Elohim Ministry youth BE A WISE MAN

BE A WISE MAN



Renungan harian Youth, Kamis 21 November 2024
Sering kali, kita menganggap diri kita sebagai orang baik, tetapi tindakan kita belum tentu mencerminkan kebenaran. Apakah kita yakin bahwa perbuatan yang kita anggap baik itu benar di mata Tuhan? Jangan sampai kita menjadi tidak peduli terhadap situasi di sekitar kita dengan bersikap munafik—berpura-pura melakukan hal yang baik sementara hati kita penuh noda dan mengharapkan imbalan.

Perdebatan antara “baik” dan “benar” sering kali tidak ada akhirnya. Ada yang mengatakan bahwa menjadi baik lebih penting, sementara yang lain mengutamakan kebenaran. Namun, untuk menentukan mana yang lebih penting, kita memerlukan standar yang pasti, yaitu firman Tuhan sebagai tolok ukur dalam menilai segala sesuatu.
There are some who will confess the impossibility of bearing the life of Jesus and stop there. This honest statement remains true, but it MUST be coupled with a statement of faith. I believe that the reason why so many sincere Christians, who seem to be humble and honest, have never experienced the Holy Spirit in their lives is because they don’t have the same faith
Sama halnya dengan pengajaran firman Tuhan. Dalam Roma 16:17-19, Paulus mengingatkan jemaat di Roma untuk waspada terhadap ajaran sesat. Paulus menyebutkan tiga ciri utama ajaran sesat:

 Yang pertama, ajaran sesat selalu berbuah perpecahan dan perbuatan yang memalukan. Hal itu pernah dikatakan juga oleh Tuhan Yesus tentang ajaran sesat (Mat 7:15-16).
 Hal kedua Berfokus pada keuntungan pribadi. Pengajar sesat lebih melayani kepentingan diri mereka daripada Tuhan. Sebab pengajar sesat selalu menyebarkan ajarannya untuk mencari keuntungan diri sendiri.
 Hal ketiga Membungkus ajaran mereka dengan kata-kata manis dan muluk-muluk. Karena ajaran tersebut tampak benar dan masuk akal, Paulus meminta jemaat untuk tetap berpegang pada firman Tuhan sebagai standar utama. Jika ada ajaran yang bertentangan dengan firman Tuhan, sekalipun terlihat baik, kita harus menolaknya.

Banyak orang kehilangan arah dalam melayani Tuhan karena kurang pemahaman, bahkan ada yang kehilangan jati diri sebagai anak Tuhan.

Hal ini terjadi ketika mereka tidak diperhatikan dan dipahami, baik secara jasmani maupun rohani. Orang yang hidup dalam dosa, tetapi mengaku memiliki hubungan dengan Tuhan, sebenarnya memisahkan iman dari perbuatan mereka. Mereka sering menunjukkan kesalehan hanya di hari Minggu, tetapi hidup dalam dosa di luar ibadah. Sikap seperti ini sama saja dengan menipu diri sendiri dan merendahkan pengorbanan Kristus.

Banyak orang yang kehilangan jalan atau arah dalam melayani Tuhan karena kurangnya dimengerti dan dipahami. Tapi yang lebih parah lagi yaitu kehilangan jati dirinya sebagai anak Tuhan karena masalah itu. Semua hal itu tidak akan terjadi bila mereka diperhatikan dan dipahami baik secara jasmani dan Rohani. Adapun orang yang menyatakan dirinya memiliki persekutuan dengan Allah, namun hidup dalam dosa, orang demikian memisahkan iman dan perbuatan. Karena tidak percaya kepada Allah serta belum menerima kasih karuniaNya. Mereka berpendapat bahwa apa yang dipercaya tidak perlu dilakukan di dalam hidup sehari-hari. Kehidupan hari Minggu kelihatan saleh dalam ibadah, tetapi di luar ibadah, hidupnya bergelimang dalam dosa.Jangan Menyangkali fakta kegagalan kita, sebab itu sama saja dengan menipu diri sendiri. Bukankah ini berarti merendahkan Kristus yang sudah mati demi manusia yang jatuh ke dalam dosa. Satu hal yang pasti yaitu kita menikmati pengudusan oleh Kristus, sebab berada di dalam persekutuan yang benar dengan Allah. Dan orang – orang percaya juga akan menikmati persekutuan yang indah dengan sesama orang percaya.

Rasul Paulus menasihati jemaat agar bijaksana terhadap apa yang kelihatan baik. Membaca dan mempelajari Alkitab adalah satu-satunya cara untuk menjadi bijaksana. Meski terkadang sulit untuk memahami apa yang kita baca, kita bisa merenungkannya, bertanya kepada pemimpin rohani, atau mengikuti kelas pemahaman Alkitab di gereja.
Sinclair Ferguson, Sinclair Ferguson, seorang teolog Kristen berkata bahwa “kita harus tekun membaca dan mempelajari Alkitab, karena Alkitab tidak akan menyatakan kekayaan isinya dengan sendirinya kepada orang-orang yang malas. Alkitab memiliki kekayaan dan kedalaman makna yang harus digali dan ditemukan jika kita ingin memahaminya, Mintalah Roh Kudus untuk menerangi hati dan pikiran kita agar dapat memahami Alkitab. Ujilah,karena apa yang kelihatan baik belum tentu benar. “
Tuhan Yesus memberkati.

LW – SCW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *