Elohim Ministry Bacaan Alkitab Bacaan Alkitab Injil Lukas pasal 17-18

Bacaan Alkitab Injil Lukas pasal 17-18



Lukas 17 – Iman, Pengampunan, dan Kedatangan Kerajaan Allah

Yesus mengajar murid-murid-Nya agar tidak menjadi batu sandungan dan selalu mengampuni, bahkan sampai tujuh kali sehari. Ia menekankan pentingnya iman, walau hanya sebesar biji sesawi. Ia mengajarkan tentang kerendahan hati melalui perumpamaan hamba yang tidak berguna. Dalam perjalanan, Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, tetapi hanya satu—seorang Samaria—yang kembali bersyukur. Yesus juga mengajar tentang datangnya Kerajaan Allah yang tidak tampak secara lahiriah, dan mengingatkan agar selalu siap menghadapi kedatangan Anak Manusia.

Kesimpulan:

Yesus menekankan pentingnya iman yang sejati, pengampunan tanpa batas, hidup yang rendah hati, dan kesiapan menghadapi kedatangan Tuhan.

Lukas 18 – Doa yang Tekun, Kerendahan Hati, dan Iman yang Menyelamatkan

Yesus menyampaikan beberapa perumpamaan penting: janda dan hakim yang tidak adil (tentang ketekunan dalam doa), serta orang Farisi dan pemungut cukai (tentang kerendahan hati dalam berdoa). Ia menegaskan bahwa Kerajaan Allah adalah milik orang seperti anak-anak. Seorang pemimpin muda kaya gagal mengikut Yesus karena tidak mau melepaskan kekayaannya. Yesus mengajar bahwa apa yang mustahil bagi manusia, mungkin bagi Allah. Ia menubuatkan penderitaan dan kematian-Nya. Pasal ini ditutup dengan kisah orang buta di Yerikho yang disembuhkan karena imannya.

Kesimpulan:

Yesus mengajarkan bahwa doa, kerendahan hati, dan iman adalah kunci dalam hubungan dengan Allah. Keselamatan bukan karena usaha manusia, tapi karena kasih karunia Tuhan bagi mereka yang percaya.

“Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Lukas 17:19)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *