Renungan Harian Youth, Jumat 04 November 2022
Syalom rekan-rekan Youth yang diberkati Tuhan … Salam Sehat dan tetap semangat selalu yhaa apapun situasi dan keadaan yang kita alami hari ini jangan lupa untuk selalu bersyukur .
Bila kita menanam pohon yang kecil, lalu kita melompati pohon itu setiap hari selama 10 tahun,
maka kita tak sanggup untuk melompati lagi, itu karena pohonnya tumbuh membesar dan tumbuh tinggi, inilah yang di sebut bisnis aset. Anda harus melakukan hal yang anda pikir tidak bisa anda lakukan. ~ Eleanor Roosevelt ~
Rekan-rekan banyak anak muda yang tidak bisa berkembang dan berhasil karena mengalami tekanan dan tantangan dalam hidupnya. Hal yang harus terus kita bangun dalam diri kita adalah semangat untuk berjuang dan melakukan yang terbaik.
Tuhan memanggil kita untuk berhasil dan melakukan kebaikan, bahkan kebaikan yang diatas rata-rata dan ini adalah keberhasilan dalam kehidupan kita
“Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.” (Matius 5:41)
Orang yang apatis, mudah putus asa dan selalu merasa tidak mampu, padahal berjalan bersama TUHAN kita sanggup melakukan perkara² yang besar, bahkan jauh lebih besar dari segala yang kita pikirkan. Jangan berkata, “TUHAN, saya tidak bisa…” atau berkata, “TUHAN, saya tidak sanggup…”, padahal kita blum pernah melangkah sedikitpun.
TUHAN ingin melihat kita melakukan segala perkara dalam hidup ini di atas kapasitas kemampuan kita.
Orang yang maju dan berkembang adalah orang yang berpikir di atas rata², sbab ketika kita berpikir lebih, sesuatu yang maksimal baru bisa terjadi. Bila kita ber-sungguh² dan memanfaatkan waktu dengan baik, maka keberhasilan akan menanti kita.
Setiap kesulitan yakinlah itu merupakan ujian kenaikan tingkat anda. Jadi jika berhasil, anda harus mawas diri dan belajar dari setiap ujian, dan ajarkan ke orang lain pula. Namun jika belum berhasil, janganlah sedih, justru anda harus bersyukur, berarti anda harus lebih melatih diri lagi, karena setiap kenaikan tingkat ada tanggung jawab yang lebih besar.
Jagalah sikap diri karena ketika anda naik lebih tinggi, anda bisa membawa orang lain untuk naik lebih tinggi. Bila anda telah diisi kebaikan, anda memiliki sesuatu untuk di berikan kepada orang lain.
Yohanes 6:3-35 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Tuhan Yesus menjadikan diri-Nya digambarkan seperti Roti Kehidupan yang diberikan oleh umat manusia supaya manusia dapat memperoleh kehidupan yang kekal. Tuhan mengajar kita untuk menerima kebaikan hati Tuhan, namun Tuhan juga mengajarkan kita semuanya untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain.
Seperti Roti, ada untuk menjadi kebaikan bagi orang lain demikian seharusnya kita anak-anak Tuhan harus mau dan bersedia belajar menjadi berkat bagi orang lain.
Rekan-rekan, mari kita tunjukkan kebaikan hati. Sulit rasanya mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan sendiri. Apalagi jika keadaan kita sedang susah atau terdesak. Di tengah-tengah kondisi yang sulit, Tuhan Yesus masih memikirkan orang lain. la lebih memilih memperhatikan kebutuhan orang banyak ketimbang kenyamanan diri-Nya sendiri. Hal yang serupa juga disampaikan kepada kita, bahwa kita perlu meneladani Yesus yang mengutamakan kepentingan orang lain, meskipun kita sedang sulit ataupun tidak menyenangkan. Namun demikian kita perlu terus mengusahakannya menjadi berkat bagi sesama
Filipi 2:3, “Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri”.
INI ADALAH PANGGILAN DALAM HIDUP KITA
USAHAKAN DAPAT MENJADI CONTOH DAN TELADAN,
MENJADI TERANG YANG BERSINAR KEPADA DUNIA DI SEKITAR ANDA.
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)
Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita menunjukkan kebaikan hati dengan mengutamakan orang lain dan menjadi berkat buat sesama kita dengan apa yang bisa kita usahakan.
SELAMAT PAGI.SALAM SEHAT DAN TETAP SEMANGAT.
Tuhan Yesus Memberkati
EM – TVP