📖 Mazmur Pasal 136, Mazmur syukur yang berulang kali menegaskan bahwa kasih setia Tuhan kekal melalui setiap karya penciptaan dan penyelamatan-Nya.
📖 Mazmur Pasal 137, Mazmur ratapan yang menggambarkan kerinduan umat Israel kepada Sion saat menjalani pembuangan di Babel.
📖 Mazmur Pasal 138, Daud memuji kesetiaan Tuhan dan menyatakan keyakinan bahwa Allah akan menyempurnakan rencana-Nya bagi umat-Nya.

Rangkuman Kebenaran:
Kasih setia Tuhan menjadi dasar pengharapan umat-Nya dalam setiap keadaan. Mengingat perbuatan Allah menumbuhkan hati yang penuh syukur dan iman. Orang percaya dipanggil memuji Tuhan karena kasih-Nya tidak pernah berakhir. “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Mazmur 136:1
Di tengah kehilangan dan penderitaan, umat Tuhan tetap mengingat kesetiaan-Nya. Kerinduan akan hadirat Allah memberikan harapan ketika keadaan terasa berat. Orang percaya diajak tetap setia kepada Tuhan meskipun menghadapi masa-masa sulit. “Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.” Mazmur 137:1
Tuhan tidak pernah meninggalkan pekerjaan yang telah dimulai dalam kehidupan orang percaya. Kasih setia-Nya memberikan keyakinan untuk menghadapi masa depan dengan iman. Orang percaya dapat terus berharap karena Allah setia menggenapi kehendak-Nya. “TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!” Mazmur 138:8
Orang percaya dipanggil memuji Tuhan karena kasih-Nya tidak pernah berakhir, orang percaya diajak tetap setia kepada Tuhan meskipun menghadapi masa-masa sulit dan orang percaya diajak tetap setia kepada Tuhan meskipun menghadapi masa-masa sulit. Amin. Terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini.