📖 Yehezkiel pasal 8, Allah memperlihatkan berbagai bentuk penyembahan berhala dan kekejian yang dilakukan bangsa Israel di Bait Suci, menyingkapkan ketidaksetiaan umat yang seharusnya menghormati kekudusan-Nya.
📖 Yehezkiel pasal 9, Penglihatan tentang penghakiman atas Yerusalem menunjukkan keseriusan Allah terhadap dosa dan ketidakadilan, sekaligus membedakan orang-orang yang berdukacita atas kejahatan di tengah umat-Nya.

Rangkuman Kebenaran :
🟦 Yehezkiel Pasal 8
Allah melihat bukan hanya tindakan yang tampak di depan orang lain, tetapi juga dosa yang disembunyikan dalam kehidupan pribadi. Ibadah lahiriah tidak berarti jika hati berpaling dari Tuhan dan hidup dalam ketidaktaatan. Karena itu, kita perlu memeriksa hati, meninggalkan berhala, dan menjadikan Allah sebagai pusat penyembahan serta kehidupan kita. “Firman-Nya kepadaku: ‘Kaulihatkah, hai anak manusia, apa yang dilakukan oleh tua-tua kaum Israel di dalam kegelapan, masing-masing di dalam kamar tempat ukiran-ukiran mereka? Sebab mereka berkata: TUHAN tidak melihat kita; TUHAN sudah meninggalkan tanah ini.’” (Yehezkiel 8:12)
🟦 Yehezkiel Pasal 9
Allah adalah Hakim yang adil dan tidak menganggap remeh dosa maupun ketidakadilan. Dia memperhatikan orang-orang yang bersedih karena kejahatan dan tidak menyetujui pemberontakan terhadap kehendak-Nya. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk membenci dosa, berdukacita atas ketidakadilan, dan hidup dengan hati yang menghormati kekudusan Tuhan. “Firman TUHAN kepadanya: ‘Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.’” (Yehezkiel 9:4)
Kita perlu memeriksa hati, meninggalkan berhala, dan menjadikan Allah sebagai pusat penyembahan serta kehidupan kita dan sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk membenci dosa, berdukacita atas ketidakadilan, dan hidup dengan hati yang menghormati kekudusan Tuhan. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini.