Renungan Harian Anak, Selasa 29 April 2025
Shalom, selamat pagi adik-adik semua! Apa kabar kalian hari ini? Kakak berdoa supaya adik-adik semua dalam keadaan sehat, penuh sukacita, dan semangat untuk beraktivitas sepanjang hari ini, amin! Hari ini, sebelum kita memulai kegiatan kita, yuk kita belajar bersama-sama tentang satu hal penting yang sering kita alami, yaitu “Ditegur karena kasih.”
Adik-adik, siapa di sini yang pernah dimarahi, ditegur, atau dinasihati oleh orang tua, guru, kakak, atau orang dewasa lainnya? Pasti semua pernah ya! Kadang-kadang saat kita melakukan kesalahan, orang tua atau guru menegur kita. Tapi, tahukah adik-adik? Mereka menegur kita bukan karena benci, melainkan karena mereka sayang dan peduli pada kita. Mereka tidak ingin kita terus-menerus melakukan kesalahan dan ingin melihat kita menjadi anak-anak yang semakin baik setiap hari.
Nah, dalam Alkitab juga ada ayat yang menjelaskan tentang hal ini. Mari kita baca:
📖 Wahyu 3:19 “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar…”
Ayat ini ditulis oleh Rasul Yohanes saat ia diasingkan di Pulau Patmos. Melalui ilham Roh Kudus, Yohanes mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus menegur dan mendisiplinkan orang yang dikasihi-Nya. Jadi kalau kita ditegur Tuhan melalui Firman-Nya, atau melalui orang tua dan guru kita, itu tandanya Tuhan sedang menunjukkan kasih-Nya kepada kita!
Bagaimana Tuhan Menegur Kita? Tuhan tidak hanya menegur secara langsung. Tuhan juga berbicara kepada kita melalui Alkitab, yaitu firman-Nya. Alkitab penuh dengan kisah-kisah, nasihat, teguran, dan pengajaran supaya hidup kita menjadi lebih baik dan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Contohnya: Tuhan pernah menegur Raja Daud saat ia berbuat dosa. Tapi setelah ditegur, Daud bertobat dan hidup kembali dalam jalan Tuhan.
Tuhan Yesus juga menasihati orang-orang Farisi dalam Matius 22:37-40. Mereka mencoba menjebak Yesus dengan pertanyaan, tapi Yesus malah mengajarkan bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Ini adalah teguran sekaligus nasihat supaya kita tidak hanya memilih-milih dalam mengasihi, tetapi mengasihi semua orang, bahkan yang berbuat tidak baik kepada kita.
Kenapa Teguran Itu Penting? Kalau kita tidak pernah ditegur, kita mungkin akan terus melakukan kesalahan dan itu akan merusak hidup kita. Tapi karena Tuhan mengasihi kita, Dia tidak ingin kita terjatuh terlalu jauh. Tuhan memakai firman-Nya, orang tua, guru, bahkan teman kita untuk mengingatkan kita agar kembali ke jalan yang benar.
Kalau adik-adik ditegur, jangan marah atau kesal ya. Belajarlah untuk menerima teguran dengan hati yang lembut dan berterima kasih, karena itu tandanya kita dikasihi!
Adik-adik, ingat ya, teguran adalah tanda kasih!
Jangan keras hati saat ditegur. Belajarlah mendengarkan, merenungkan, dan memperbaiki diri. Dengan begitu, kita bertumbuh menjadi anak-anak Tuhan yang bijaksana dan berkenan di hadapan-Nya.
Ayat Hafalan:
📖 Wahyu 3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
Komitmenku hari ini : Aku mau belajar untuk menerima teguran dengan hati yang lembut dan berterima kasih Ketika ditegur supaya aku menjadi lebih baik lagi
Mari kita menjadi anak yang mau belajar, mau berubah, dan selalu mengucap syukur, bahkan saat kita ditegur!
Tuhan Yesus memberkati!
MIK – KCP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan