📖 Ezra Pasal 8, Ezra memimpin perjalanan kembali ke Yerusalem dengan doa dan puasa, mempercayakan perlindungan sepenuhnya kepada Tuhan.
📖 Ezra Pasal 9, Ezra merespons dosa umat dengan pertobatan yang mendalam, mengakui kesalahan bangsa yang telah menyimpang dari perintah Tuhan.

Rangkuman Kebenaran :
Ketergantungan kepada Tuhan dinyatakan melalui doa dan kerendahan hati. Ezra memilih mencari pertolongan Tuhan daripada mengandalkan kekuatan manusia. Orang percaya dipanggil untuk mempercayakan setiap perjalanan hidup kepada Tuhan dengan iman yang sungguh. “Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami.” Ezra 8:23
Pertobatan sejati dimulai dengan kesadaran akan dosa dan kerendahan hati di hadapan Tuhan. Ezra tidak menutup-nutupi dosa, tetapi mengakuinya dengan jujur. Sikap hati yang hancur membuka jalan bagi pemulihan hubungan dengan Tuhan. “dan kataku: ‘Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit.’” Ezra 9:6
Orang percaya dipanggil untuk mempercayakan setiap perjalanan hidup kepada Tuhan dengan iman yang sungguh. Sikap hati yang hancur membuka jalan bagi pemulihan hubungan dengan Tuhan. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada awal pagi hari ini.