Elohim Ministry youth IA BERKUASA ATAS MATI DAN HIDUP

IA BERKUASA ATAS MATI DAN HIDUP



Renungan Harian Youth, Senin 05 Mei 2025
Bacaan: Yohanes 12:12-19 “Yesus dielu-elukan di Yerusalem”

Kedatangan Yesus ke Yerusalem ternyata sudah dinantikan oleh orang banyak. Orang-orang Yahudi yang datang ke Yerusalem untuk mengikuti perayaan Paskah mendengar dari orang-orang, yang menyaksikan bagaimana Yesus membangkitkan Lazarus. Mereka ingin bertemu langsung dengan Yesus. Ketika orang banyak itu mendengar bahwa Yesus bergerak menuju Yerusalem, mereka bersiap-siap untuk menyambut Dia, “Mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia …” (Yohanes 12:13a). Matthew Henry, dalam bukunya, Tafsiran Matthew Henry: Injil Yohanes (2010), menyatakan pohon palem pada saat itu melambangkan kemenangan dan kejayaan. Rakyat yang sudah melihat sendiri ataupun mendengar tentang mukjizat yang dilakukan Yesus yakin, Dia adalah Raja yang akan membawa mereka keluar dari penjajahan bangsa Romawi. Dengan antusias, mereka menyambut-Nya, melambaikan daun palem, tanda sukacita dan penghormatan kepada Raja.

Kebangkitan Lazarus adalah peristiwa penting yang langsung memicu sorak sorai dan penyambutan besar-besaran waktu Yesus memasuki Yerusalem

Yesus merespons sambutan rakyat Yahudi dengan menaiki seekor keledai muda. Dalam ayat keempat belas, disebutkan bahwa Yesus menemukan seekor keledai muda. Pada Injil Sinoptik, peristiwa Yesus memasuki Yerusalem dengan menaiki keledai dituliskan lebih jelas. Bukan sekadar menemukan, tetapi Yesus mengutus dua orang murid-Nya untuk menjemput keledai muda di suatu kampung dekat Yerusalem (Matius 21:2-3, Markus 11:2-3, Lukas 19:30-31). Bagi Yohanes, proses menemukan keledai itu tidak bisa diabaikan, karena ia mau menyoroti sosok Yesus yang datang dengan menunggang keledai, menggenapi nubuat nabi Zakharia (Zakharia 9:9).

Kisah Lazarus dibangkitkan: Yohanes 11:1-44

Kisah yang akan kita bahas adalah kisah yang sangat terkenal. Yesus membangkitkan seorang yang telah mati empat hari, ini tentu menjadi kisah fenomenal yang membuat nama Yesus menjadi begitu populer. Yohanes menulis bagian ini dengan mengaitkannya dengan peristiwa selanjutnya, yaitu popularitas Yesus di Yerusalem. Banyak pengikut Yesus di Yerusalem yang mengelu-elukan Dia karena berita dari orang-orang yang menyaksikan peristiwa bangkitnya Lazarus (Yoh. 12:17-19). Peristiwa ini begitu penting di dalam Injil Yohanes sehingga menjadi peristiwa mukjizat puncak sebelum Yesus Kristus disalibkan.

Kasih-Nya membuat orang-orang yang Dia kasihi menjadi tanda kemuliaan-Nya.

Mereka akan menjadi bukti bahwa Allah sedang bekerja di tengah-tengah umat-Nya dan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah. Orang-orang yang Tuhan kasihi harus menjadi tanda kemuliaan-Nya. Tetapi untuk menyatakan kemuliaan yang agung dari Allah, Marta, Maria, dan Lazarus harus mengalami peristiwa yang sangat pahit, yaitu peristiwa kematian Lazarus.

Bagaimanakah Allah dipermuliakan? Ayat 4 mengatakan bahwa Allah dipermuliakan dengan mempermuliakan Anak-Nya. Jika Yesus Kristus dipermuliakan, maka Allah dipermuliakan. Penyakit, kesulitan, penderitaan, bahkan kematian sekalipun, jika itu mempermuliakan Anak Allah, itu akan mempermuliakan Allah. Demikian juga penyakit Lazarus. Penyakit ini akan membawa kematian, tetapi akan dipakai Allah untuk menyatakan kemuliaan Anak-Nya. Inilah caranya Allah dipermuliakan, yaitu melalui memuliakan Anak-Nya.

Kepercayaan Orang Yahudi tentang Kematian dan Roh:
Dalam tradisi Yahudi pada zaman Yesus, ada kepercayaan bahwa roh seseorang yang mati akan “melayang-layang” di sekitar tubuhnya selama tiga hari. Mereka percaya bahwa selama tiga hari itu, masih ada kemungkinan roh kembali ke tubuh, sehingga orang yang mati dalam waktu singkat bisa dianggap “hampir mati” atau bisa saja hidup lagi karena bukan mujizat penuh.

Mengapa Hari ke-4 Penting?

  • Hari keempat berarti kematian sudah dianggap final.
  • Tubuh biasanya sudah mulai membusuk (seperti yang dikatakan Marta dalam Yohanes 11:39: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”)
  • Tidak ada keraguan bahwa Lazarus benar-benar mati, bukan sekadar pingsan atau koma.

Apa Dampaknya?

  • Mujizat kebangkitan Lazarus membungkam semua keraguan.
  • Orang-orang tidak bisa menyanggah bahwa Yesus memiliki kuasa ilahi atas kematian.
  • Ini memperkuat klaim Yesus sebagai Anak Allah, karena hanya Tuhan yang punya kuasa membangkitkan orang mati secara total.

Kematian Lazarus selama 4 hari memastikan bahwa kebangkitannya tidak bisa dijelaskan secara manusiawi, apalagi berdasarkan kepercayaan Yahudi tentang roh. Ini menunjukkan kuasa Yesus secara total—Ia berkuasa atas hidup dan mati, bahkan ketika semua harapan manusia sudah sirna.

Yesus mati, bangkit dan hidup
Wahyu 1:17b-18 (TB)
“Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Dari kisah kebangkitan Lazarus, kita tahu bahwa Allah berdaulat atas segala sesuatu termasuk kehidupan dan kematian. Apa pun yang terjadi di dunia ini adalah bagi kemuliaan-Nya. Bagian kita adalahtaat dan berpegang teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus.

Dia adalah kebangkitan dan hidup, sehingga barangsiapa yang percaya kepada-Nya pasti akan mendapatkan jaminan hidup kekal.

Roma 8:11 (TB) Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Amin, Tuhan Yesus memberkati


EYC 03052025 YDK

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *