Elohim Ministry anak “Belajar untuk Tidak Memiliki Dendam”

“Belajar untuk Tidak Memiliki Dendam”



Renungan Harian anak, Sabtu 12 Agustus 2023

Halo adik-adik ELOHIM kids. Bagaiman kabarnya hari ini? Semoga hari adik-adik penuh sukacita dan semangat yang baru karena Tuhan selalu beserta dengan kita.

Ada sekawanan lebah yang mengerubuti seekor ular. Sengatan demi sengatan menghujam kepala ular itu. Karena kesakitan, si ular marah bukan main. “Akan kubalas perbuatan kalian.” Jadi, ia pun merayap ke sebuah rel kereta api, berharap agar saat kereta datang, kawanan lebah itu akan dilindas kereta dan mati. Namun saat kereta api benar-benar datang, apa yang terjadi? Bukan cuma para lebah itu yang mati tergilas roda kereta, tapi si ularpun ikut tergilas juga.

Mungkin pernahkah kalian merasa marah atau kesal terhadap seseorang karena mereka telah membuat kita sedih atau marah? Kadang-kadang, kita merasa ingin membalas dendam atau menyakiti mereka seperti mereka menyakiti kita. Tetapi, Tuhan mengajarkan bahwa itu bukanlah jalan yang benar.

Tahukah kamu itu pula yang akan terjadi pada kita, kalau kita suka membalas dendam kepada teman? ya kita akan sama-sama terluka. Sebagai contoh, ada teman yang tidak suka denganmu, temanmu memukul kamu. Untung ada teman yang lain, yang melerai sehingga tidak terjadi perkelahian yang lebih parah. Namun sejak saat itu kamu selalu mencari kesempatan agar bisa balik memukulnya. Gara-gara terus memikirkan cara membalas dendam, kamu jadi tidak konsentrasi belajar, tidak bisa tidur dengan nyenyak, dan tidak bisa bermain dengan sukacita. Lihatlah, ujungnya kamu sendiri kan yang rugi? Dipukul tanpa sebab itu memang tidak adil. Dibohongi itu tidak enak. Tapi yang paling buruk adalah ketika kita hidup tanpa pengampunan.

Di dalam Kitab 1 Samuel 24, diceritakan Raja Saul sedang mencari Daud untuk membunuhnya karena merasa iri dan cemburu kepada Daud. Suatu hari, saat Saul sedang beristirahat di dalam gua, Daud dan para pengikutnya masuk ke gua yang sama tanpa sepengetahuan Saul. Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul. Namun, Daud tidak memilih untuk membalas dendam atau membunuh Saul. Sebagai gantinya, Daud memotong sepotong pakaian Saul dengan diam-diam. Saul tersentuh oleh tindakan baik hati Daud. Ia menyadari bahwa Daud sebenarnya adalah orang yang setia dan tidak berbahaya baginya. Saul mengakui kesalahannya dan berjanji untuk tidak lagi memburu Daud.

Mari belajar untuk tidak membalas dendam dan belajar untuk mengampuni. Ketika kita memilih mengampuni, kita memilih damai dan sukacita untuk tumbuh dalam hati kita. Bayangkan jika kita terus memikirkan balas dendam. Itu akan membuat hati kita berat dan tidak bahagia. Tetapi jika kita memilih untuk mengampuni, kita bisa merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang datang dari hati yang mau untuk mengampuni kesalahan orang lain.

Mari berdoa kepada Tuhan untuk memberi kita hati yang tulus dan mau mengampuni seperti Tuhan Yesus sudah mengampuni dosa-dosa kita. Memiliki hati yang tulus dan mau mengampuni adalah tanda dari kekuatan. Ini berarti kita tidak membiarkan perasaan marah dan dendam menguasai kita.

Ayat Hafalan

Kolose  3:13a Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain,

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar untuk tidak membalas dendam dan belajar untuk mengampuni, karena didalamnya ada sukacita dan damai Sejahtera.

YNP – NJ

PENGUMUMAN

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Onsite di Gedung Gereja ya besok hari minggu jam 8.00 dengan tema

Milikilah Kemurahan Hati”  

Belajar dari kisah Abram berpisah dari Lot dalam Kejadian 13:1-18, kita mau menjadi Anak yang memiliki kemurahan hati dan kerelaan untuk berkorban bagi kebaikan orang lain … Ayo jangan lupa ajak dan ingatkan teman-temanmu semuanya ya

Nah buat adik-adik Elohim Kids acara Sunday Funday masih ada juga… Besok hari minggu jam 10.00 di chanel Youtube Elohim ministry  Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *