 ( kita bandingkan Wahyu 3 : 15-16)

Dampaknya kekristenan hanya sebatas ritual

Ritual eksternal tanpa kuasa atau transformasi internal. Enggan melayani Tuhan ( aspek tindakan Nyata ). Selanjutnya kata “ layanilah Tuhan “ menuntut kita untuk aktif menggunakan karunia rohani kita. Kemalasan rohani membuat kita mundur dari tanggung jawab.

Contoh kemalasan rohani menarik Diri dari pelayanan dan kebaikan misalnya..

Melihat kebutuhan di gereja atau sekitar, misal menjenguk yang sakit, membersihkan gereja, tetapi memilih untuk berkata “ biar orang lain saja atau saya sibuk’.

Dampaknya karunia rohani terpendam dan tubuh Kristus kehilangan fungsi vital dari salah satu anggotanya.

Solusinya : Mengorbarkan kembali api Rohani kita

Rasul Paulus tidak hanya melarang, jangan kendor, tetapi ia juga memberikan perintah yang positif, bagaimana kita mengorbarkan kembali api itu ?

  1. Mengambil keputusan yg tegas ( janganlah kendor), kemalasan adalah pilihan kerajinan juga pilihan hari ini kita harus memilih untuk menjadi disiplin rohani. Mulailah lagi dari hal-hal kecil ;

yaitu berkomitment pada waktu doa, membawa alkitab ke gereja dan membaca.

  • Membaharui Fokus pada Roh Kudus ; Roh menyala-nyala atau api yang menyala-nyala adalah perkerjaan Roh Kudus, kita harus memelihara api itu.

Doa yang tekun, memohon agar Roh Kudus memenuhi dan mengorbankan semangat kita kembali. Perenungan Firman , membiarkan firman Tuhan menjadi bahan bakar bagi roh kita.

Memfokuskan Diri pada Kristus ( layanilah Tuhan ), melayani adalah tentang mengarahkan hidup kita pada Tuhan, bukan pada diri sendiri

Hikmat Hari ini

Tantangannya mari kita periksa hati kita apakah api itu masih menyala atau sudah menjadi bara yang nyaris padam ? Mulailah hari ini ambil satu langkah untuk mengalahkan kemalasan rohani ( misalnya bergabung dalam kelompok kecil, atau menetapkan waktu doa kita yang lebih serius.

Tuhan memberkati

EW

JOIN GRUP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

2 thoughts on “Roh yang terus Menyala-nyala”

  1. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini. Berikan kami hikmat dan kemampuan utntuk melakukan kehendak Mu.

  2. Memadamkan roh dengan menganggap rendah nubuatan, penglihatan dan mimpi dari Roh Kudus, membuat Roh Kudus berduka atau tidak bergairah, sehingga roh kita tidak menyala-nyala, suam-suam. Ketika Yusuf mendapatkan mimpi dari Roh Kudus, saudara-saudaranya menganggap remeh mimpi tersebut, sehingga mereka tidak bergairah untuk mengetahui apa arti mimpi tersebut. Mereka tidak bertanya kepada Tuhan, apakah mimpi Yusuf dari Tuhan atau tidak? Mereka tidak bertanya kepada Tuhan atau orang yang punya karunia untuk menafsirkan mimpi.

    Berbeda dengan Firaun setelah ía bermimpi dan tidak tahu apa arti mimpinya, ia sangat bergairah untuk mencari tahu apa arti mimpinya, tapi dari semua ahli tafsir mimpi di Mesir tidak ada yang tahu apa arti mimpi Firaun. Akhirnya Firaun dapat informasi bahwa ada orang Ibrani di penjara yang bisa tafsir mimpi, sehingga ía menyuruh orang membawa Yusuf dari penjara untuk tafsir mimpinya. Roh Kudus bergairah untuk memberikan arti mimpi Firaun kepada Yusuf sehingga Yusuf bisa sampaikan kepada Fir’aun.

    Begitu pula dengan nubuatan dan penglihatan harus dihargai agar Roh Kudus tidak berdukacita, sehingga roh kita tetap menyala-nyala melayani Tuhan, siap untuk menerima nubuatan, penglihatan dan mimpi serta artinya, dan berani untuk sampaikan untuk menasehati, membangun dan menghibur sesama anggota Tubuh Kristus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *