Elohim Ministry umum Cinta Itu Kuat Seperti Maut

Cinta Itu Kuat Seperti Maut



Renungan Harian Kamis, 19 Februari 2026

Ayat Pokok: Kidung Agung 8:6

Di tengah kehidupan keluarga masa kini, kata “cinta” sering kali terdengar indah tetapi terasa rapuh. Banyak pernikahan diuji oleh kesibukan, tekanan ekonomi, perbedaan karakter, bahkan kekecewaan yang tak terselesaikan. Tidak sedikit orang bertanya, apakah cinta bisa benar-benar bertahan?

Alkitab melalui Kidung Agung 8:6 memberikan pernyataan yang sangat kuat:

“Cinta itu kuat seperti maut… nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN.”

Kitab Kidung Agung bukan sekadar puisi romantis antara Salomo dan gadis Sulam. Kitab ini menggambarkan cinta suami istri yang dibangun atas dasar kasih Tuhan, sekaligus melukiskan kasih Allah kepada umat-Nya. Di dalamnya kita menemukan bahwa cinta sejati bukan hanya perasaan, melainkan kekuatan ilahi yang tak terpadamkan.

1. Kasih Allah: Api Ilahi yang Tak Terpadamkan

Frasa “nyalanya adalah nyala api TUHAN” dalam bahasa Ibrani disebut “shalhebheth yah”, yang berarti “nyala api dari Yah (Tuhan)”. Ini menunjukkan bahwa cinta sejati memiliki sifat ilahi—bersumber dari Allah sendiri.

Ayat 7 menegaskan: “Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya…”

Artinya, cinta yang berasal dari Tuhan tidak bisa dipadamkan oleh masalah, penderitaan, tekanan hidup, atau bahkan kematian.

Rasul Paulus juga menyatakan dalam Roma 8:35-39 bahwa tidak ada satu pun—baik kesesakan, penganiayaan, kelaparan, bahaya, maupun maut—yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah di dalam Kristus Yesus.

Winn Collier pernah berkata: “Cinta manusia yang paling kuat pun hanyalah cerminan kecil dan rapuh dari kasih Allah yang sesungguhnya sangat kuat bagi kita.

Dalam keluarga, kasih manusia bisa melemah. Namun ketika cinta itu berakar pada kasih Allah, ia menjadi kuat, murni, dan setia. Kasih Allah adalah sumber yang membuat cinta pernikahan tetap menyala sekalipun badai datang.

2. Kita adalah Milik Kepunyaan Allah yang Dimeteraikan

Kidung Agung 8:6 juga berkata: “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu…”

Dalam Perjanjian Lama, meterai (Ibrani: yotam) adalah tanda kepemilikan dan pengesahan. Meterai bisa berupa cincin di jari (Yeremia 22:24) atau benda yang diikat di leher (Kejadian 38:18). Meterai menyatakan bahwa sesuatu itu sah dan menjadi milik seseorang.

Dalam Perjanjian Baru, konsep meterai digenapi melalui Roh Kudus. Efesus 1:13-14 menyatakan bahwa kita telah dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang menjadi jaminan warisan kekal kita.

Artinya:

  • Kita adalah milik Allah.
  • Kita telah ditebus dengan harga lunas.
  • Kita dijamin menerima warisan kekal bersama Dia.

Cinta Allah bukan hanya perasaan, tetapi komitmen yang disahkan. Roh Kudus adalah tanda sah bahwa kita telah dibeli oleh darah Kristus. Kita tidak lagi milik dunia, tetapi milik Tuhan.

Kesimpulan

“Cinta itu kuat seperti maut” bukan sekadar ungkapan puitis. Kasih Allah telah terbukti kuat bahkan melampaui maut melalui pengorbanan Yesus di kayu salib.

Kasih-Nya tidak berhenti saat keadaan kita baik. Bahkan dalam penderitaan dan kematian sekalipun, kasih Allah tetap setia. Roh Kudus adalah meterai bahwa kita adalah milik-Nya dan bahwa warisan kekal telah dijamin bagi kita. Jika cinta kita berakar pada kasih Allah, maka keluarga kita akan memiliki fondasi yang tidak mudah digoncangkan.

Refleksi Renungan

Kita sering mengukur cinta dari perasaan dan keadaan. Ketika suasana baik, kita merasa mengasihi; ketika keadaan sulit, kasih kita bisa meredup. Namun hari ini kita diingatkan bahwa kasih sejati bersumber dari Allah. Kita adalah milik-Nya yang telah dimeteraikan oleh Roh Kudus. Karena itu, marilah kita membangun keluarga dan relasi bukan hanya dengan kekuatan perasaan, tetapi dengan kasih ilahi yang setia, berkorban, dan tak terpadamkan.

Hikmat Hari Ini

Kasih yang berasal dari Tuhan tidak pernah padam—bahkan maut pun tidak mampu mengalahkannya.

MW

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *