Renungan Harian Youth, Selasa 02 September 2025
Kita semua pasti mengenal atau memiliki yang namanya benda kesayangan di antara benda lainnya yang kita miliki. Benda itu menjadi kesayangan kita pasti karena ada nilai tersendiri menurut pandangan kita, apakah itu mengingatkan kita pada masa kecil kita, atau hal lain, sehingga kita menjadikannya sebagai benda/harta kesayangan.
Bagaimana jika kita yang disebut harta kesayangan
Tuhan pernah mengatakan kepada bangsa Israel bahwa mereka bukan hanya sebagai umat pilihan-Nya, tapi juga harta kesayangan-Nya!
Keluaran 19:5 berbunyi, “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi”.
Itulah yang Tuhan nyatakan di Sinai; tiga bulan setelah keluarnya mereka dari tanah Mesir, tempat perbudakan; Salah satu tema teologi penting PL adalah perjanjian. Allah mengikatkan diri-Nya kepada umat-Nya dalam perjanjian Sinai. Perikop ini menyatakan intisari perjanjian itu.
Latar belakang perjanjian ini adalah janji Allah kepada Abraham (Kej. 12:1-3), yang diteruskan turun temurun kepada keturunan Yakub (ayat 3). Dasar perjanjian itu adalah Allah sendiri yang telah bertindak menebus Israel (ayat 4). Perjanjian itu berisi pernyataan bahwa bangsa Israel akan menjadi harta kesayangan Tuhan (ayat 5), untuk tujuan mulia menjadi kerajaan (bersifat) keimaman dan bangsa yang kudus (ayat 6). Ini adalah status yang diberikan Allah kepada umat-Nya.
Ada penekanan disana bahwa Israel akan menjadi umat pilihan Tuhan jika mereka taat dan setia pada firman-Nya serta perjanjian yang telah dibuat, karena Allah adalah penguasa seluruh bumi.
Israel adalah milik Allah. Mereka juga dipanggil untuk menjalani kehidupan yang kudus sehingga menjadi contoh atau model hidup yang Tuhan inginkan terwujud pada bangsa-bangsa lain. Tujuan ketaatan itu adalah supaya menjadi contoh kepada bangsa lain. Dalam hal ini,Allah mengikatkan diri-Nya kepada bangsa Israel dengan menjadikan mereka umat pilihan Allah. Ia menempatkan Israel sebagai harta kesayangan-Nya.
Allah berkata kepada bangsa Israel bahwa mereka akan menjadi harta kesayangan Allah di antara banyak harta yang Allah miliki. Bayangkan jika kita mempunyai beberapa barang berharga, dan ada satu yang paling disayang. Kita pasti akan berusaha supaya barang tersebut ada dalam keadaan yang aman dan kalau bisa tidak ada orang lain yang mengetahui keberadaan barang tersebut.
Rekan-rekan youth, Dari sekian makhluk hidup; dari sekian banyaknya ciptaan yang Tuhan ciptakan; kita adalah harta kesayangan Allah. Ini berlaku bagi kita orang percaya, yang adalah Israel-Israel rohani, sebagaimana tertulis: “…
1 Petrus 2:9,Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Kita adalah milik Tuhan Yesus yang telah ditebus lewat pengurbanan-Nya di salib. Melalui darah-Nya yang dicucurkan, Ia menjadi pengantara suatu perjanjian baru antara orang percaya dengan Allah (Luk. 22:20). Sungguh suatu anugerah besar bagi kita untuk menjadi milik Tuhan. Namun sama seperti umat Israel (band. 1Pet. 2:9), kita ditebus untuk suatu misi yang serupa, yaitu menjadi umat yang kudus dan yang bekenan kepada Tuhan.
Seperti umat Israel yang membaktikan diri mereka kepada Tuhan dalam ketaatan mereka; Bahwa mereka harus sungguh-sungguh mendengarkan firman-Nya dan berpegang pada perjanjian-Nya.
ada 3 hal yang meneguhkan ketaatan kita kepada-Nya:
Karena kita sudah diselamatkan
Inilah yang menggerakkan kita dan menjadi alasan kita untuk taat.
Taatlah saja dengan sungguh-sungguh, bukan hanya dengan mengaku dan berjanji, bukan dengan berpura-pura, melainkan dengan tulus hati. Allah telah menunjukkan kepada kita semua perkenanan-perkenanan-Nya yang nyata, dan karena itu kita membaktikan diri kita kepada Allah dengan ketaatan
Kita menjadi umat Allah;
seperti bangsa Israel; Allah meyakinkan mereka akan kehormatan yang hendak diberikan-Nya kepada mereka, dan kebaikan yang hendak ditunjukkan-Nya kepada mereka, jika mereka benar-benar berpegang pada perjanjian-Nya (ay. 5-6): Maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri. Ia tidak menyebutkan secara khusus suatu perkenanan tertentu, seperti memberi mereka tanah Kanaan atau semacamnya, tetapi mengungkapkannya dalam suatu ungkapan yang mencakup kebahagiaan seluruhnya, yaitu bahwa Ia akan menjadi Allah mereka berdasarkan perjanjian, dan mereka akan menjadi umat-Nya.
Allah adalah pemilik dari segala sesuatu;
Allah di sini menegaskan kedaulatan dan kepemilikan-Nya atas seluruh ciptaan yang terlihat: Akulah yang empunya seluruh bumi. Karena semua bangsa di bumi adalah milik-Nya, maka Ia dapat memilih siapa yang dikehendaki-Nya sebagai umat kesayangan-Nya, dan bertindak secara berdaulat.
Rekan-rekan youth, Apa keistimewaan yang dimiliki bangsa Israel sehingga mereka beroleh anugerah yang menakjubkan? Tidak ada. Sesungguhnya, mereka hanya manusia biasa yang fana dan dapat jatuh dalam dosa. Mereka sama seperti bangsa-bangsa lain. Perjanjian Allah adalah wewenang Allah bukan untuk menganakemaskan, tetapi untuk menjadikan mereka berkat-Nya bagi sesama bangsa. Gereja dan orang Kristen masa kini, kita semua pun menyandang status yang sama dengan bangsa Israel (Band. 1Pet. 1:9-10). Kita adalah umat kesayangan Allah yang telah ditebus-Nya melalui Kristus.
Semakin kita paham betapa berharganya kita; maka kita akan menjadi pribadi yang begitu mengasihi Allah kita…
Sebagai umat yang telah menerima anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, seharusnya kita menjadi umat yang melayani dan beribadah kepada-Nya. Dalam kaitan ini, kita memiliki tanggung jawab untuk memberitakan kabar tentang Kristus kepada orang-orang yang belum mengenal Dia.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – DOT
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan