Renungan Harian Youth, 12 Juni 2023
Pemberi Harapan Palsu atau PHP adalah istilah gaul yang populer bagi orang yang suka memberi harapan atau janji, namun tidak kunjung mewujudkan janji tersebut, sehingga janji itu hanya menjadi harapan palsu. Biasanya, istilah tersebut dipakai dalam relasi pacaran untuk menunjuk kepada pria yang lama berpacaran, tetapi tidak kunjung melamar pacarnya, baik karena tidak mau atau karena tidak mampu menepati janjinya. Sikap PHP ini amat mengecewakan dan membuat hubungan menjadi tidak Jelas.
“Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.” (Amsal 13:12).
Arti frase “Pohon kehidupan” dalam ayat ini merupakan ungkapan sukacita yang muncul dari dalam hati. Perasaan seperti ini merupakan kebalikan dari orang yang sedih hati karena mengalami harapan yang tertunda.
YESUS – PEMBERI HARAPAN PASTI
Sebelum Yesus naik ke Sorga – ada sebuah perintah dan janji yang penting supaya Murid-murid tinggal dan menantikan Pribadi ROH KUDUS.
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu , jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu (Yohanes 16 :7)
So let Me say it again, this truth: it’s better for you that I leave. If I don’t leave, the Friend won’t come. But if I go, I ‘ll send Him to you.
KEHADIRAN ROH KUDUS – SANGAT PENTING
Memampukan kita untuk hidup kudus dan berkenan kepada Tuhan
- Menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman Yohanes 16: 8
- Memimpin dalam segala kebenaran ( Yohanes 16 :13)
- Mengajarkan segala sesuatu, mengingatkan Firman (Yohanes 14:26)
ROH KUDUS DIBERIKAN AGAR KITA SANGGUP HIDUP KUDUS –
Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
KEMENANGAN SUDAH TUHAN BERIKAN, TUHAN MAU KITA HIDUP TERUS DIDALAM KEMENANGAN ITU KARENA ITULAH KITA PERLU PRIBADI ROH KUDUS
KARYA ROH KUDUS – MENCIPTAKAN KEAJAIBAN dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada, mengalahkan semua kemustahilan. Seperti apakah KEAJAIBAN itu?
Kisah Maria dalam Injil Lukas 1:34-35 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Roh Kuduslah yang membuat Keajaiban rahim perawan Maria melahirkan bayi Yesus. Pribadi yang sama, Roh Kudus dapat melahirkan pribadi Yesus dalam diri kita. Roh Kudus menciptakan hati yang baru yang mau mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Keajaiban apa yang engkau harapkan dalam dirimu ?
- Pertobatan
- Kekecewaan
- Ketakutan
- Dosa
- Kemarahan
- Rendah diri / minder
ROH KUDUS akan mengerjakan KEAJAIBAN ITU – DIA AKAN MEMBERIKAN HATI YANG BERTOBAT, HATI YANG MAU SUNGGUH-SUNGGUH SAMA TUHAN. Itu adalah KEAJAIBAN!
Kembali kepada kisah para Rasul – Roh Kudus menciptakan KUASA yang BESAR sehingga para RASUL dengan berani memberitakan INJIL dipenuhi dengan KUASA ALLAH. Bagaimana sikap kita untuk mau selalu dipenuhi Roh Kudus ? Seringkali Yang menghalangi kuasa Roh Kudus berkarya dalam diri kita adalah EGO – kekerasan hati, menolak.
Roh Kudus adalah Anugerah dan Pemberian dari Yesus sepenuhnya, namun bagian kita adalah menyediakan hati yang mau – sadar dan rindu “Tuhan aku mau semakin dipenuhi Roh Kudus.”
Bagaimana sikap kita untuk mau selalu dipenuhi Roh Kudus ?
- berserah ~ Kerendahan hati
- Kerinduan ~ Pertobatan
- Percaya akan Angugerah Tuhan
Kepenuhan Roh Kudus: sebuah gaya hidup, bukan sekedar suatu peristiwa – Jaga Rasa haus dan lapar akan pribadi Tuhan.
Roh Kudus akan membawa pengenalan yang mendalam dalam kehidupan orang percaya – memanggil Tuhan sengan sapaan “ABBA.” Sapaan Abba – bukan sekedar panggilan yang diajarkan tetapi sebuah hubungan kedekatan yang sangat dekat, teriakan tangisan kedekatan.
Semakin kita dengan Tuhan dan Pribadi Roh Kudus, semakin kita akan dituntun dalam pemahaman yang benar akan pengharapan kepada Dia yang tidak mengecewakan.
Pastikan di dalam diri kita untuk tetap berharap kepada Dia, bagaimanapun kondisi hati kita. Jika kita menaruh harapan kepada Dia dan mengandalkan Dia dalam segala tindakan kita, maka kehidupan kita akan menjadi hidup yang penuh dengan pembelajaran akan kehidupan yang bermakna. Dan selagi kita masih muda, mulailah menaburi benih-benih iman yang teguh kepada Dia yang adalah sumber kekuatan dan pengharapan kita. Dia bukan Pemberi Harapan Palsu!
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
ETC 28052023-YDK