Elohim Ministry Bacaan Alkitab Bacaan Alkitab Senin, 19 Mei 2025

Bacaan Alkitab Senin, 19 Mei 2025



Injil Matius pasal 19-20

Matius 19 – Tentang Pernikahan, Kekayaan, dan Pengorbanan Mengikut Yesus

Yesus menjawab pertanyaan orang Farisi tentang perceraian dengan menegaskan bahwa Allah menciptakan pernikahan untuk bersatu dan tidak diceraikan. Ia menekankan pentingnya kesetiaan dan ketulusan. Ia juga memberkati anak-anak kecil dan menegaskan bahwa Kerajaan Sorga milik mereka. Seorang muda kaya datang mencari hidup kekal, tetapi pergi dengan sedih karena tidak sanggup meninggalkan hartanya. Yesus mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah dan menegaskan bahwa siapa pun yang berkorban demi Dia akan menerima upah besar.

Kesimpulan:

Yesus mengajar tentang nilai kesetiaan, pengorbanan, dan kerendahan hati dalam mengikuti Dia. Hidup kekal adalah anugerah Allah, bukan upah yang diterima manusia karena melakukan sesuatu yang baik. Kita melakukan pekerjaan baik bukan agar kita masuk surga. Melakukan pekerjaan baik adalah panggilan bagi setiap orang dan secara khusus bagi siapa pun yang mengikut Kristus.

Matius 20 – Kerajaan Allah dan Jalan Pelayanan

Yesus mengajarkan tentang Kerajaan Allah melalui perumpamaan para pekerja di kebun anggur, menekankan kemurahan hati Allah yang melampaui standar keadilan manusia. Ia menubuatkan kembali penderitaan-Nya yang akan datang. Ketika ibu Yakobus dan Yohanes meminta posisi tinggi bagi anak-anaknya, Yesus mengajarkan bahwa siapa yang mau menjadi besar harus menjadi pelayan. Ia sendiri datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya bagi banyak orang. Pasal ini diakhiri dengan Yesus menyembuhkan dua orang buta yang berseru kepada-Nya dengan iman.

Kesimpulan:

Kerajaan Allah bekerja dengan prinsip anugerah dan pelayanan. Kemuliaan sejati datang melalui pengorbanan dan kerendahan hati, seperti yang diteladankan oleh Kristus sendiri. Seringkali kita ini merasa lebih pintar daripada Tuhan sehingga merasa marah ketika doa kita tidak dikabulkan. Apa yang kita minta itu seringkali hanya memuaskan kedagingan kita dan sangat self centered sehingga kalau doa kita itu dikabulkan itu malah membahayakan kita dan membuat kita menjadi lupa akan Tuhan.

“Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *