Elohim Ministry umum Hidup Saling Memperhatikan

Hidup Saling Memperhatikan



Renungan Harian Rabu, 24 Juni 2026

Ayat Pokok : Titus  3 : 2, “Janganlah mereka memfitnah,  janganlah mereka bertengkar,  hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.”

Syalom . . . Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus.  Bapak, ibu dan saudara-saudara yg terkasih. Pada tahun 1950-an, seorang sosiolog bernama David Riesman menciptakan sebuah istilah yaitu; “kerumunan yang kesepian”, istilah ini menggambarkan kelompok orang yang hidup menurut tradisi umum dan nilai-nilai yang seragam, tetapi hampir tidak saling mengenal atau menyukai satu sama lain. Berdasarkan istilah tersebut, seorang penulis kriaten bernama Michael Frost teringat tentang betapa gereja berisiko menjadi kerumunan yang kesepian seperti itu. Dia kuatir jangan-jangan gereja di gerogoti oleh istilah tersebut, dimana gereja tidak menjadi sebuah keluarga dengan komunitas yang sehat tetapi hanya tempat berkumpulnya orang-orang untuk beribadah bersama.

Frost berkata ; “Saya sudah kehilangan hitungan berapa banyak orang Kristen yang memberi tahu saya bahwa mereka berhenti menghadiri gereja atau meninggalkan gereja [lokal] mereka untuk bergabung dengan gereja lain karena mereka tidak bisa mendapatkan teman di sana. Mereka melaporkan bahwa orang-orang gereja cukup ramah, mereka ramah dan menyambut dengan hangat. Namun seperti yang dikatakan seseorang kepada saya, “Mereka bersikap baik padamu, tetapi tidak ada yang menjadi temanmu.” Dan itu menyakitkan ketika semua keramahan itu hanya berujung pada kesepian.

Dalam kehidupan ini, pernahkah kita merasa seperti orang asing ditengah saudara dan saudari kita di dalam Tuhan??? Mungkin setelah selesai kebaktian, ketika kita sudah pulang ke rumah, kita semakin merasa seperti berada di kelompok kesepian dari pada anggota tubuh Kristus??? Bapak, ibu dan saudara terkasih. Dengan membangun hubungan yang positif melalui komunitas gereja yang sehat, kita sedang mengerjakan fungsi dan peran kita di gereja yang membuat gereja kuat dan bertumbuh. Ditengah komunitas yang sehat ada kata-kata yang membangun, perilaku yang baik dan menjadi berkat. Dengan demikian kita menjangkau banyak orang percaya dan membongkar tembok -tembok penghalang, bata demi bata,  kata demi kata, dengan tidak mempedulikan penampilan luar mereka namun melihat mereka sebagai jiwa yang harus makin dekat dengan KRISTUS.

TUHAN Yesus sendiri pun menetapkan sesuatu yang bisa dijadikan standard bagi kita untuk mengerjakan hal ini. Ketika DIA pertama kali bertemu Natanael [yang kemudian menjadi rasul /murid-NYA], saat Filipus berkata kepadanya ; “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” [Yohanes 1:45] Natanael menjawab; “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret???”

Namun dengan satu kalimat,  Yesus meluluhkan hatinya, “lihat,  inilah seorang Israel sejati,  tidak ada kepalsuan didalamnya!” Natanael dengan segera mengakui-Nya sebagai MESIAS. Suatu perubahan drastis melalui proses yang dramatis, semuanya diselesaikan melalui kata-kata.

Bapak, ibu dan saudara terkasih, setiap kita juga adalah pembangun – pembangun yang sangat dibutuhkan oleh Tuhan.

Seperti yang dikatakan oleh firman Tuhan lewat Rasul Paulus : “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.  Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita,  seperti dibiasakan oleh beberapa orang,  tetapi marilah kita saling menasehati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibrani 10 : 24-25

 TUHAN memanggil kita untuk menjadi seorang yang mampu hidup saling memperhatikan dan saling membangun, bukan hidup saling bertengkar, memfitnah dan saling menjatuhkan. Tetapi TUHAN mengiginkan kita supaya menjadi berkat buat orang lain.

Jadi, marilah setiap kita sebagai orang percaya dan sebagai anak Tuhan harus hidup saling memperhatikan dan saling membangun satu sama lain, karena kita ini adalah satu keluarga di dalam DIA. Efesus 2:19 (TB)  Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Kesimpulan Renungan

Tuhan menghendaki agar kita hidup saling memperhatikan, saling menguatkan, dan saling membangun dalam kasih. Sebagai satu keluarga di dalam Kristus, kita tidak dipanggil untuk hidup dalam pertengkaran, fitnah, atau sikap acuh tak acuh, melainkan menjadi alat Tuhan yang menghadirkan kasih, penerimaan, dan pengharapan bagi sesama. Melalui perkataan dan tindakan yang membangun, kita dapat menciptakan komunitas yang sehat, bertumbuh, dan memuliakan Tuhan.

Refleksi diri

Kita dipanggil untuk hidup sebagai keluarga Allah yang saling memperhatikan, bukan sekadar berkumpul dalam ibadah tanpa membangun hubungan yang nyata. Melalui perkataan yang membangun, sikap yang ramah, lemah lembut, dan penuh kasih, kita dapat menjadi berkat bagi sesama serta menghadirkan kehangatan dalam komunitas orang percaya. Ketika kita memilih untuk tidak memfitnah, tidak bertengkar, dan tidak saling menjatuhkan, tetapi saling mendorong dalam kasih dan perbuatan baik, gereja akan menjadi tempat di mana setiap orang merasa diterima, diperhatikan, dan semakin bertumbuh dalam Kristus. Sebagai anggota keluarga Allah, kita memiliki tanggung jawab untuk membangun satu sama lain agar semakin dekat kepada Tuhan dan menjadi saksi kasih-Nya di tengah dunia.

Hikmat Hari Ini

Komunitas yang kuat tidak dibangun oleh banyaknya orang yang hadir, tetapi oleh banyaknya orang yang saling peduli, saling membangun, dan saling membawa satu sama lain semakin dekat kepada Kristus.

Doa Meresponi Firman Tuhan Hari Ini

Bapa Surgawi, terima kasih atas firman-Mu yang mengingatkan kami untuk hidup saling memperhatikan dan saling membangun. Ampunilah kami jika selama ini kami lebih sering memikirkan diri sendiri, kurang peduli terhadap kebutuhan orang lain, atau bahkan melalui perkataan dan sikap kami telah melukai sesama. Tolong kami agar memiliki hati yang penuh kasih, ramah, lemah lembut, dan rela menjadi berkat bagi setiap orang yang Engkau tempatkan di sekitar kami. Mampukan kami untuk membangun komunitas yang sehat, saling menguatkan dalam iman, dan menjadi alat-Mu untuk membawa banyak orang semakin dekat kepada Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

DS

JOIN GRUP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on “Hidup Saling Memperhatikan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *