Elohim Ministry umum Hidup oleh Iman dalam Anak Allah

Hidup oleh Iman dalam Anak Allah



Renungan harian Rabu, 15 April 2026

Ayat Pokok : Galatia 2:20, “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Syalom. . . Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Ada sebuah pertanyaan yang sangat penting yang perlu untuk kita renungkan bersama dan juga sedikit mengevaluasi hidup kita. Mengapa kita berbuat baik??? Apakah perbuatan baik yang kita lakukan menyelamatkan kita??? Petanyaan ini penting untuk kita renungkan dan mengevaluasi hidup kita, apakah yang menjadi motivasi kita melakukan perbuatan baik.

Sejak dari pertama kali kekristenan berdiri, iman kepada karya Yesus di atas kayu salib berulangkali diserang. Setelah kekristenan begitu pesat berkembang karena kesaksian orang percaya dan pengajaran para rasul, berdiri banyak jemaat di beberapa kota di asia kecil bahlan sampai ke eropa. Paulus sendiri mendirikan banyak sekali gereja dalam perjalanan pelayanannya memberitakan injil kepada bangsa non Yahudi. Salah satu jemaat yang didirikan oleh Paulus adalah jemaat di Galatia. Ketika Paulus berada di Efesus, dia mendapat laporan tentang beberapa orang yahudi yang mengatakan kepada jemaat bahwa tidak cukup hanya iman kepada Yesus saja tetapi harus melakukan hukum taurat supaya mereka diselamatkan. Selain itu mereka juga menyebarkan berita yang mempertanyakan kerasulan dari Paulus. Oleh sebab itu Paulus kemudian menulis surat ini untuk menentang ajaran tersebut dan menjawab jemaat yang meragukan kerasulannya.

Kaum Yudaisme berkata bahwa apa yang dilakukan orang Kristen tidaklah sempurna. Tidak cukup bila orang hanya percaya kepada Yesus, karena ia harus melakukan hukum Taurat juga. Pandangan ini tentu tidak benar karena bila demikian berarti orang Kristen adalah orang berdosa sebab telah mengikuti ajaran Yesus yang menolak tuntutan Taurat. Bila demikian, tentu Yesus pun dapat disebut sebagai promotor atau pelayan dosa karena menganjurkan orang untuk tidak melakukan Taurat. Jelas saja Paulus membantah hal ini. Karena kalau ia kembali melakukan Taurat berarti ia membangun lagi tembok yang sudah dirobohkan dan berarti ia mengakui bahwa dirinya adalah pelanggar Taurat.

Dalam surat Galatia 2:16 dicatat demikian; “tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus”. Ayat ini mengandung tiga kali lipat penekanan tentang doktrin bahwa pembenaran oleh kasih karunia melalui iman saja adalah untuk setiap orang (Efesus 2:8-9), dimulai dengan “seseorang,” kemudian ke “kita” dan diakhiri dengan “tidak satu dagingpun.” Pengulangan tiga kali lipat ini sangatlah luar biasa besar dalam dampaknya. Kebenaran tentang pembenaran oleh iman bagi semua umat manusia (Yahudi dan bukan Yahudi) adalah inti dari penyajian teologis Paulus yang bersifat definitif [Final dan memiliki otoritas tertinggi].

Frasa “Dibenarkan” (serta juga “benar”) melambangkan konsep Perjanjian Lama tentang buluh pengukur. Allah menggunakan metafora ini untuk karakter dan standar moral-Nya sendiri.

DIA adalah standar pengukuran rohani [Matius 5:48 (TB)  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Dalam Perjanjian Baru Allah memberi kita kebenaran-Nya sendiri melalui kematian Kristus (2 Korintus 5:21), yang diterima melalui pertobatan dan iman di pihak kita.

Pembenaran oleh kasih karunia melalui iman ini – yang disajikan dalam Galatia 2:16,17 sebagai posisi kita di dalam Kristus – didasarkan sepenuhnya pada kehidupan serupa Kristus bagi kita, artinya posisi kita harus menghasilkan suatu kehidupan yang serupa dengan DIA. Paulus tidak menyangkal bahwa perbuatan baik adalah signifikan. Dia hanya membantah bahwa perbuatan tersebut adalah landasan bagi penerimaan kita. Efesus 2:8-10 menunjukkan dengan jelas Injil Paulus – keselamatan adalah Anugerah merupakan inisiatif Allah, diterima melalui tanggapan iman umat manusia, dan menghasilkan buah kepada perbuatan baik. Bahkan Gal 2:20, yang tampaknya menekankan pengudusan kita, tetapi dalam konteks dari paragraph ini, membuktikan validitas dan kemeresapan dari doktrin anugerah kebenaran Yesus benar-benar terlepas dari usaha manusia atau gaya hidup atau asal etnisnya.

Paulus menekankan persyaratan pembenaran adalah bukan “oleh karena melakukan hukum Taurat,” [Galatia 2:16a] “dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat,”  [Galatia 2:16b] “Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.,” [Galatia 2:16c]. Kemudian Paulus memberikan satu-satunya jalan bagi umat manusia yang berdosa untuk bisa dibenarkan. Yaitu; “oleh karena iman dalam Kristus Yesus” (“melalui iman kepada Kristus Yesus”) [Galatia 2:16a] “kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus” (“di dalam [eis] Kristus Yesus kita percaya” [Galatiab2:16b], “oleh karena iman dalam Kristus” (“oleh [ek] iman Kristus”), [Galatia 2:16c].

Dari teks pokok kita [Galatia 2:20], Paulus menunjukkan rahasia kehidupan seorang percaya. Yaitu;

1. Dia telah disalibkan, namun ia hidup. Menyatakan bahwa manusia lama itu telah turut disalibkan (Roma. 6:6), namun manusia baru itu hidup. Ia mati terhadap dunia ini, dan mati terhadap hukum Taurat, namun hidup untuk Allah dan Kristus. Dosa dimatikan dan kasih karunia dihidupkan.

2. Dia hidup, tetapi bukan lagi ia sendiri yang hidup. Pernyataan ini aneh, Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup. Ia hidup dalam menjalankan kasih karunia. Ia memiliki penghiburan dan kemenangan kasih karunia, namun kasih karunia itu tidak datang dari dirinya sendiri, tetapi dari pihak lain. Orang-orang percaya memandang diri mereka hidup dalam keadaan ketergantungan.

3. Dia telah disalibkan dengan Kristus, namun, Kristus hidup di dalam dirinya. Keadaan seperti ini berasal dari persekutuan rohani dengan Kristus, yang olehnya ia mengambil bagian dalam kematian Kristus, dan berdasarkan itu ia mati terhadap dosa. Namun, ia mengambil bagian dalam kehidupan Kristus, yang olehnya ia dapat hidup bagi Allah.

4. Dia hidup di dalam daging, namun, ia hidup oleh iman. Menurut tampilan lahiriah ia hidup seperti layaknya orang-orang lain, kehidupan sehari-harinya membutuhkan dukungan seperti orang-orang lain, namun ia memiliki asas-asas yang lebih tinggi dan lebih mulia yang mendukung dan menggerakkan hidupnya, yaitu iman di dalam Kristus, dan secara khusus ia menyaksikan keajaiban kasih-Nya dalam menyerahkan diri-Nya untuk dia (Paulus). Selanjutnya pernyataannya adalah, walaupun ia hidup di dalam daging, ia tidak hidup menurut daging.

Perhatikanlah, orang-orang yang memiliki iman yang sejati akan hidup oleh iman itu. Dan hal besar yang diteguhkan oleh iman itu adalah kasih Kristus kepada kita serta penyerahan diri-Nya sendiri untuk kita. Bukti terbesar bahwa Kristus mengasihi kita adalah penyerahan diri-Nya untuk kita. Inilah yang harus menjadi perhatian utama kita untuk menggabungkannya dengan iman itu, supaya kita dapat hidup bagi Dia.

Jadi, jika orang percaya menghormati Allah, maka akan ditandai ia menghidupi dalam dirinya seluruh kehendak Allah, bukan kehendak dirinya sendiri. Hidupnya bukannya dia sendiri, tetapi Yesus Kristus dalam dirinya.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, betapa sebagai orang percaya kita beruntung dan bersyukur atas karya keselamatan yang TUHAN Yesus kerjakan bagi kita. Yesus tidak berdosa, tetapi Allah membuat Dia menanggung dosa kita, supaya kita berbaik kembali dengan Allah karena bersatu dengan Kristus. Seharusnya kitalah yang harus menerima hukuman sebagai akibat dari dosa kita, namun Yesus mengambil hukuman itu dan memakukan-NYA diatas kayu salib supaya kita beroleh pembenaran oleh iman kita kepada-NYA. Sehingga perbuatan baik kita hanyalah buah dari karya keselamatan yang Yesus sudah kerjakan bagi kita, kita berbuat baik karena kita telah diselamatkan bukan supaya kita diselamatkan, dengan demikian kita tidak akan jemu untuk berbuat baik. Amin.

Hikmat Hari Ini

Tuhan Yesus memberkati

DS

JOIN GRUP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on “Hidup oleh Iman dalam Anak Allah”

  1. Ia mati terhadap dunia ini, dan mati terhadap hukum Taurat, namun hidup untuk Allah dan Kristus. Dosa dimatikan dan kasih karunia dihidupkan. Kita tidak hidup untuk memperoleh keselamatan, tetapi karena kita sudah diselamatkan; dan hidup yang sejati adalah ketika Kristus yang hidup di dalam kita dan iman kepada-Nya menjadi dasar setiap langkah kita. Amin terima kasih Tuhan untuk hikmat yang Kau berikan hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *