📖 Ayub Pasal 21, Ayub mempertanyakan mengapa orang fasik sering hidup makmur, menunjukkan realitas bahwa kehidupan tidak selalu mencerminkan keadilan secara langsung..
📖 Ayub Pasal 22, Elifas kembali menasihati Ayub untuk bertobat, tetapi dengan tuduhan yang tidak berdasar, mencerminkan keterbatasan pemahaman manusia tentang penderitaan.

Rangkuman Kebenaran :
Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan pemahaman manusia tentang keadilan. Orang fasik pun bisa tampak berhasil untuk sementara waktu. Kita diajak tetap percaya bahwa Tuhan memegang kendali atas segala sesuatu. “Mengapa orang fasik tetap hidup, menjadi tua, bahkan menjadi bertambah-tambah kuat?” Ayub 21:7
Nasihat yang benar harus didasarkan pada kebenaran dan kasih. Tuduhan tanpa dasar dapat melukai dan menyesatkan. Kita perlu belajar mendekat kepada Tuhan dengan hati yang tulus dan pengertian yang benar. “Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram; dengan demikian engkau memperoleh keuntungan.” Ayub 22:21
Kita diajak tetap percaya bahwa Tuhan memegang kendali atas segala sesuatu dan kita perlu belajar mendekat kepada Tuhan dengan hati yang tulus dan pengertian yang benar. Amin. Terima kasih Tuhan atas berkat Mu pagi hari ini.