📖 Ayub Pasal 41, Tuhan menggambarkan kedahsyatan Lewiatan untuk menunjukkan bahwa kuasa-Nya jauh melampaui kemampuan dan pengertian manusia.
📖 Ayub Pasal 42, Ayub merendahkan diri di hadapan Tuhan setelah menyadari keterbatasannya dibanding kebesaran dan kekuasaan Allah yang mutlak.
Rangkuman Kebenaran :
Tidak ada manusia yang dapat menandingi kuasa Tuhan atas ciptaan-Nya. Kebesaran Allah mengajar manusia untuk hidup dalam kerendahan hati. Kita dipanggil menghormati Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu. “Siapakah yang pernah menghadapi Aku, sehingga Aku harus membayar? Apa pun yang ada di kolong langit, adalah milik-Ku.” Ayub 41:2

Pengenalan yang benar akan Tuhan membawa manusia kepada pertobatan dan kerendahan hati. Tuhan sanggup memulihkan hidup yang hancur menurut waktu dan kehendak-Nya. Kita diajak tetap setia sampai melihat karya pemulihan Tuhan dinyatakan. “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Ayub 42:5

Kita dipanggil menghormati Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu dan kita diajak tetap setia sampai melihat karya pemulihan Tuhan dinyatakan. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini.