Elohim Ministry umum AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP

AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP



Renungan harian Rabu, 09 April 2025

Bacaan: Yohanes 11:1–44

Nats: Yohanes 11:25, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”

Shalom saudaraku yang terkasih dalam Kristus!

Pernahkah anda merasa bahwa Tuhan terlambat menjawab doa?  Kita sudah berdoa, berharap, dan menunggu, tetapi tidak ada tanda-tanda perubahan. Yang dilihat justru situasi makin memburuk. Jika itu pernah atau sedang anda alami, maka anda tidak sendirian. Dua saudara perempuan yang dekat dengan Yesus, Maria dan Marta, juga pernah mengalami hal yang sama.

Mereka mengirim kabar kepada Yesus saat Lazarus, saudara mereka, sedang sakit keras. Mereka percaya Yesus sanggup menyembuhkan. Namun yang terjadi adalah sebaliknya—Yesus tidak segera datang, dan Lazarus pun meninggal. Hati mereka hancur. Mereka mungkin berpikir, “Kalau saja Yesus datang lebih awal, semuanya akan berbeda.” Tapi justru di tengah situasi yang paling mustahil itulah Yesus menyatakan kuasa-Nya.

Renungan hari ini bukan hanya tentang Lazarus, tapi juga tentang hidup kita—tentang iman, harapan, dan kuasa Tuhan yang membangkitkan.

1. Waktu Tuhan Tidak Sama dengan Waktu Kita

📖 Yohanes 11:1–6

Yesus mengetahui Lazarus sedang sakit, tetapi Ia justru menunda dua hari sebelum berangkat. Ini bukan karena Dia acuh tak acuh atau tidak peduli. Sebaliknya, Yesus sedang menyusun rencana yang jauh lebih besar—untuk menyatakan kemuliaan Allah. Terkadang kita pun seperti Maria dan Marta—kita ingin jawaban Tuhan sekarang juga. Tapi Tuhan bekerja dalam waktu-Nya sendiri, bukan dalam tekanan waktu manusia. Seperti benih yang harus tertanam dulu dalam tanah gelap sebelum tumbuh, begitu pula iman kita tumbuh dalam proses menunggu. Waktu Tuhan bukan hanya tepat, tetapi juga sempurna.

2. Yesus Hadir dan Ikut Merasakan Luka Kita

📖 Yohanes 11:32–35 Ketika Yesus melihat Maria menangis karena kehilangan Lazarus, Yesus juga menangis. Ini adalah salah satu momen paling menyentuh dalam Alkitab. Yesus, Anak Allah, menangis bersama mereka yang terluka.

📖 “Yesus menangis.” (Yohanes 11:35) – ayat terpendek, namun penuh makna.

Yesus tidak berjarak. Dia tidak hanya mengerti secara teori, tapi benar-benar ikut merasakan penderitaan kita. Saat anda menangis dalam kesendirian, dalam kecewa, dalam duka—ingatlah, Tuhan tidak diam. Dia hadir. Dia peduli.

3. Percaya di Tengah Situasi yang Mustahil

📖 Yohanes 11:21–27

Marta sempat berkata kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudara saya pasti tidak mati.” Itu adalah pernyataan yang jujur, bahkan wajar. Tapi Yesus menantangnya untuk melihat lebih jauh dari kenyataan dan memilih percaya.

📖 “Akulah kebangkitan dan hidup…” adalah deklarasi kuasa, namun juga undangan untuk percaya.

Percaya bukan berarti segalanya langsung menjadi baik. Percaya adalah keputusan untuk tetap berharap meski belum melihat jalan keluar. Marta akhirnya berkata, “Aku percaya Engkau adalah Mesias, Anak Allah…”—itulah iman yang sejati.

4. Kuasa Yesus Menghidupkan yang Sudah Mati

📖 Yohanes 11:38–44

Lazarus telah mati empat hari. Dalam tradisi Yahudi, ini berarti tidak ada lagi harapan, karena diyakini roh orang mati sudah pergi meninggalkan tubuh setelah hari ketiga. Tapi justru di titik kemustahilan itulah Yesus berseru, “Lazarus, keluarlah!”, dan Lazarus hidup kembali. Ini adalah pernyataan besar bahwa kuasa Kristus tidak terbatas pada logika atau waktu manusia. Bahkan yang sudah mati dan membusuk sekalipun masih bisa dibangkitkan oleh kuasa-Nya.

Apa Artinya Bagi Kita Hari Ini? Mungkin ada bagian dari hidup kita yang sudah “mati”: Hubungan yang rusak, Semangat yang padam, Harapan yang terkubur, Pelayanan yang mandek dan Doa-doa yang terasa tidak dijawab Namun ingatlah, Yesus tidak hanya sanggup menyembuhkan yang sakit, tetapi juga membangkitkan yang sudah mati. Dia adalah Kebangkitan dan Hidup—baik untuk saat ini maupun untuk hidup yang kekal.

Pertanyaan Yesus Masih Berlaku Hari Ini: “Percayakah engkau akan hal ini?” (Yohanes 11:26).
Yesus tidak hanya bertanya pada Marta, tapi juga kepada kita semua. Apakah kita percaya bahwa tidak ada bagian dalam hidup kita yang terlalu rusak untuk dipulihkan oleh Tuhan? Apakah kita percaya bahwa kasih dan kuasa-Nya sanggup membangkitkan harapan yang mati sekalipun?

Hari ini kita belajar jangan menyerah. Apa pun yang terjadi dalam hidup anda, Tuhan belum selesai bekerja. Dia adalah Kebangkitan dan Hidup, dan Ia sanggup melakukan perkara yang jauh lebih besar dari yang kita pikirkan. Saat semua terasa hancur, percaya saja. Karena bersama Yesus, selalu ada kebangkitan.

Doa:

Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau adalah Kebangkitan dan Hidup. Walaupun terkadang aku tidak mengerti rencana-Mu, aku memilih percaya. Bangkitkan kembali harapanku, semangatku, dan imanku. Pulihkan apa pun yang telah mati dalam hidupku. Aku percaya bahwa kuasa-Mu lebih besar dari setiap kesulitan yang kuhadapi. Dalam nama-Mu, aku berdoa. Amin.

Tuhan Yesus memberkati. Jangan takut, kebangkitan bukan hanya kisah lama tapi janji nyata bagi setiap kita yang percaya.

CM

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

1 thought on “AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *