Elohim Ministry umum Hiduplah sebagai Anak-anak Terang

Hiduplah sebagai Anak-anak Terang



Renungan Harian, Sabtu 17 Oktober 2026

Nats: Efesus 5 : 1-9

Shalom Bapak,Ibu, saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . . .

Pernahkah kita memperhatikan bagaimana seorang anak kecil meniru orang tuanya ? Mulai dari cara berbicara, cara berjalan, hingga kebiasaan sehari-hari. Mengapa mereka melakukannya ? karena mereka mencintai orang tua mereka dan secara alami, seorang anak akan mengitimitasi apa yang mereka lihat setiap hari. Dalam teks yang sudah kita baca hari ini, Rasul Paulus mengajak kita melakukan hal yang sama dalam level spritual. Melalui Efesus 5 : 1-9, kita diingatkan tentang identitas baru kita di dalam Kristus dan bagaimana seharusnya kita hidup di tengah dunia yang sering kali dipenuhi kegelapan.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan :

“Sebab itu jadilah peniru-peniru Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih…” Panggilan pertama kita sangat radikal : Menjadi peniru Allah. Bagaimana mungkin manusia yang terbatas bisa meniru Allah yang tidak terbatas ? Kuncinya : Berjalanlah di dalam kasih, kasih yang dimaksud di sini bukanlah kasih yang egois atau sekedar perasaan emosional melainkan kasih agape – kasih yang berkorban. Model utama kita adalah Yesus Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan yang harum di hadapan Allah. Jadi Meniru Allah berarti ketika seseorang menyakiti kita, kita memilih untuk mengampuni. Ketika ada orang yang berkekurangan, kita tergerak untuk memberi. Hidup kita menjadi “ wewangian “ yang menyenangkan hati Tuhan.

“Tetapi cabul dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu….” Setelah berbicara tentang kasih, Paulus langsung memberikan kontras yang tajam tentang apa yang tidak boleh ada dalam kehidupan seorang peniru Allah.

Ada tiga hal utama yang disorot :

Cabul dan Kecemaran : Menggunakan tubuh atau seksualitas diluar ketetapan Allah.

Keserakahan : Nafsu untuk selalu memiliki sesuatu yang lebih, yang oleh Paulus disamakan dengan penyembahan berhala. (ayat 5) 3.

Perkataan yang Kosong : cerita kotor, kata-kata bodoh dan cemoohan (ayat 4). Dunia menganggap hal-hal diatas sebagai “ Hiburan “ atau “ Hal Biasa “ Namun bagi kita yang telah ditebus hal-hal tersebut bahkan. Disebut saja jangan “ Paulus mengingatkan bahwa perkataan kita seharusnya diisi dengan ucapan syukur, bukan keluhan atau kata-kata yang menjatuhkan.

Menolak Untuk Disesatkan (ay 6-8)

“Janganlah kamu membiarkan dirimu disesatkan orang dengan kata-kata yang kosong,..”

Paulus tahu bahwa tantangan terbesar orang percaya adalah kompromi. Akan selalu ada, bahkan suara-suara di luar sana mengatakan zaman sudah berubah, tidak apa-apa sesekali melanggar standar Tuhan, Allah kan maha pengampun. Sebab itu Paulus memperingatkan dengan tegas agar jangan biarkan dirimu disesatkan. Kompromi dengan dosa membawa murka Allah atas orang-orang durhaka. karena itu janganlah kita mengambil bagian dalam perbuatan mereka.

Hiduplah Sebagai Anak-anak Terang (ay 8-9)

“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,… Perhatikan bahwa Paulus tidak berkata “ Dahulu kamu berada dalam kegelapan “. Melainkan “ Dahulu kamu adalah kegelapan “. Ini berbicara tentang status hidup kita sebelum mengenal Kristus namun sekarang, di dalam Tuhan kita adalah terang. Terang tidak bisa disembunyikan , terang secara alami akan mengusir kegelapan. Di ayat 9 Paulus menjelaskan apa saja buah dari terang itu :

Kebaikan sikap hati dan tindakan yang membawa berkat bagi sesama.

Keadilan Hidup yang lurus, jujur dan memperlakukan orang lain dengan benar.

Kebenaran Hidup selaras dengan Firman Tuhan, tanpa kepalsuan atau topeng !

Kesimpulan

Bapak,ibu,saudara yang terkasih dalam Tuhan, menjadi Kristen bukan sekedar mengubah agama di KTP, melainkan ada perubahan total dari “ kegelapan “ menjadi “ Terang ‘. Kita tidak bisa berjalan di dua alam, kita tidak bisa mengaku sebagai peniru Allah jika hidup kita masih diwarnai keserakahan, perkataan,kotor dan kompromi terhadap dosa.

Hikmat hari ini:  Berjalanlah dalam kasih yang berkorban seperti Kristus. Jaga ucapan kita agar selalu penuh dengan ucapan syukur. Hasilkan buah terang-kebaikan-keadilan dan kebenaran-kemanapun kita pergi. Dan ingatlah kita adalah anak-anak terang kekasih Allah. Hiduplah layak sebagai anak-anak terang.1

Tuhan Yesus memberkati

EW

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on “Hiduplah sebagai Anak-anak Terang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *