Kitab Yehezkiel pasal 33-34
Yehezkiel 33 menegaskan kembali peran Yehezkiel sebagai penjaga Israel. Tuhan mengingatkan bahwa seorang penjaga bertanggung jawab untuk memperingatkan umat tentang bahaya yang akan datang. Jika ia tidak memperingatkan mereka, maka ia ikut bertanggung jawab atas kehancuran mereka. Namun, jika umat tidak mendengarkan peringatan itu, maka kesalahan ada pada mereka sendiri. Tuhan juga menekankan bahwa Dia tidak berkenan atas kematian orang fasik, tetapi ingin mereka bertobat dan hidup. Di akhir pasal, Tuhan menegur umat yang mendengar firman tetapi tidak menaatinya.
Yehezkiel 34 berisi teguran terhadap para pemimpin Israel, yang digambarkan sebagai gembala yang jahat karena hanya memikirkan diri sendiri dan tidak peduli terhadap rakyat. Tuhan berjanji bahwa Dia sendiri akan menjadi Gembala yang baik, yang akan mencari, merawat, dan memulihkan domba-domba-Nya. Tuhan juga menubuatkan kedatangan Mesias, yang disebut sebagai “hamba-Ku Daud”, yang akan memerintah dengan adil dan membawa damai bagi umat-Nya.

Kesimpulan:
Tuhan memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk bertobat. Seorang pemimpin rohani bertanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran, tetapi masing-masing individu juga harus memilih untuk mendengarkan dan bertobat.
Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya menderita karena pemimpin yang jahat. Dia sendiri akan menggembalakan mereka dengan kasih dan keadilan, serta mengutus Mesias untuk membawa pemulihan sejati.