Renungan Harian Youth, Rabu 04 Desember 2024
Lukas 18:18-23
Kita sering kali tanpa sadar melakukan sesuatu yang melukai perasaan orang lain, yang dapat menghilangkan sukacita mereka dalam menjalani hari. Sebelum bertindak, bayangkan jika kita berada di posisi mereka—apa yang akan kita rasakan? Meluapkan kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah, justru memperburuk keadaan. Sebagai gantinya, belajarlah untuk introspeksi dan menjadi pribadi yang lebih baik, yang dapat menjadi berkat bagi orang lain seperti yang Tuhan kehendaki.
Belajar untuk bisa mengkoreksi diri menjadi seorang yang berkenan dan baik, bisa menjadi berkat sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan.
When you are doing a piece of embroidery and you look at the under-side of it, there will be nothing beautiful there. All that you see will be a lot of knots and stitches. In our lives too, we may often see many things that we can’t understand. One day God will show us (and the whole world) the upper-side – the beautiful ‘embroidery’ that He wove into our lives, transforming us through all that we went through on earth. It will all be His handiwork and so it will all be for the praise of His glory alone.
Ada sebuah kejadian unik yang mana sebuah film bisa menjadi alat untuk menyadarkan orang – orang aga bisa untuk belajar memperbaiki diri dan menghargai orang lain. Dan hal ini bisa dilihat lewat sebuah film yang menjadi perbincangan dikalangan banyak orang. Ada sebuah film berjudul JOKER, sejak tayang di layar bioskop dan ditonton oleh banyak penggemar film tersebut, yaitu Joker menjadi fenomena yang menguasai media sosial. Salah satunya muncul kalimat viral. “Orang jahat adalah orang yang baik yang tersakiti,” dalam berbagai versi yang menarik. Walaupun sebenarnya kalimat ini bukan dialog dalam film, namun sepertinya penggemar film di Indonesia melihat bahwa sosok Joker awalnya adalah orang baik.
Namun, karena sering tidak dipandang, disakiti dan sebagainya,ia berubah menjadi sosok yang jahat. Kenapa hal itu bisa terjadi? Semua Kembali lagi kepada cara memperlakukan orang dengan baik. Secara implisit kalimat tersebut menilai bahwa Joker pada dasarnya adalah orang baik. Tepatkah penilaian seperti ini? Yesus memberikan jawaban yang sepertinya mengejutkan kepada seseorang yang datang kepadaNya. Orang itu adalah seorang pemimpin agama, sangat kaya dan berusia muda (Mat 19:20). la menyapa Yesus dengan sebutan,”Guru yang baik.” Namun Yesus menjawabnya. “Mengapa kaukatakan Aku baik?” Jawaban Yesus yang bernada mengejutkan bukan berarti la menolak dipanggil sebagai orang baik, namun justru sebagai suatu undangan dariNya kepada pemimpin tersebut untuk merefleksikan sendiri perkataannya. Apakah engkau tahu apa artinya baik? Apakah engkau tahu implikasi memanggil Aku baik? Apakah engkau tahu siapa diriKu sebenarnya? Kira-kira begitu isi undangan refleksi Yesus kepadanya.
Knowing that God had planned every detail of our life and that He knew us and appreciated everything we did for Him. Sometimes, when we have not had enough sleep or are tired and drained out emotionally and physically, we may lose this vision. Then we must focus our spiritual lens and see this vision clearly once again – and we will see that the Lord is doing a beautiful work in our lives, which will be perfected one day!
Pertanyaan-pertanyaan tersebut tersirat dari dialog-dialog berikutnya. Pemahaman dan definisi kebaikan pemimpin tersebut tidak sempurna karena hanya bersifat perbuatan semata (ay 21). Padahal kebaikan sejati menurut Yesus adalah persembahan hati dan hidup bagi Tuhan, kemudian mengasihi sesama. Dua komponen ini merupakan sebab dan akibat orang yang dipenuhi oleh kasih Tuhan pasti akan mengasihi sesama. Orang yang dipenuhi kebaikan Tuhan pasti akan melakukan kebaikan juga. Selanjutnya, pertanyaan pemimpin tersebut yang menyiratkan bahwa melalui usahanya ia bisa mendapatkan hidup yang kekal, menandakan ia tidak mengenal siapa Yesus. Ketika ia menyapa Yesus sebagai Guru yang baik, seharusnya ia paham bahwa Yesus adalah Tuhan, karenahanya Tuhan saja yang baik. Dan, hidup kekal adalah anugerah dari Tuhan yang baik itu, bukan usaha sendiri. Perbaiki dirilah menjadi seseorang yang hidup baik dan benar seturut perintah kasih serta apa yang Allah kehendaki untuk dilakukan, karena itu jangan keraskan hati.
None of us is perfect. God will help us and He will help them too. When we realize that it is God Who is doing the work in us, we will not imagine that we have been wonderful doing anything perfectly. And we will not imagine that we can teach others. Everything is for the glory of God alone. He will reveal His mighty power in the final day and show that, in-spite of all our weaknesses, shortcomings and failures, we still partook of Christ’s nature.
Bahaya yang sering dijumpai dari orang-orang yang mengaku Kristen adalah merasa atau menilai dini sendiri baik. Dengan memiliki pendidikan dan pekerjaan yang baik, keluarga yang baik, reputasi yang baik dan melakukan kebaikan, dirasa cukup untuk menilai diri sendiri baik. Padahal kata Rasul Paulus semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan (Rm 3:23). Jangan menilai diri sendiri baik jika kita belum datang kepada Tuhan dan membiarkan Roh Kudus menguasai hidup kita.
Kebaikan moralitas tanpa Tuhan adalah sia-sia belaka. Kebaikan sejati adalah kebaikan yang dipancarkan dalam hidup karena telah menerima kebaikan yang melimpah dari Tuhan. Tetap yakin percaya bahwa Allah sudah memberkati, menolong dan memberikan apa yang diminta. Ingatlah masalah dan persoalan tidak bisa diselesaikan tanpa hikmat. Tetap yakin selalu Allah yang memberikan kemampuan dan kekuatan serta jalan keluar dalam menghadapi masalah. Milikilah hidup dengan selalu menikmati hari – hari yang Indah Bersama Tuhan meskipun ditengah masalah yang dihadapi.
Ketika kita bisa menikmatinya dan tetap yakin bahwa semua ada dalam rencana Allah, maka hidup kita tidak ada yang Namanya penyesalan.
Kita semua tahu bahwa dalam hidup, tidak ada hasil yang didapatkan dengan mudah dan masalah datang silih berganti, tetapi ketika kita mau untuk memperbaiki menjadi lebih baik maka semua permasalahan bisa dihadapi dan dilewati.
Have a good day and God bless.
LW – NDK