Renungan Harian Anak, Kamis 05 Februari 2026
Syalom adik-adik Elohim Kids! Apa kabar hari ini? Kakak berharap adik-adik semua sehat, ceria, dan penuh semangat. Sebelum memulai aktivitas hari ini, yuk kita duduk sebentar dan merenungkan Firman Tuhan bersama-sama.
Adik-adik, pernahkah kamu melihat sebuah tugu yang tinggi dan megah? Di beberapa kota, ada tugu-tugu yang dibuat bukan hanya supaya terlihat indah, tetapi juga untuk mengingatkan kita akan suatu peristiwa penting. Hari ini kita akan belajar bahwa bukan hanya negara yang memiliki tugu peringatan, tetapi Tuhan juga mengajarkan umat-Nya untuk membuat tugu peringatan agar tidak melupakan kebaikan-Nya.
Suatu hari, Soni berjalan-jalan bersama Papanya di Jakarta. Tiba-tiba Soni menunjuk ke sebuah tugu yang sangat tinggi.
“Wow, Pa! Coba lihat tugu itu! Tinggi dan megah sekali!” kata Soni dengan mata berbinar.
“Oh, itu namanya Tugu Monas,” jawab Papanya sambil tersenyum.
“Wah, indah sekali ya, Pa! Apalagi di puncaknya seperti api menyala,” kata Soni kagum.
Papanya lalu menjelaskan, “Son, Monas itu adalah tugu peringatan. Tugu ini dibuat untuk mengingatkan kita tentang perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Api di puncaknya melambangkan semangat yang tidak pernah padam.”
Soni mengangguk sambil berkata, “Oh, jadi setiap orang yang melihat Monas diingatkan supaya bersyukur ya, Pa?” “Iya, betul sekali,” jawab Papa. “Kita diingatkan untuk berterima kasih kepada Tuhan dan menghargai pengorbanan para pahlawan.”

Adik-adik dalam Alkitab kita juga membaca kisah tentang tugu peringatan. Bangsa Israel pernah mengalami pertolongan Tuhan yang sangat besar saat menyeberangi Sungai Yordan. Air sungai itu terbelah, dan mereka berjalan di tanah kering, sama seperti saat Tuhan membelah Laut Teberau.
Setelah semua orang menyeberang dengan selamat, Tuhan memerintahkan Yosua memilih 12 orang, masing-masing dari satu suku Israel, untuk mengambil 12 batu dari tengah sungai. Batu-batu itu ditumpuk menjadi tugu peringatan di Gilgal. Tugu itu bukan untuk disembah, tetapi untuk mengingatkan bangsa Israel bahwa Tuhan selalu menolong dan setia.

Tuhan ingin agar ketika anak-anak bertanya, “Apa arti batu-batu ini?” orang tua bisa menceritakan kembali betapa besar dan ajaibnya pertolongan Tuhan. Dengan begitu, iman anak-anak akan dikuatkan dan mereka belajar bersyukur.
Adik-adik juga bisa membuat “tugu peringatan” dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan mengingat jawaban doa, menulis berkat Tuhan di buku kecil, atau menceritakan kebaikan Tuhan kepada teman dan keluarga. Saat kita mengingat dan menceritakan pertolongan Tuhan, iman kita akan semakin kuat dan hati kita dipenuhi rasa syukur.
Tugu peringatan mengingatkan kita untuk tidak melupakan kebaikan Tuhan. Sama seperti bangsa Israel dan tugu Monas, Tuhan ingin kita selalu ingat pertolongan-Nya, bersyukur atas setiap berkat, dan menceritakan kasih Tuhan kepada orang lain. Dengan begitu, nama Tuhan dimuliakan dari generasi ke generasi.
📖 Ayat Hafalan
Yosua 4:7 “Batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya.”
✍️ Komitmenku Hari Ini
Aku mau selalu mengingat kebaikan Tuhan dan menceritakan pertolongan-Nya kepada orang lain.
🙏 Doa Penutup
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih atas semua pertolongan dan kasih-Mu dalam hidupku. Tolong aku supaya tidak melupakan kebaikan-Mu dan selalu bersyukur. Ajari aku untuk menceritakan perbuatan-Mu yang ajaib kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
💎 Hikmat Hari Ini
Mengingat kebaikan Tuhan membuat hati kita penuh syukur dan iman kita semakin kuat.
Tuhan Yesus memberkati
YNP – RS
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan